Mengenal Proses dalam Bank Darah

Proses dalam Bank Darah

Bank darah merupakan tempat untuk mengumpulkan darah sebelum digunakan untuk transfusi. Berikut ini proses dalam bank darah yang perlu diketahui.


Apa itu bank darah?

Bank darah mengumpulkan, memisahkan, menguji, dan menyimpan darah sampai pasien membutuhkannya. Jika seseorang pernah mendonorkan darah sebelumnya, ia telah menjadi bagian dari proses perbankan darah.

Bank darah pertama di Amerika Serikat didirikan pada tahun 1937 oleh Dr. Bernard Fantus di Cook County Hospital di Chicago.

Pada saat itu, tidak mungkin untuk menyimpan darah selama lebih dari beberapa hari. Kebanyakan transfusi adalah orang-ke-orang. Prosesnya berbahaya yang membuat sulit untuk menemukan donor.

Berharap dapat mengatasi masalah ini, Dr. Fantus mulai bereksperimen dengan cara menyimpan darah dengan aman. Awalnya disebut Laboratorium Pelestarian Darah, ia mengubah namanya menjadi “bank darah” yang cenderung tidak menakut-nakuti calon pendonor.

Kemampuan untuk mengumpulkan dan menyimpan darah untuk jangka waktu yang lama merevolusi cara dokter merawat pasien. Mendonorkan darah tidak lagi merupakan proses berisiko tinggi dan pasien yang membutuhkan memiliki akses ke darah yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Baca juga: Rantai dingin darah, sistem penyimpanan dan pengangkutan darah

LABTECH Lemari Es Penyimpanan Darah


Bagaimana proses dalam bank darah?

Langkah pertama dalam proses perbankan darah adalah pengambilan darah. Sebagian besar bank darah, mengandalkan donor darah sukarela.

Selama donor darah biasa, sekitar 1 liter darah dikumpulkan, bersama dengan beberapa tabung kecil untuk pengujian. Tabung dan donasi diberi label dengan informasi donor, lalu dilakukan pengimiman untuk proses lebih lanjut dan pengujian.

Selanjutnya, darah yang disumbangkan dibawa ke pusat pengolahan. Seluruh darah biasanya disentrifugasi.

Sentrifugasi bertujuan untuk memisahkan darah menjadi banyak komponen yang mungkin dibutuhkan pasien, seperti sel darah merah, trombosit, dan plasma. Sel darah putih dikeluarkan dari darah untuk meminimalkan kemungkinan reaksi pada penerima.

Sementara donasi sedang diproses, tabung tes darah dikirim untuk penyaringan. Di Palang Merah, biasanya dilakukan pula pengujuan, termasuk pengujian untuk penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV dan Virus West Nile.

Jika salah satu tes positif, donor akan diberitahu dan darah tidak akan digunakan. Selama tahap pengujian, dilakukan pula penggolongan darah untuk kelompok ABO dan faktor Rh.

Setelah penyaringan dan pemrosesan darah, itu disimpan hingga 42 hari atau sampai dibutuhkan. Bank darah memastikan bahwa rumah sakit memiliki suplai darah yang aman dan andal bagi pasien yang membutuhkan.

Anda dapat membantu memenuhi permintaan pasokan dengan menjadwalkan donasi Anda hari ini. Donasi Anda bahkan dapat membantu menyelamatkan lebih dari satu nyawa.

Itulah sedikit informasi mengenai proses dalam bank darah. Semoga informasi yang kami sajikan membawa manfaat untuk Anda. Terima kasih telah berkunjun ke website kami. Dapatkan berbagai blood bank refrigerator berkualitas dengan harga terjangkau di Syaf Unica Indonesia.

Sumber:

https://www.redcrossblood.org/local-homepage/news/article/blood-banks-defined.html

https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=85&ContentID=P00084

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi