Donor darah memiliki banyak manfaat bagi pendonor maupun penerima. Berikut ini adalah informasi yang perlu diketahui sebelum donor darah.
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Donor Darah
Ada banyak alasan untuk mendonorkan darah. Salah satunya bisa menjadi tindakan menyelamatkan nyawa dan tidak mementingkan diri sendiri.
Saat ini, donor darah sangat dibutuhkan karena pandemi Covid-19, serta lebih banyak operasi dan prosedur yang tertunda sementara karena virus corona. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan pendonoran darah.
Tidak semua orang berhak mendonorkan darah
Pembatasan keamanan berarti seseorang mungkin tidak dapat mendonorkan darah. Ada beberapa persyaratan agar seseorang bisa mendonorkan darahnya, diantaranya
- berusia minimal 17 tahun untuk menyumbang, tetapi beberapa negara mengizinkan seseorang yang berusia 16 tahun untuk mendonor dengan persetujuan orang tua,
- memiliki berat tubuh setidaknya 110 pon (±50 kg), namun, ada persyaratan tinggi dan berat badan untuk pendonor berusia di bawah 18 tahun,
- pembacaan tekanan darah di atas 90/50 dan di bawah 180/100,
- jumlah darah seseorang harus di atas tingkat tertentu dan,
- jika pendonor seorang wanita, maka ia tidak boleh mendonor dalam keadaan hamil.
Baca juga: Pentingnya melakukan transfusi darah dan cara kerjanya
Ada beberapa, sebagian besar kecil, risiko yang terkait donor
Risiko yang terkait dengan donor darah termasuk memar di sekitar lokasi jarum, lengan yang sakit, merasa pusing, lelah atau lemah, atau iritasi pada saraf.
Selain itu, kekurangan zat besi biasa terjadi pada pendonor. Itu karena setiap kali seseorang mendonorkan darah, tubuh kehilangan sejumlah kecil zat besi.
Kesehatan pendonor itu penting
Pada bulan-bulan, minggu-minggu, dan hari-hari sebelum donor darah, sangat penting bagi untuk menjaga kesehatan yang baik, makan makanan yang tepat, tetap terhidrasi, dan cukup istirahat.
Langkah-langkah ini dapat membantu seseorang menghindari penundaan untuk donor darah. Setelah melakukan donor darah, makanlah makanan kaya zat besi seperti daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan, bayam, sereal yang diperkaya zat besi, atau kismis.
Makanan tersebut dapat untuk membantu tubuh dengan cepat mengganti sel darah yang disumbangkan.
Hindari donor darah memiliki kondisi akut atau kronis tertentu
Jika seseorang sedang berjuang melawan penyakit seperti demam, batuk, atau infeksi saluran pernapasan, ia harus menunda berdonasi sampai sembuh.
Penting juga untuk dicatat bahwa jika seseorang menderita tuberkulosis aktif, bahkan jika ia sedang dirawat, tidak dapat mendonor.
Namun, seseorang dapat donor jika ia dinyatakan positif mengidap tuberkulosis tanpa infeksi aktif dan tidak menggunakan antibiotik. Jika menggunakan antibiotik, maka dapat donor setelah menghabiskan antibiotik.
Donor darah lebih mudah dari yang Anda kira, namun bersiaplah
Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memberikan darah, tetapi prosesnya melibatkan lebih dari sekadar mengulurkan tangan. Beberapa menit pertama adalah untuk pendaftaran, termasuk masuk dengan identitas dan membaca informasi tentang prosesnya.
Kemudian sekitar 15 hingga 20 menit dihabiskan untuk mendiskusikan riwayat kesehatan. Ini akan melibatkan beberapa pertanyaan tentang bagaimana perasaan pendonor, di mana ia tinggal, apakah telah bepergian, dan obat apa yang diminum.
Kemudian staf akan memeriksa suhu, denyut nadi, tekanan darah, dan kadar hemoglobin, protein dalam tubuh yang mengandung zat besi dan membawa oksigen ke jaringan. Donasi yang sebenarnya hanya membutuhkan waktu delapan sampai sepuluh menit.
Itulah sedikit fakta yang perlu Anda ketahui sebelum donor darah. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan Anda.

