Artikel ini akan membahas tentang kegunaan dan cara menggunakan Urea Agar Base. Simak artikel ini sampai selesai.
Dalam pemeriksaan mikrobiologi, uji biokimia memiliki tujuan untuk membantu mengidentifikasi bakteri berdasarkan aktivitas enzimatiknya. Salah satu uji yang penting adalah uji urease, yang memanfaatkan Urea Agar Base sebagai media diferensial. Media ini memungkinkan deteksi cepat terhadap bakteri penghasil enzim urease melalui perubahan warna yang jelas dan mudah untuk pengamatan.
APA ITU UREA AGAR BASE?
Urea Agar Base adalah media diferensial yang berguna untuk mendeteksi aktivitas enzim urease pada bakteri. Media ini memiliki formulasi dengan komponen utama, antara lain:
- Peptone: sumber nitrogen dan nutrisi bagi bakteri.
- Glukosa: sumber energi tambahan.
- Sodium chloride: menjaga keseimbangan osmotik.
- Phenol red: indikator pH yang berubah warna sesuai hasil uji.
- Urea (ditambahkan setelah sterilisasi): substrat utama yang diuraikan oleh enzim urease menjadi amonia dan karbon dioksida.
Perubahan pH akibat produksi amonia menyebabkan media berwarna merah muda hingga fuchsia bila bakteri menghasilkan urease.
APA SAJA KEGUNAANNYA?
Media ini memiliki berbagai manfaat penting, di antaranya:
- Mendeteksi aktivitas urease pada bakteri patogen maupun non-patogen.
- Membantu identifikasi genus Proteus, yang secara khas menghasilkan urease positif.
- Membedakan bakteri enterik, misalnya Proteus (urease positif) dari Salmonella dan Shigella (urease negatif).
- Berguna dalam diagnosis medis, seperti deteksi Helicobacter pylori yang terkait dengan penyakit lambung.
- Mendukung uji biokimia lanjutan, terutama dalam rangkaian identifikasi bakteri enterik.
Baca juga: Prinsip Kerja Butlerbot W3
CARA MENGGUNAKAN UREA AGAR BASE
Agar hasil pengujian akurat, penggunaan Urea Agar Base harus mengikuti prosedur yang tepat. Berikut langkah-langkahnya:
Persiapan Media
- Larutkan bubuk Urea Agar Base dalam air suling sesuai instruksi produsen.
- Sterilisasi larutan dengan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.
- Dinginkan hingga sekitar 50°C, lalu tambahkan larutan urea steril (disterilisasi dengan filtrasi, bukan autoklaf).
- Tuangkan media ke dalam tabung reaksi dengan posisi miring untuk membentuk slant.
Inokulasi Sampel
- Gunakan jarum inokulasi steril untuk menggoreskan bakteri uji pada permukaan slant.
- Hindari menusuk butt karena uji hanya dilakukan di permukaan.
Inkubasi
Inkubasi pada suhu 35–37°C selama 18–24 jam.
Interpretasi Hasil
- Positif: media berubah warna menjadi merah muda terang hingga fuchsia, menunjukkan produksi urease.
- Negatif: media tetap berwarna kuning atau oranye, menandakan tidak ada aktivitas urease.
Urea Agar Base merupakan media diferensial yang sangat bermanfaat dalam mendeteksi aktivitas enzim urease pada bakteri. Dengan perubahan warna yang jelas, media ini membantu proses identifikasi bakteri enterik dan patogen lain secara cepat serta akurat. Oleh karena itu, Urea Agar Base menjadi salah satu media penting dalam uji biokimia laboratorium mikrobiologi, baik untuk penelitian maupun diagnosis klinis.
Itulah pembahasan tentang kegunaan dan cara menggunakan Urea Agar Base. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Sumber:
Urea Agar Base – Alpha Biosciences

