Bahaya Kurang Tidur untuk Kesehatan

Bahaya Kurang Tidur

Tidur sangat penting untuk menyegarkan tubuh kembali. Berikut ini adalah bahaya kurang tidur yang perlu Anda waspadai.

https://thesleepdoctor.com/

Apa saja bahaya kurang tidur?

Kurang tidur disebabkan oleh kurangnya durasi tidur konsisten atau penurunan kualitas tidur. Tidur kurang dari 7 jam secara teratur pada akhirnya dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang mempengaruhi seluruh tubuh. 

Ini juga dapat disebabkan oleh gangguan tidur yang mendasarinya. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang mengintai bila seseorang kurang tidur.

Depresi dan kecemasan

Kebanyakan orang merasa mudah tersinggung jika mereka tidak mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Tetapi kurang tidur jangka panjang telah dikaitkan dengan depresi klinis dan kehilangan motivasi yang lebih umum. 

Sebaliknya, pasien depresi seringkali memiliki jadwal tidur yang tidak teratur. Siklus tidur dan pengaturan suasana hati keduanya diatur oleh hormon melatonin. Faktanya, tingkat melatonin yang lebih rendah sering ditemukan pada orang yang menderita depresi dan mereka yang terkena insomnia.

Kecemasan dan serangan panik juga bisa menjadi reaksi umum bagi orang yang berjuang dengan kekurangan tidur kronis. 

Mereka telah terbukti memiliki toleransi yang lebih rendah untuk stres harian yang ringan sekalipun. Seperti depresi, terkadang sulit untuk memahami apa yang terjadi lebih dulu, kecemasan atau gangguan tidur.

Baca juga: Kurang tidur? Ini cara mengatasinya

Gangguan psikiatri

Kurang tidur yang ekstrem dan jangka panjang dapat menyebabkan sejumlah gangguan kejiwaan. Beberapa orang yang menderita kurang tidur dalam waktu lama telah mengalami gejala termasuk disorientasi, paranoia, dan halusinasi. Jenis gejala ini terkadang membingungkan atau terkait dengan skizofrenia.

Fungsi otak rusak

Setelah melewati malam yang kurang tidur, seseorang biasanya mengalami mental fog, kelelahan, temperamen pendek, dan kurang fokus. Ketika otak tidak dapat beristirahat cukup dalam jangka waktu yang lebih lama, kemampuan mental dapat menurun secara drastis. 

Kita tahu bahwa tidur yang cukup diperlukan agar orang merasa tajam, berkonsentrasi, dan belajar. Tetapi itu juga memengaruhi keterampilan pemecahan masalah kita. Juga kemampuan untuk mengatur emosi kita dan membuat keputusan. 

Orang yang kurang tidur juga memiliki masalah dengan keseimbangan, refleks, dan keterampilan motorik. Akibatnya, mereka jauh lebih mungkin untuk melukai diri mereka sendiri. Mengantuk adalah faktor utama dalam kecelakaan mobil.

Hilang ingatan

Banyak ilmuwan percaya bahwa tidur penting untuk memberi otak waktu untuk mengatur dirinya sendiri. Khususnya untuk menyimpan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. 

Tidur yang cukup sangat penting untuk daya ingat. Studi menunjukkan peningkatan kehilangan memori setelah hanya satu malam tidur nyenyak. Itu menjadi salah satu bahaya kurang tidur.

Baca juga: Dampak kurang tidur

Penurunan kesuburan

Gangguan tidur tidak hanya dapat menurunkan libido, tetapi juga dapat berdampak buruk pada siapa saja yang mencoba untuk hamil, baik pria maupun wanita. Bagian otak yang sama yang mengontrol ritme sirkadian juga mengatur pelepasan hormon reproduksi. 

Tidur kurang dari 7 jam secara teratur dapat menyebabkan kadar testosteron dan hormon yang memicu ovulasi menjadi lebih rendah, membuat pembuahan menjadi lebih sulit.

Berat badan dan obesitas

Efek dari masalah tidur terus-menerus termasuk penambahan berat badan yang cepat. Kurang tidur berhubungan dengan jumlah kortisol yang lebih tinggi dan hormon stress. 

Kecemasan, stres, dan frustrasi yang diakibatkannya sering kali berkontribusi pada makan emosional dan kebiasaan nutrisi yang buruk. Hormon lain yang disebut ghrelin, diproduksi di perut dan telah dikaitkan dengan kurang tidur jangka panjang. Kelebihan ghrelin justru bisa membuat orang merasa lebih lapar.

Seiring waktu, kurang tidur berdampak negatif pada metabolisme tubuh dan kebiasaan makan. Kelelahan sering menyebabkan ngidam yang tidak sehat dan pemuasan berlebihan, disertai dengan penurunan stamina dan aktivitas fisik. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang merasa tidak tenang lebih cenderung memilih makanan yang kaya akan karbohidrat dan gula.

Matematika memberi tahu kita bahwa penurunan olahraga, dikombinasikan dengan peningkatan jumlah yang dimakan ditambah peningkatan nilai kalori dari makanan yang dicerna, sama dengan penambahan berat badan. Obesitas adalah faktor risiko yang diketahui untuk penderita insomnia.

Sekian informasi mengenai bahaya kurang tidur. Pastikan Anda memiliki istirahat dan tidur yang cukup agar bisa menjalani hari dengan baik.


Sumber:

https://www.sleephealthsolutionsohio.com/blog/10-effects-of-long-term-sleep-deprivation/

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi