TRIPLE SUGAR IRON AGAR: MEDIA DIFERENSIAL UNTUK IDENTIFIKASI BAKTERI ENTERIK

Triple Sugar Iron Agar

Triple Sugar Iron Agar (TSI Agar) adalah media untuk identifikasi bakteri enterik berdasarkan fermentasi gula dan produksi gas serta H2S.


Dalam analisis mikrobiologi, identifikasi bakteri enterik memerlukan media yang mampu menunjukkan perbedaan karakter fisiologis. Salah satu media yang sering digunakan di laboratorium adalah Triple Sugar Iron Agar (TSI Agar). Media ini dirancang untuk menguji kemampuan bakteri dalam memfermentasi gula tertentu sekaligus mendeteksi pembentukan gas dan hidrogen sulfida (H2S). Karena itu, TSI Agar menjadi pilihan utama dalam pemeriksaan Enterobacteriaceae maupun bakteri enterik lain.

APA ITU TRIPLE SUGAR IRON AGAR?

TSI Agar adalah media diferensial yang digunakan untuk identifikasi bakteri Gram negatif enterik. Media ini memiliki komposisi khas berupa:

  1. Glukosa (0,1%), Laktosa (1%), dan Sukrosa (1%): sebagai sumber karbohidrat untuk fermentasi.
  2. Ferrous sulfate: mendeteksi produksi hidrogen sulfida.
  3. Phenol red: indikator pH yang menunjukkan perubahan warna akibat fermentasi.
  4. Peptone: sebagai sumber nitrogen dan nutrisi dasar.

Dengan formulasi tersebut, TSI Agar membantu membedakan bakteri berdasarkan fermentasi gula, produksi gas, dan kemampuan menghasilkan H2S.

APA SAJA KEGUNAANNYA?

TSI Agar memiliki beberapa kegunaan penting dalam laboratorium mikrobiologi, di antaranya:

  1. Mengidentifikasi bakteri enterik terutama dari keluarga Enterobacteriaceae.
  2. Membedakan fermentasi gula antara glukosa, laktosa, dan sukrosa.
  3. Mendeteksi produksi gas selama proses fermentasi.
  4. Mengamati pembentukan H2S, yang ditunjukkan oleh endapan hitam pada media.
  5. Menyaring isolat bakteri patogen sebelum dilakukan uji lanjutan.
Baca juga: Kalibrasi Automatic Colony Counter

BAGAIMANA CARA MENGGUNAKANNYA?

Penggunaan TSI Agar harus mengikuti prosedur yang benar agar hasil uji lebih akurat. Berikut langkah-langkah umumnya:

Persiapan Media

  1. Larutkan bubuk TSI sesuai instruksi produsen dalam air suling.
  2. Panaskan hingga larut sempurna lalu sterilisasi menggunakan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.
  3. Tuangkan media ke tabung reaksi dalam posisi miring sehingga terbentuk bagian miring (slant) dan bagian tegak (butt).

Inokulasi Sampel

  1. Gunakan jarum inokulasi steril untuk menusuk bagian butt hingga hampir dasar tabung.
  2. Setelah itu, goreskan pada permukaan slant dengan gerakan zig-zag.

Inkubasi

Inkubasi tabung pada suhu 35–37°C selama 18–24 jam.

Interpretasi Hasil

  1. Fermentasi glukosa saja: butt berwarna kuning, slant tetap merah.
  2. Fermentasi laktosa/sukrosa: seluruh media berubah kuning.
  3. Tidak ada fermentasi: media tetap merah.
  4. Produksi gas: terlihat retakan atau gelembung pada media.
  5. Produksi H2S: muncul endapan hitam pada butt.

Triple Sugar Iron Agar (TSI Agar) adalah media diferensial yang sangat bermanfaat dalam identifikasi bakteri enterik. Dengan kemampuannya membedakan fermentasi gula, produksi gas, dan pembentukan H2S, media ini membantu analis laboratorium dalam proses diagnostik mikrobiologi. Oleh karena itu, TSI Agar sering berfungsi sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi bakteri patogen dari berbagai sampel, baik klinis maupun lingkungan.


Sumber:

The Triple Sugar Iron (TSI) Test – Procedure, Uses and Interpretation (microbiologyinfo.com)

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi