Ammonium klorida dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Kali ini akan dibahas cara mengonsumsi amomnium klorida yang benar.

http://1.bp.blogspot.com/
Mengenal ammonium klorida
Amonium klorida merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai kandungan obat batuk. Efek dari amonium klorida yang digunakan sebagai campuran dalam obat batuk yaitu ekspektoran. Efek tersebut dapat membuat dahak lebih encer dan mudah untuk dikeluarkan.
Amonium klorida selain sebagai bahan campuran dalam obat batuk juga bisa digunakan dalam mengatasi alkalosis metabolik dengan bentuk sediaan suntik.
Ammonium klorida dalam sediaan suntik bekerja dengan meningkatkan kadar klorida di dalam darah. Itu membuat tingkat keasaman meningkat. Sayangnya, jenis amonium klorida bentuk suntik belum tersedia di Indonesia.
Karakteristik obat ammonium klorida
- Golongan :Obat bebas (obat batuk)Obat resep (suntik)
- Kategori : Ekspektoran, suplemen elektrolit
- Manfaat : dalam campuran obat batuk bermanfaat sebagai ekspektoran.
- Dapat dikonsumsi oleh : Dewasa dan anak-anak
- Bentuk obat : tablet, sirup, suntik
Peringatan sebelum menggunakan amonium klorida
Penggunaan amonium klorida tidak boleh sembarangan. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan amonium klorida:
- Apabila alergi terhadap komponen obat ini maka tidak boleh menggunakan amonium klorida.
- Apabila menderita penyakit ginjal, penyakit paru-paru, penyakit hati, pernah mengalami ketidakseimbangan elektrolit, atau gangguan saluran pernapasan, seperti asma atau batuk menahun, maka perlu memberi tahu dokter,
- Apabila sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan, maka perlu berkonsultasi dengan dokter.
- Apabila sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, maka perlu membicarakannya dengan dokter.
- Apabila mengalami reaksi alergi obat, overdosis, atau efek samping yang serius segera hubungi dokter.
Cara mengonsumsi amomnium klorida yang benar
Sebelum mengonsumsi ammonium klorida, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan membaca petunjuk yang ada di kemasan obat.
Ammonium klorida dalam bentuk obat batuk tablet dapat dikonsumsi secara utuh dengan bantuan segelas air putih. Amonium klorida tidak boleh dihancurkan atau dikunyah karena bisa menimbulkan risiko efek samping.
Ammonium klorida dalam bentuk obat batuk sirup dapat dikonsumsi dengan mengocok botol terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk menakar dosis obat, perlu menggunakan sendok takar yang tersedia dalam kemasan.
Hindari penggunaan sendok makan atau sendok lain untuk menakar obat karena dosis dapat berbeda. Obat sirup tidak boleh dicampurka dengan air atau obat lain.
Ammonium klorida perlu dikonsumsi setiap hari pada jam yang sama. Apabila seseorang lupa, maka segera minum obat ini ketika ingat apabila jarak ke dosis selanjutnya belum terlalu dekat. Namun, jika jarak ke dosis selanjutnya sudah dekat, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan tidak bisa digandakan dosisnya.
Interaksi amonium klorida dengan obat lain
Umumnya, penggunaan amonium klorida sebagai bahan campuran dalam obat batuk tidak menimbulkan efek interaksi yang signifikan dengan obat lainnya.
Namun, pada amonium klorida bentuk suntik dapat menimbulkan beberapa efek interaksi apabila digunakan obat-obatan yang lainnya. Interaksi tersebut meliputi:
- Adanya peningkatan risiko terjadinya efek samping dari diuretik hemat kalium
- Adanya peningkatan kadar chlorpropamide atau salisilat dalam darah
- Dapat menurunkan kadar amantadine, amphetamines, mecamylamine, atau obat α/β-agonists
Efek samping dan bahaya amonium klorida
Cara mengonsumsi amomnium klorida yang benar sebagai campuran dalam obat batuk umumnya aman dikonsumsi selama penggunaannya sesuai dosis yang diberikan dokter. Sementara itu, amonium klorida dalam bentuk sediaan suntik dapat menimbulkan efek samping. Berikut beberapa efek samping ammonium klorida:
- Demam
- Ruam kulit
- Sakit kepala
- Kebingungan
- Kantuk
- Nyeri, iritasi, atau pembengkakan pada lokasi suntik
Apabila efek samping yang dialami tidak kunjung reda dan semakin parah, maka perlu melakukan konsultasi ke dokter. Apabila mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius seperti berikut ini, maka perlu segera menemui dokter:
- Pucat
- Keringat berlebih
- Napas tidak teratur
- Muntah
- Detak jantung tidak teratur
- Kedutan
- Gemetar
Semoga informasi mengenai cara mengonsumsi amomnium klorida yang benar bisa menambah wawasan Anda. Dapatkan CDH Ammonium Chloride AR Suitable – 500 Gram di Syaf.
Website || Syaf.co.id
