Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak dini penting untuk dilakukan. Hal ini agar jika anak memiliki suatu kelainan atau gejala penyakit tertentu dapat segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan. Untuk itu, orang tua perlu memeriksakan anaknya secara rutin di rumah sakit.
Kapan anak membutuhkan pemeriksaan kesehatan?
Walaupun anak biasanya dalam kondisi sehat, mereka tetap memerlukan pemeriksaan tahunan dari dokter mereka. Pemeriksaan ini membangun kebiasaan yang kuat dan merupakan peluang besar untuk vaksinasi, pemeriksaan pertumbuhan, dan banyak lagi.
Melakukan pemeriksaan rutin membuat anak-anak terbiasa. Seiring bertambahnya usia anak-anak, itu akan membantu mereka bertransisi untuk lebih mengontrol kesehatan mereka.
Setelah anak berusia 3 tahun atau lebih, mereka mungkin hanya membutuhkan satu kunjungan kesehatan per tahun.
Pemeriksaan anak-anak adalah investasi dalam kesehatan jangka panjang mereka, jadi meskipun putri atau putra Anda khawatir tentang dokter, pemeriksaan kesehatan pada anak tetap perlu dilakukan.
Apa yang terjadi pada pemeriksaan anak?
Rutinitas pemeriksaan kesehatan untuk anak berbeda tergantung pada usia anak Tetapi ada beberapa konstanta yang harus dicari:
- Pemeriksaan pertumbuhan untuk tinggi, berat, dan tonggak perkembangan
- Pemeriksaan medis (mis: autisme pada anak yang lebih kecil dan kecemasan pada anak yang lebih besar)
- Vaksinasi
Pemeriksaan juga merupakan saat yang tepat untuk berbicara dengan dokter anak atau dokter keluarga tentang kekhawatiran Anda sendiri. Apabila Anda memperhatikan perilaku atau gejala baru pada anak, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan.
Dokter dilatih secara khusus untuk mengenali potensi masalah dalam perkembangan mental, fisik dan emosional. Semakin dini anak-anak mendapatkan bantuan untuk masalah ini, semakin baik mereka.
Beberapa anak mungkin memerlukan lebih dari satu pemeriksaan per tahun. Jika anak menderita asma, gangguan pemusatan perhatian, atau kondisi kronis lainnya, mereka mungkin harus lebih sering melakukan pemeriksaan kesehatan pada anak.
Apa yang harus dilakukan jika anak takut dengan dokter?
Melihat banyaknya anak-anak yang gugup tentang pemeriksaan tahunan, disarankan agar orang tua untuk jujur tentang seperti apa kunjungan dokter sebenarnya.
Untuk anak-anak yang lebih kecil, video tentang pemeriksaan dan alat-alat dokter mainan (seperti stetoskop) dapat membantu mengurangi ketakutan mereka.
Orang tua juga dapat merencanakan perawatan khusus seputar kunjungan dokter, seperti mengajak anak mereka makan es krim setelah membuat janji. Dengan begitu, anak belajar mengasosiasikan dokter dengan perasaan positif.
Jangan sampai anak mengalami intimidasi saat berkunjung ke dokter sehingga perlu mengambil pendekatan transparan pada anak.
Haruskah anak mengikuti jadwal vaksinasi?
Vaksin adalah bagian penting dari pemeriksaan kesehatan pada anak-anak yang lebih muda. Setiap orang tua harus mengikuti jadwal vaksinasi yang direkomendasikan. Jangan sampai anak tidak mendapatkan vaksinasi.
Dengan mengimunisasi anak-anak Anda, Anda melindungi anak-anak yang lebih rentan terhadap penyakit tertentu di usia muda (ketika konsekuensi untuk mendapatkan penyakit itu bisa lebih berbahaya).
Banyak orang tua yang menanyakan apakah aman bagi anak-anak untuk divaksinasi jika mereka menderita penyakit ringan lainnya, seperti infeksi telinga atau pilek. Orang tua perlu tahu bahwa ya, itu masih baik-baik saja.
Itulah informasi mengenai pemeriksaan kesehatan pada anak. Semoga informasi yang kami berikan kali ini bisa memperluas wawasan Anda. Dapatkan informasi menarik lainnya seputar kesehatan di website atau media sosial Syaf Unica Indonesia. Terima kasih telah berkunjung ke website Syaf.

