Malnutrisi merupakan kondisi kesehatan yang perlu dihindari. Simak penyebab dan cara mencegah malnutrisi berikut.
PENGERTIAN MALNUTRISI
Malnutrisi adalah kondisi di mana seseorang mengalami kekurangan atau kelebihan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan dan fungsi normalnya. Kondisi tersebut bisa terjadi jika seseorang tidak mengonsumsi makanan yang cukup atau tidak memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh.
Malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Misalnya kurangnya energi, penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh, gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, juga berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin dan mineral tertentu.
Penyebab malnutrisi yaitu kondisi medis tertentu seperti gangguan pencernaan atau masalah kesehatan mental yang mengganggu nafsu makan. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mengkonsumsi makanan yang seimbang dan memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya agar terhindar dari masalah malnutrisi.
KEBIASAAN YANG DAPAT MENYEBABKAN MALNUTRISI PADA ANAK
Ada beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan malnutrisi pada anak, di antaranya:
Tidak memberikan makanan yang seimbang
Anak yang tidak mendapatkan makanan yang seimbang dan tidak memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya akan lebih rentan mengalami malnutrisi.
Membiarkan anak makan terlalu banyak makanan yang tidak sehat
Makanan yang mengandung gula, garam, lemak jenuh, dan kalori tinggi cenderung membuat anak merasa kenyang dan enggan makan makanan sehat yang diperlukan tubuhnya.
Tidak memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
ASI adalah makanan yang paling seimbang dan paling cocok untuk anak di awal kehidupannya. Jika tidak diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, resiko anak mengalami malnutrisi akan meningkat.
Tidak memberikan makanan tambahan pada usia yang tepat
Anak membutuhkan makanan tambahan setelah usia 6 bulan. Jika tidak diberikan makanan tambahan yang tepat pada usia yang tepat, anak berisiko mengalami kekurangan gizi.
Tidak memberikan vitamin dan mineral tambahan
Vitamin dan mineral tambahan seperti vitamin A, zat besi, dan asam folat sangat penting untuk kesehatan anak. Jika tidak diberikan tambahan vitamin dan mineral yang tepat, anak berisiko mengalami kekurangan gizi.
Tidak memberikan asupan cairan yang cukup
Anak membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga tubuhnya tetap sehat. Jika tidak diberikan cairan yang cukup, anak berisiko mengalami dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya.
Baca juga: Pemeriksaan kesehatan pada anak, kapan perlu dilakukan?
DETEKSI MALNUTRISI DENGAN MENIMBANG ANAK SECARA RUTIN
Menimbang anak secara rutin dapat membantu mendeteksi apakah anak mengalami masalah malnutrisi atau tidak. Biasanya, anak yang mengalami malnutrisi akan menunjukkan penurunan berat badan, pertumbuhan yang terhambat, dan gejala lainnya seperti kelemahan, lelah, dan mudah terserang infeksi.
Dalam praktiknya, menimbang anak secara rutin di klinik atau puskesmas adalah salah satu cara untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam prosedur tersebut, anak akan ditimbang dan diukur tinggi badannya, kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan standar pertumbuhan anak di usianya.
Namun, penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak tidak hanya berdasarkan pada berat badan saja, melainkan juga tinggi badan, lingkar kepala, dan perkembangan motorik dan kognitifnya.
Oleh karena itu, jika Anda ingin memastikan bahwa anak tidak mengalami malnutrisi, sebaiknya konsultasikan dengan yang ahli dalam hal pertumbuhan dan perkembangan anak. Mereka dapat melakukan evaluasi secara lebih komprehensif dan memberikan saran mengenai asupan gizi yang tepat bagi anak.
CARA MENCEGAH MALNUTRISI PADA ANAK
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah malnutrisi pada anak:
Berikan makanan yang seimbang
Anak perlu mendapatkan makanan yang seimbang dan mengandung nutrisi yang cukup seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Pilihlah jenis makanan yang sehat dan variatif untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuh anak.
Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
ASI adalah makanan yang paling seimbang dan cocok untuk anak di awal kehidupannya. ASI dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh anak sehingga dapat mencegah kekurangan gizi.
Berikan makanan tambahan setelah usia 6 bulan
Setelah usia 6 bulan, anak membutuhkan makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berikan makanan tambahan yang sehat dan variatif seperti sayur-sayuran, buah-buahan, sereal, dan protein.
Berikan vitamin dan mineral tambahan
Jika perlu, berikan tambahan vitamin dan mineral seperti vitamin A, zat besi, dan asam folat untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup.
Perhatikan porsi makanan dan frekuensi makan
Anak perlu makan dalam porsi yang cukup dan sering, sehingga nutrisi yang dibutuhkan dapat tercukupi dengan baik.
Cegah infeksi
Infeksi dapat menyebabkan anak tidak nafsu makan sehingga dapat memicu kekurangan gizi. Cegah infeksi dengan mengajarkan anak untuk mencuci tangan secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari kontak dengan orang yang sakit.
Berikan asupan cairan yang cukup
Anak perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup agar tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik.
Periksakan kesehatan anak secara rutin
Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mendeteksi apakah anak mengalami masalah malnutrisi atau tidak. Sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan atau pengobatan yang tepat.
Baca juga: Macam-macam pengukuran antropometri anak
CEK BERAT BADAN BAYI SECARA RUTIN
Setiap orang pasti menginginkan buah hatinya tumbuh sehat dengan asupan nutrisi yang tercukupi. Salah satu cara untuk mengetahui nutrisi bayi sudah tercukupi yaitu dengan melakukan pengukuran berat badan secara rutin. Orang tua dapat menimbang buah hati di posyandu, puskesmas, bahkan di rumah dengan bantuan alat yang sudah dipersiapkan.
Melakukan pemantauan berat badan buah hati tidaklah sulit. Orang tua hanya perlu meluangkan waktunya sedikit untuk memantau pertumbuhan bayi. Dengan melakukan pemantauan pertumbuhan bayi, orang tua akan merasa lega ketika mengetahui bayinya mendapatkan nutrisi yang cukup.
Jangan lupa gunakan baby scale yang berkualitas dan akurat. Demi kenyamanan bayi saat ditimbang, orang tua harus memastikan keamanan baby scale yang digunakan. selain itu, cek baby scale secara berkala untuk memastikan perhitungannya masih akurat.
Semoga informasi mengenai cara mencegah malnutrisi pada anak bisa bermanfaat. Anda bisa mendapatkan baby scale di Syaf Unica Indonesia.
Sumber
Malnutrisi: Penyebab, Jenis, Ciri-Ciri, Pengobatan (doktersehat.com)
Panduan Malnutrisi: Cara Mengobati & Mencegah Sejak Dini – LinkSehat

