Ammonium klorida salah satu jenis obat elektrolit yang digunakan untuk meningkatkan kadar asam dalam tubuh. Berikut ini informasi mengenai dosis ammonium klorida dalam pengobatan.

https://3.bp.blogspot.com/
Cara penyimpanan ammonium klorida
Penyimpanan ammonium klorida sama dengan jenis obat-obatan lainnya. Penyimpanan obat-obatan paling baik yaitu pada suhu ruangan. Obat-obatan harus terhindar dari paparan sinar cahaya dan juga udara lembab. Obat sebaiknya tidak disimpan di dalam kamar mandi atau dibekukan.
Konsentrasi dari ammonium klorida dapat mengkristal apabila obat ini disimpan dalam suhu rendah. Apabila ammonium klorida mengalami kristalisasi, maka harus segera dihangatkan pada suhu ruangan. Pastikan obat yang tersimpan dalam keadaan tertutup rapat.
Ammonium klorida dengan merek yang berbeda mungkin memiliki cara penyimpanan sendiri. Untuk itu, wajib hukumnya membaca instruksi penyimpanan pada kemasan atau dapat ditanyakan ke apoteker.
Ammonium klorida yang sudah habis masa berlakunya tidak boleh digunakan. Obat-obatan tersebut harus dibuang dengan prosedur yang aman sesuai dengan instruksi pembuangan limbah dan apoteker.
Dosis ammonium klorida dalam pengobatan
Sebelum meggunakan ammonium klorida untuk pengobatan, perlu dikosultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker. Informasi yang diberikan disini hanya bersifat umum dan tidak bisa menggantikan nasehat medis.
Dosis ammonium klorida untuk pasien dewasa biasanya diberikan secara intravena. Pemberian dosisnya tergantung pada kondisi dan toleransi tubuh pasien terhadap obat. Pemberian dosis ammonium klorida ini juga berdasarkan dengan kadar kombinasi klorida dan karbon dioksida yang hilang.
Sebelum digunakan, larutan ammonium klorida perlu diencerkan terlebih dahulu. Pengenceran yang direkomendasikan yaitu sebanyak 1-2 vial (100-200 mEq) untuk 500 atau 1000 mL o,9% injeksi natrium klorida diberikan pada pasien melalui suntikan.
Sementara itu, dosis orang dewasa yang diberikan melalui infuse intravena tidak boleh melebihi 5 mL per menit. Jika dihitung, dosis obat yang digunakan selama tiga jam yaitu 1000 mL. Pastikan untuk mengawasi dosis dan mengecek kada bikarbonat serum.
Agar tidak menimbulkan iritasi pada area kulit lokasi suntikan, maka penyuntikkan harus dilakukan dengan hati-hati. Itu juga menghindari efek keracunan yang dapat timbul ketika dilakukan dengan kurang hati-hati atau tergesa.
Sebelum penggunaan, partikel obat ini perlu diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui apakah terjadi perubahan warna.
Untuk menghindari interaksi dengan obat lain, waktu penggunaan ammonium klorida perlu diperhatikan.
Dosis ammonium klorida dalam pengobatan pada anak-anak belum dapat ditentukan. Untuk itu, apabila hendak menggunakan obat ini pada anak-anak, perlu berkonsultasi dengan petugas medis dulu.
Overdosis ammonium klorida
Kasus overdosis merupakan salah satu kasus gawat darurat yang kerap terjadi. Apabila dalam penggunaan ammonium klorida seseorang mengalami overdosis, maka perlu segera menghubungi bantuan medis.
Peggunaan ammonium klorida hingga mencapai overdosis akan menimbulkan berbagai gejala sebagai berikut:
- Asidosis metabolik. Alkalinasi atau membasakan dapat memperbaiki kondisi ini, misalnya menggunakan natrium bikarbonat atau natrium laktat.
- Disorientasi, merupakan kondisi ketika seseorang tidak mengenali waktu, lokasi keberadaan, bahkan mungkin juga tidak mengenali dirinya sendiri.
- Kebingungan
- Koma
Hal yang harus dilakukan bila melewatkan satu dosis
Ketika seseorang melupakan satu dosis dari obat ammonium klorida, dosis yang terlewat perlu digunakan sesegera mungkin. Tapi ketika waktunya sudah mendekati dosis berikutnya, dosis yang terlupakan bisa dilewati dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.
Tidak perlu memaksakan diri untuk mengonsumsi dosis yang terlewat bersamaan dan menggandakan dengan dosis berikutnya. Menggandakan dosis tanpa adanya persetujuan dokter dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Semoga informasi mengenai dosis ammonium klorida dalam pengobatan bisa bermanfaat. Dapatkan CDH Ammonium Chloride AR Suitable – 500 Gram di Syaf Unica Indonesia.
