Penggunaan Ammonium Klorida untuk Pengobatan dan Efek Sampingnya

|

Ammonium klorida merupakan bahan kimia yang dapat digunakan untuk pengobatan, namun harus dalam pengawasan dokter. Simak informasi mengenai penggunaan ammonium klorida untuk pengobatan berikut ini.

|

https://lifepack..id

Fungsi ammonium klorida

Ammonium klorida atau ammonium chloride merupakan obat yang digunakan pada pasien dengan kondisi hipokloremia. Hipokloremia merupakan kondisi ketika tubuh mengeluarkan klorida dalam jumlah besar. Itu dapat dikeluarkan melalui keringat, muntahan, serta adanya masalah kelenjar adrenal dan penyakit ginjal.

Ammonium klorida juga memiliki kegunaan lain untuk mengobati alkalosis metabolik. Itu merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak asam. Hal itu menyebabkan pH tubuh tidak seimbang dan membuat darah menjadi basa.

Penggunaan ammonium klorida dalam pengobatan kedua penyakit tersebut hanya boleh apabila telah diencerkan ke dalam isotonik natrium klorida dengan volume besar. Itu nantinya akan disuntikkan ke dalam tubuh pasien.

Cara penggunaan amonium klorida untuk pengobatan

Penggunaan ammonium klorida sebagai obat harus sesuai dengan instruksi dan saran dari dokter. Penting untuk membaca dan memahami segala informasi yang terkait ammonium klorida untuk menghindari kesalahan pengobatan.

Injeksi ammonium klorida, USP, diberikan secara intravena. Penggunaannya harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Konsentrasi larutan untuk infus intravena tidak boleh melebihi 1% hingga 2% dari ammonium klorida.

Ammonium klorida tidak bisa langsung digunakan setelah diencerkan, melainkan perlu diberi jarak beberapa waktu untuk penggunaan yang lebih aman dan efektif.

Cara kerja ammonium klorida untuk pengobatan

Ammonium klorida merupakan jenis obat elektrolit. Ammonium klorida biasanya digunakan untuk meningkatkan kadar asam dalam tubuh dengan menaikkan jumlah ion hidrogen.

Ammonium akan digunakan oleh ginjal sebagai penganti natrium dalam tubuh. Cara kerja ammonium yaitu dengan mengikat anion supaya pH tubuh normal, tidak terlalu basa maupun asam.

Tubuh kehilangan ion hidrogen dan klorida apabila seseorang mengalami metabolism alkalosis. Kondisi tersebut dapat membuat pH tubuh terlalu basa, dengan demikian pasien membutuhkan amonium ekstra untuk menambah kadar asam.

Ammonium klorida ini diserap dengan cepat oleh saluran pencernaan setelah dikonsumsi melalui mulut. Itu kemudian mengalami metabolisme di hati untuk membentuk urea dan asam hidroklorik. Obat tersebut akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Efek Samping ammonium klorida untuk pengobatan

Efek samping dapat ditimbulkan dari penggunaan ammonium klorida. Walaupun hingga kini belum diketahui seberapa besar kemungkinan efek samping muncul. Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan ammonium klorida yaitu:

  • Kondisi asam-basa tubuh bergeser ke sisi asam atau asidosis metabolik
  • EEG (electroenchepalograph) abnormal. Apabila hasil EGG abnormal, grafik aktivitas listrik memberikan gelombang tak normal.
  • Rasa ngantuk yang berkelanjutan
  • Gejala keracunan ammonia
  • Tetani (gejala yang ditandai dengan kejang, kram otot, atau tremor) yang disebabkan kekurangan kalsium.
  • Hipokalemia atau kondisi saat kadar kalium di dalam aliran darah berada di bawah batas normal.
  • Hiperkloremia atau kondisi saat kadar klorida pada tubuh melebihi batas normal yang dibutuhkan.
  • Rasa sakit dan iritasi pada lokasi injeksi atau sepanjang rute vena
  • Ruam
  • Kejang
  • Demam
  • Nyeri perut
  • Sakit kepala
  • Kebingungan mental
  • Hiperventilasi atau kondisi saat seseorang bernapas dalam-dalam dengan cepat
  • Bradikardia dan fase kegembiraan bergantian dengan koma.

Itulah mengapa pasien yang menggunakan ammonium klorida perlu diperiksa secara berkala apakah mengalami efek samping dari penggunaan ammonium klorida untuk pengobatan.

Namun, tidak semua orang yang mengonsumsi ammonium klorida mengalami efek samping seperti yang disebutkan. Ada beberapa efek samping lain yang mungkin timbul. Apabila seseorang memiliki rasa khawatir terkait efek samping tertentu, maka perlu berkonsultasi pada dokter atau apoteker.

Semoga informasi mengenai penggunaan ammonium klorida untuk pengobatan bisa bermanfaat. Dapatkan CDH Ammonium Chloride AR Suitable – 500 Gram di Syaf Unica Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi