Pengukuran elektrokimia memerlukan fungsi potensiostat / galvanostat. Berikut ini adalah informasi mengenai cara kerja potensiostat/ galvanostat.
Mengenal potensiostat/ galvanostat
Potensiostat/ galvanostat dirancang untuk melakukan pengukuran elektrokimia dalam aplikasi seperti korosi, pelapis, baterai, elektrokimia umum, dan banyak lagi.
Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) tersedia sebagai pilihan untuk setiap instrumen. Metode analisis ini digunakan untuk studi korosi, baterai, sistem fotovoltaik, dan dalam beberapa aplikasi ilmu kehidupan. Pilihan lain termasuk berbagai penguat arus dan tegangan.
Bagaimana cara kerja potensiostat/ galvanostat?
Potensiostat dasar menggunakan sistem tiga elektroda (2 atau 4 sambungan elektroda juga dimungkinkan). Ini mengukur dan mengontrol perbedaan tegangan antara elektroda kerja dan elektroda referensi yang memiliki potensi konstan.
Selain itu, mengukur aliran arus antara elektroda kerja dan elektroda lawan (yang melengkapi rangkaian sel). Sebagai galvanostat, instrumen mengontrol arus sel daripada tegangan sel.
Elektroda kerja dapat berupa logam tempat reaksi berlangsung. Jika dalam pengukuran korosi menggunakan sampel bahan yang terkorosi. Untuk pengujian baterai, potensiostat dihubungkan langsung ke elektroda baterai.
Eksperimen Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) memungkinkan pengguna untuk menentukan resistansi transfer muatan, kapasitansi lapisan ganda, dan resistansi ohmik.
Baca juga: Analisis elektrokimia dan rekomendasi alatnya
Mengapa menggunakan potensiostat/ galvanostat / EIS?
Sebelumnya telah dibahas cara kerja potensiostat/ galvanostat. Potensiostat sangat penting untuk mempelajari mekanisme reaksi dalam elektrokimia, misalnya kimia redoks.
Kegunaan lain adalah pengujian baterai. Potensiostat juga dapat digunakan untuk menguji senyawa yang aktif secara elektrokimia (misalnya obat-obatan, racun) dan mikroba dalam larutan.
Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) memiliki banyak aplikasi. Ini dapat digunakan untuk mempelajari korosi, misalnya dalam beton bertulang. Tetapi juga dalam kinetika elektroda, studi lapisan ganda, baterai, elektrokimia solid-state, dan sistem fotovoltaik.
Contoh penerapan potensiostat/ galvanostat/ EIS
Permukaan logam dapat menimbulkan korosi saat bersentuhan dengan larutan korosif (kebanyakan media asam). Dengan menggunakan metode elektrokimia dapat mempelajari perilaku logam saat direndam dalam larutan korosif.
Cara kerja potensiostat/ galvanostat digunakan untuk mengkarakterisasi perilaku logam ini. Teknik seperti, Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), resistensi polarisasi linier, dan Plot Tafel digunakan untuk mengkarakterisasi perilaku logam.
Sel fotovoltaik ada di mana-mana dalam beberapa waktu terakhir ini. Energi surya penting dalam produksi energi lokal, regional dan nasional. Untuk meningkatkan efisiensi pasokan energi seperti itu, banyak penelitian dilakukan.
Karakterisasi sel surya fotovoltaik dapat dilakukan dengan teknik polarisasi Electrochemical Impedance Spectroscopy. Hal itu memungkinkan pengguna untuk menentukan kinerja dan model sel. Kontribusi elektrokimia dalam bidang energi saat ini menjadi topik yang banyak diperbincangkan.
Memahami kinetika dan termodinamika reaksi yang terjadi pada elektroda adalah tujuan umum dari elektrokimia dasar. Potensiostat/ galvanostat dan EIS adalah alat penting dalam bidang ini.
Dalam aplikasi ini, metode keadaan tunak DC telah digunakan seperti: voltametri siklik, kronoamperometri, kronokulometri, kronopotensiometri, voltametri pulsa, voltametri gelombang persegi dan teknik potensial arus lainnya.
Itulah informasi mengenai cara kerja potensiostat/ galvanostat. Syaf menyediakan 1287A Potentiostat Galvanostat.
1287A adalah potensiostat untuk eksperimen DC, seperti teknik Voltametri Siklik atau Galvanostatik. Ini biasanya dikendalikan oleh perangkat lunak CorrWare.

