
https://quincy-network.s3.ca-central-1.amazonaws.com/
Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir membuat para ilmuwan mencari cara dalam menghentikan pandemi tersebut, salah satunya dengan vaksinasi Covid-19. Indonesia sedang gencarnya mensukseskan program vaksinasi nasional.
Namun, pernahkah Anda berpikir bagaimana vaksin disimpan ketika sedang didistribusikan ke berbagai daerah? Nah, pada artikel kali ini, kami akan kupas secara tuntas.
Alat yang digunakan untuk menyimpan vaksin Covid-19
Berdasarkan panduan dari WHO atau badan kesehatan dunia mengenai distribusi vaksin, terdapat beberapa alat yang digunakan untuk menyimpan vaksin selama proses distribusi, yaitu:
Cold Box

Cold box merupakan kotak pendingin berinsulasi yang dapat dilapisi dengan kantong es. Itu digunakan untuk menjaga vaksin pada kisaran suhu yang sesuai, selama proses distribusi atau penyimpanan jangka pendek.
Vaksin dapat disimpan dalam cold box hingga dua hari atau lebih tanpa menggunakan arus listrik. Namun setelah dikemas hingga waktunya vaksin akan digunakan, cold box tidak boleh dibuka sama sekali.
Cold box yang ditutup rapat dapat menyimpan vaksin Covid-19 dengan mempertahankan suhu di bawah 10 derajat Celcius ketika dilapisi kantong es beku. B MEDICAL SYSTEMS VACCINE COLD CHAIN TCW 80 AC dapat dibeli di Syaf.
Vaccine Refrigerator

Alat yang digunakan untuk menyimpan vaksin Covid-19 ini berbeda dengan kulkas rumah tangga biasa. Vaccine refrigerator bertenaga surya dari WHO sejak 2009 telah dilengkapi dengan fitur thermostat.
Itu berbeda dengan kulkas biasa yang tidak memiliki kontrol suhu yang baik. Kulkas rumah tangga tidak dapat menjaga vaksin tetap dingin apabila pemadaman listrik lebih dari satu atau dua jam.
Sementara vaccine refrigerator dapat menjaga suhu berada di antara 2 derajat celcius dan 8 derajat Celcius, selama pemadaman listrik tidak berlebihan.
Namun, vaksin dapat terpapar suhu beku pada vaccine refrigerator apabila tidak dimuat dengan benar. Sehingga penting untuk menjaga dan memantau suhu vaccine refrigerator. Lemari Es Vaksin dapat dibeli di Syaf.
Vaccine Carrier

Ini adalah wadah yang digunakan untuk membawa vaksin dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding cold box, sehingga lebih mudah untuk dibawa. Alat yang digunakan untuk menyimpan vaksin Covid-19 ini memiliki ketahanan suhu sekitar 18-50 jam pada suhu 43 derajat Celcius. Ini dilengkapi dengan kantong air dingin.
Vaksin yang sudah digunakan harus ditempatkan pada spons atau busa penutup vaccine carrier untuk menggunakan alat ini. Sementara itu, vaksin yang belum dipakai dapat tetap disimpan dalam vaccine carrier. Apex Vaccine Carrier AIDVC-24 dapat dibeli di Syaf.
Water Pack
Water pack merupakan wadah plastik datar yang dapat diisi air dan anti bocor. Wadah ini digunakan sebagai pelapis bagian dalam cold box dan vaccine carrier.
Penting untuk menggunakan jumlah dan ukuran water pack yang benar untuk menjaga kualitas vaksin. Selain itu, juga perlu mengikuti petunjuk yang tercetak di dalam tutup wadah.
30-DTR
30-DTR yaitu singkatan dari 30-day electronic temperature loggers. Itu merupakan alat digunakan dengan cara ditempatkan dengan muatan vaksin di vaccine refrigerator. Alat yang digunakan untuk menyimpan vaksin Covid-19 ini dapat mencatat suhu selama interval 10 menit dan menunjukkan riwayat suhu setiap hari dalam 30 hari terakhir.
30-DTR juga dapat merekam dan menampilkan riwayat alarm panas dan beku yang telah terjadi dalam 30 hari terakhir. Alarm akan berbunyi apabila suhu lemari pendingin turun ke −0,5 derajat Celcius atau lebih rendah selama 60 menit dan juga jika melebihi 10 derajat Celcius selama 10 jam terus-menerus.
Sekian informasi mengenai alat yang digunakan untuk menyimpan vaksin Covid-19.
Website || Syaf.co.id
