Daging merupakan sumber protein. Namun, apa akibatnya bagi tubuh jika seseorang makan daging berlebihan? Ketahui selengkapnya berikut ini.
Apa efek makan daging berlebihan?
Pada artikel Bagaimana efek terlalu banyak makan daging? Part 1 sudah sedikit dibahas mengenai apa efek yang bisa tubuh alami jika seseorang terlalu banyak makan daging. Nah, pada artikel ini akan kami jabarkan efek lainnya jika terlalu banyak makan daging.
Tubuh harus melawan peradangan
Menurut penelitian pada European Journal of Nutrition, lemak jenuh dalam daging dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Plus, daging sangat kekurangan antioksidan yang melawan peradangan dibandingkan dengan bahan pangan lainnya.
Alasan ada rekomendasi bagi orang untuk ‘makan makanan yang penuh warna’ adalah masing-masing warna yang terdapat dalam buah dan sayuran merupakan pigmen. Pigmen tersebut adalah kelompok antioksidan berbeda yang melakukan hal berbeda dan bermanfaat bagi tubuh dengan cara berbeda.
Untuk memastikan Anda mendapatkan cukup antioksidan, maka perlu menambahkan satu buah atau sayuran ekstra setiap hari. Tetapkan tujuan konsumsi setidaknya dua cangkir saat makan malam dan makan siang, satu cangkir saat sarapan, dan tambahan sebagai camilan.
Anda juga dapat mempertimbangkan untuk mencoba diet flexitarian untuk mengurangi daging tanpa menyerah sepenuhnya.
Lebih mungkin mengembangkan batu ginjal
Protein yang berlebihan dapat berdampak buruk pada ginjal. Secara khusus, protein hewani penuh dengan senyawa yang disebut purin. Purin akan terurai menjadi asam urat. Asam urat dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
Kebanyakan orang seharusnya tidak terlalu kesulitan memecah protein. Namun, perhatikan pula asupan Anda apabila terdapat riwayat keluarga dengan masalah ginjal.
Dapat menambah berat badan
Anda mungkin pernah mendengar bahwa protein adalah alat utama dalam menerjemahkan aktivitas di gym ke tubuh kencang yang Anda inginkan.
Meskipun benar bahwa tubuh bergantung pada protein untuk membangun kembali otot, terlalu banyak protein dapat memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Ini bisa menjadi efek makan daging berlebihan.
Apabila seseorang konsumsi lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan tubuh, ia tidak menyimpannya sebagai protein. Tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.
Risiko kanker bisa meningkat
Studi menunjukkan bahwa makan banyak daging merah dapat meningkatkan peluang terkena kanker kolorektal. Risiko kanker kolorektal meningkat jika mengonsumsi lebih dari 18 ons daging merah seminggu. Hal itu disebutkan dalam Laporan tahun 2018, Diet, Nutrition, Physical Activity, and Cancer: A Global Perspective dari World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research.
Cobalah menukar beberapa daging sapi, babi, dan daging olahan dengan unggas atau protein nabati seperti kacang polong.
Kemungkinan dapat mengalami dehidrasi
Berkat peningkatan asam urat dari pemrosesan protein-protein itu, Anda mungkin menyadari bahwa Anda sangat haus pada makanan yang banyak daging. Ginjal memang membutuhkan lebih banyak air. Itu untuk mengencerkan produk limbah beracun itu.
Untuk menghasilkan urin itu, kita perlu mengeluarkan air dari tubuh kita. Itu bisa membuat dehidrasi jika Anda tidak hati-hati, jadi pastikan Anda minum banyak air untuk menebusnya.
Itulah informasi mengenai efek makan daging berlebihan. Baca juga artikel Bagian Pertamanya di sini. Dapatkan berbagai peralatan kesehatan hanya di Syaf Unica Indonesia.

