Penyakit hepatitis belakangan ini sedang menularkan banyak anak dari berbagai wilayah. Biasanya dokter melakukan diagnosis penyakit hepatitis dengan cara-cara berikut ini.
Apa itu penyakit hepatitis?
Hepatitis merupakan pada kondisi peradangan hati yang biasanya merupakan hasil dari infeksi virus, tetapi ada kemungkinan penyebab lain dari hepatitis.
Ini termasuk hepatitis yang terjadi sebagai akibat sekunder dari obat-obatan, racun, serta alkohol; dan juga hepatitis autoimun. Hepatitis autoimun merupakan penyakit yang terjadi ketika tubuh membuat antibodi terhadap jaringan hati.
Virus utama hepatitis diklasifikasikan menjadi lima, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Virus yang berbeda bertanggung jawab untuk setiap jenis hepatitis virus.
Saat ini hepatitis menjadi momok baru di masyarakat karena kemunculan adanya hepatitis akut yang menyerang anak-anak.
Baca juga: Kenali Penyakit Hepatitis pada Anak
Bagaimana diagnosis penyakit hepatitis?
Dokter biasanya akan menjalani serangkaian tes untuk mendiagnosis kondisi pasien secara akurat. Itu karena sangat penting untuk memahami apa yang menyebabkan hepatitis untuk mengobatinya dengan benar. Berikut ini adalah beberapa diagnosis penyakit hepatitis.
Untuk mendiagnosis semua bentuk hepatitis, dokter akan terlebih dahulu mengambil riwayat pasien untuk menentukan faktor risiko yang mungkin dimiliki.
Selama pemeriksaan fisik, dokter mungkin menekan perut pasien dengan lembut untuk melihat apakah pasien mengalami rasa sakit atau nyeri tekan. Dokter mungkin juga memeriksa pembengkakan hati dan perubahan warna kuning di mata atau kulit pasien.
Tes fungsi hati
Tes fungsi hati menggunakan sampel darah untuk menentukan seberapa efisien hati dalam bekerja. Hasil abnormal dari tes ini mungkin merupakan indikasi pertama bahwa ada masalah. Terutama jika pasien tidak menunjukkan tanda-tanda pada pemeriksaan fisik penyakit hati.
Hati mengalami stres, rusak, atau tidak berfungsi dengan benar apabila tingkat enzim hati menunjukkan nilai yang tinggi.
Tes darah lainnya
Jika tes fungsi hati tidak normal, dokter kemungkinan akan memesan tes darah lain untuk mendeteksi sumber masalahnya.
Tes-tes ini dapat menentukan apakah pasien terkena hepatitis menular dengan memeriksa keberadaan virus hepatitis atau antibodi yang diproduksi tubuh pasien untuk memeranginya. Dokter juga dapat menggunakan tes darah untuk memeriksa tanda-tanda hepatitis autoimun.
Biopsi hati
Saat mendiagnosis penyakit hepatitis, dokter juga akan menilai hati pasien untuk kemungkinan kerusakan. Biopsi hati adalah prosedur yang melibatkan pengambilan sampel jaringan dari hati pasien.
Seorang profesional medis dapat mengambil sampel ini melalui kulit pasien dengan jarum, itu berarti tidak perlu operasi. Mereka biasanya akan menggunakan pemindaian ultrasound untuk panduan selama prosedur ini.
Tes ini memungkinkan dokter untuk menentukan bagaimana infeksi atau peradangan telah mempengaruhi hati pasien.
USG
Ultrasonografi perut menggunakan gelombang ultrasound untuk membuat gambar organ di dalam perut pasien. Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat dari dekat hati pasien dan organ-organ terdekat. Tes tersebut dapat mengungkapkan beberapa hal diantaranya:
- cairan di perut pasien
- kerusakan atau pembesaran hati
- tumor hati
- kelainan kandung empedu pasien
Terkadang pankreas juga muncul pada gambar ultrasound. Ini bisa menjadi tes yang berguna dalam menentukan penyebab fungsi hati pasien yang tidak normal.
Sekian informasi mengenai diagnosis penyakit hepatitis yang biasa dilakukan oleh dokter. Untuk mendeteksi hepatisis menggunakan rapid test, Syaf menyediakan EGENS Diagnostic Kit for Detection of Hepatitis B Surface Antigen Strip.
Referensi:
https://www.healthline.com/health/hepatitis#diagnosis

