Untuk mengetahui seberapa baik telinga dalam menjalankan fungsinya, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap telinga. Salah satunya yaitu tes timpanometri. Berikut ini informasi mengenai pentingnya tes timpanometri untuk pemeriksaan telinga.

https://healthjade..net
Mengenal tes timpanometri
Timpanometri merupakan tes pendengaran yang dilakukan untuk memeriksa fungsi telinga tengah. Timpanometri dapat mengevaluasi kondisi tulang di telinga bagian tengah dan gendang telinga (membran timpani) dari perbedaan tekanan udara di saluran telinga.
Alat yang digunakan pada pengukuran fungsi telinga dalam tes timpanometri yaitu timpanometer. Timpanometer merupakan alat yang berbentuk selang dengan bagian ujungnya seperti earphone.
Untuk penggunaannya, timpanometer akan dipasangkan pada kedua telinga langsung. Bagian ujung timpanometer terdapat alat yang dapat melepaskan udara ke saluran telinga. Timpanometer akan mengeluarkan gelombang udara apabila digunakan.
Gelombang udara tersebut dapat mengeluarkan gelombang udara yang bisa menciptakan perbedaan tekanan pada bagian dalam telinga tengah. Grafik tipanogram akan menunjukkan pengukuran tekanan udara nantinya.
Dokter akan menggunakan hasil yang terbaca dalam grafik tersebut untuk mengevaluasi fungsi gendang telinga. Selain itu juga untuk mendeteksi gangguan telinga yang dialami.
Pentingnya tes timpanometri
Untuk mengetahui jenis gangguan pendengaran yang dialami, biasanya dilakukan tes timpanometri. Hasil dari tes timpanometri dapat digunakan untuk mengetahui jenis pengobatan yang tepat dalam mengatasi gangguan telinga.
Biasanya tes timpanometri juga dilakukan untuk mendeteksi masalah atau penyakit telinga tengah yang dialami oleh anak-anak. Melalui tes ini, dokter dapat mengetahui penyebab hilangnya fungsi pendengaran.
Kerusakan pada sel-sel telinga tengah mungkin dapat menyebabkan kehilangan fungsi pendengaran (sensorineural hearing loss) atau adanya hambatan yang dapat mencegah suara masuk ke dalam telinga (conductive hearing loss).
Timpanometri dapat digunakan untuk mendeteksi beberapa masalah berikut ini:
- Adanya cairan pada telinga tengah,
- Infeksi telinga tengah,
- Adanya lubang pada gendang telinga, dan
- Disfungsi saluran eustachius.
Persiapan sebelum tes timpanometri
Dokter spesialis THT biasanya akan memeriksa kondisi saluran telinga sebelum pemeriksaan timpanometri menggunakan otoskop.
Otoskop pneumatik yang dilengkapi dengan lampu juga biasanya digunakan oleh dokter sehingga dokter dapat melihat gendang telinga dengan lebih jelas. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk melihat apakah terdapat hambatan aliran udara pada telinga, karena kondisi itu berpengaruh pada hasil tes.
Dokter harus memastikan saluran telinga benar-benar bersih sebelum tes timpanografi dilakukan dan memastikan tidak ada lubang atau gendang telinga yang pecah. Dokter akan memberikan tekanan pada telinga sehingga pasien akan merasa tidak nyaman selama pemeriksaan awal.
Pada pasien anak-anak, mereka mungkin akan merasa sangat terganggu dan sensitif selama pemeriksaan. Tapi tidak perlu khawatir, karena pemeriksaan ini tidak menimbulkan risiko yang serius atau rasa sakit yang kuat.
Prosedur tes timpanometri
Mengingat pentingnya tes timpanometri untuk pemeriksaan telinga, dokter akan memasangkan timpanometer pada kedua telinga pasien ketika tes dilakukan. Alat tersebut akan melepaskan udara sehingga terjadi perubahan tekanan pada bagian dalam telinga tengah.
Pasien dapat merasakannya ketika mendengar suara dengan volume yang sangat rendah. Hal itu akan menimbulkan sensasi seperti ketika berada di pesawat yang akan mendarat atau lepas landas.
Alat akan mengukur perubahan tekanan udara selama timpanometer terus melepaskan udara. Hal itu akan menunjukkan adanya respons atau pergerakan dari gendang telinga.
Reaksi tersebut akan menimbulkan gelombang suara. Sebagian suara tersebut akan terserap ke dalam gendang telinga. Sementara sebagian lain akan dihantarkan sampai ke telinga tengah, dan sisanya akan dipantulkan kembali.
Grafik timpanografi merupakan hasil pengukuran yang menunjukkan perubahan tekanan udara. Tes ini biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat. Hasil tes ini juga dapat langsung diketahui. Namun, pada pelaksanaan tes, pasien harus tenang dan diam.
Pasien harus menghindari membuat gerakan di sekitar mulut dan kepala, misalnya berbicara, tertawa, menangis, atau mengunyah. Adanya pergerakan yang berlebihan akan mempengaruhi hasil tes, sehingga hasilnya tidak akurat. Karena hal itu akan berpengaruh pada perubahan tekanan telinga tengah.
Itulah informasi mengenai pentingnya tes timpanometri untuk pemeriksaan telinga. Dapatkan alat bantu dengar SERENITY BTE Hearing Aid SRSA101 di Syaf Unica Indonesia.
