Makanan mengandung gula memang sedap. Namun, tahukah Anda apa saja efek terlalu banyak makan gula bagi kesehatan?
Efek terlalu banyak makan gula
Minuman manis, permen, kue-kue, dan susu manis adalah sumber utama gula tambahan. Tetapi bahkan makanan gurih, seperti roti, saus tomat, dan protein batangan, bisa mengandung gula. Sehingga terlalu mudah untuk kelebihan makanan manis.
Konsumsi makanan mengandung gula secara berlebihan dapat memberikan dampak untuk kesehatan. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.
Dapat menyebabkan kenaikan berat badan
Tingkat obesitas meningkat di seluruh dunia. Gula tambahan, terutama dari minuman manis, dianggap sebagai salah satu penyebab utama. Minuman manis seperti soda, jus, dan teh manis mengandung fruktosa. Itu merupakan sejenis gula sederhana.
Mengkonsumsi fruktosa meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk makan lebih dari glukosa. Glukosa yaitu jenis gula utama yang ditemukan dalam makanan bertepung.
Selain itu, resistensi terhadap leptin bisa terjadi jika konsumsi fruktosa yang berlebihan. Itu merupakan hormon penting yang mengatur rasa lapar dan memberi tahu tubuh untuk berhenti makan.
Dengan kata lain, minuman manis tidak menahan rasa lapar. Itu membuatnya mudah untuk cepat mengonsumsi kalori cair dalam jumlah besar. Hal ini dapat menjadi penyebab peningkatan berat badan.
Berdasarkan penelitian, orang yang minum minuman manis, seperti soda dan jus, memiliki berat badan lebih banyak daripada orang yang tidak minum.
Minum minuman manis terlalu banyak juga dikaitkan dengan peningkatan jumlah lemak visceral. Itu merupakan sejenis lemak perut bagian dalam yang terkait dengan kondisi seperti diabetes dan penyakit jantung.
Dapatkan: Alat cek gula darah
Dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
Diet tinggi gula telah dikaitkan dengan peningkatan risiko banyak penyakit. Itu termasuk penyakit jantung, penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Bukti menunjukkan bahwa diet tinggi gula dapat menyebabkan obesitas, peradangan dan trigliserida tinggi, gula darah dan tingkat tekanan darah.
Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama dari minuman yang dimaniskan dengan gula, telah dikaitkan dengan aterosklerosis. Itu adalah penyakit yang ditandai dengan penumpukan lemak yang menyumbat arteri.
Sebuah penelitian di lebih dari 30.000 orang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 17-21% kalori dari gula tambahan memiliki risiko 38% lebih besar meninggal akibat penyakit jantung. Jika dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi 8% kalori dari gula tambahan.
Menimbulkan risiko jerawat
Diet tinggi karbohidrat olahan, telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena jerawat. Daripada makanan dengan indeks glikemik rendah, makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti permen olahan, meningkatkan gula darah lebih cepat.
Makanan manis dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Itu menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, dan peradangan. Semuanya berperan dalam perkembangan jerawat.
Berdasarkan hasil penelitian, diet rendah glikemik dikaitkan dengan penurunan risiko jerawat. Sedangkan diet tinggi glikemik dikaitkan dengan risiko yang lebih besar.
Misalnya, sebuah penelitian pada 2.300 remaja menunjukkan bahwa mereka yang sering mengonsumsi gula tambahan memiliki risiko 30% lebih besar terkena jerawat.
Baca juga: Alasan perlu memeriksa kadar gula darah
Meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Prevalensi diabetes di seluruh dunia mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Meskipun terdapat banyak alsannya, itu ada hubungan yang jelas antara konsumsi gula yang berlebihan dan risiko diabetes.
Obesitas, yang sering disebabkan oleh terlalu banyak makan gula. Itu dianggap sebagai faktor risiko terkuat untuk diabetes.
Konsumsi gula tinggi yang berkepanjangan juga dapat mendorong resistensi terhadap insulin. Itu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin menjadi penyebab kadar gula darah meningkat dan sangat meningkatkan risiko diabetes.
Dapat meningkatkan risiko kanker
Risiko terkena kanker bisa meningkat jika makan gula dalam jumlah berlebihan. Alasannya yaitu, diet yang kaya akan makanan dan minuman manis dapat menyebabkan obesitas. Itu yang secara signifikan meningkatkan risiko kanker.
Selain itu, diet tinggi gula meningkatkan peradangan di tubuh dan dapat menyebabkan resistensi insulin. Keduanya meningkatkan risiko.
Sebuah penelitian di lebih dari 430.000 orang menemukan bahwa konsumsi gula tambahan secara positif dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan, kanker pleura, dan kanker usus kecil.
Penelitian tentang hubungan antara asupan gula tambahan dan kanker sedang berlangsung. Dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya hubungan kompleks ini.
Itulah efek terlalu banyak makan gula yang perlu Anda waspadai. Pastikan asupan gula Anda tidak terlalu berlebihan.
Sumber:
https://www.healthline.com/nutrition/too-much-sugar
Strip Stik Gula Darah Glucosa Gluco Dr AGM 2100 BioSensor isi 50

