Mengetahui Arti Hasil Tes Timpanometri

|

Tes timpanometri dilakukan untuk mengetahui kondisi pada telinga tengah. Tes timpanometri biasanya akan memberikan grafik yang menunjukkan pergerakan dari gendang telinga. Berikut ini adalah informasi mengenai arti hasil tes timpanometri.

|

https://consultqd.clevelandclinic.org/

Apa itu Timpanometri?

Timpanometri merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis kondisi telinga tengah dan mobilitas membran timpani.

Membran timpani ialah jaringan tipis yang memisahkan segmen telinga tengah dan luar satu sama lain. Pada anak-anak, timpanometri dapat dilakukan setiap minggu selama beberapa bulan untuk mengetahui perubahan cairan dari waktu ke waktu.

Tes timpanometri juga dapat membantu untuk memeriksa tulang konduksi dengan menghasilkan perubahan tekanan udara di saluran telinga. Hal itu akan menjadi lebih mudah bagi dokter untuk mendiagnosis masalah di telinga tengah.

Tes timpanometri ini dilakukan untuk mencatat jumlah cairan yang dikumpulkan bayi atau anak-anak di telinga tengahnya selama periode waktu tertentu.

Cara kerja tes timpanometri

Pertama, seorang profesional akan menguji keberadaan kotoran telinga dan partikel lainnya. Kemudian mereka memasukkan earbud yang cenderung lembut untuk memeriksa kapasitas gendang telinga pasien dengan menggerakkannya dan mengubah tekanan udara di telinga.

Selama tes timpanometri, pasien akan mendengar suara redup. Pasien akan mendengar suara yang disebabkan oleh pengukuran kapasitas.

Jika timpanogram atau grafik hasil pemeriksaan timpanografi tidak normal maka akan ada cairan di belakang gendang telinga. Jika timpanogram normal, maka tidak akan ada cairan di telinga tengah.

Ini menunjukkan gerakan normal dari telinga tengah, gendang telinga, dan tulang konduksi. Timpanogram memberikan kelegaan untuk anak-anak dan orang dewasa.

Arti hasil tes timpanometri

Hasil pemeriksaan timpanometri akan membentuk grafik timpanogram yang dapat menunjukkan bagaimana pergerakan dari gendang telinga. Melalui grafik tersebut, dokter akan menjelaskan keadaan telinga apakah telinga bergerak terlalu kaku, berlebihan, atau terdapat indikasi gendang telinga pecah.

Hasil yang normal ditunjukkan dengan grafik yang memperlihatkan kurva yang memuncak di antara 0 daPA. Dari hasil tersebut, mengandung arti bahwa gendang telinga bereaksi dengan baik terhadap stimulasi udara dari timpanometer.

Hasil yang abnormal ditunjukkan dengan puncak grafik yang berada di angka kurang atau lebih dari 0 daPa. Garis datar akan terbentuk pada timpanogram apabila gendang telinga tidak bereaksi atau bergerak sama sekali.

Hal tersebut menjadi indikasi pecahnya gendang telinga dalam atau adanya cairan yang menyumbat aliran udara di saluran telinga. Hasil dari pemeriksaan timpanometri dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Tipe A: timpanogram normal.
  • Tipe B: timpanogram abnormal. Itu bisa berkaitan dengan kondisi telinga berair atau gendang telinga pecah.
  • Tipe C: timpanogram abnormal. Itu mengindikasikan gangguan fungsi saluran eustachius.
  • Tipe AS: timpanogram abnormal. Itu berhubungan dengan skeloris atau otoskelorsis.
  • Tipe AD: timpanogram abnormal. Itu mengindikasikan adanya dislokasi atau pergeseran tulang telinga tengah.

Nantinya dokter akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hubungan bentuk grafik timpanogram dengan gangguan pada fungsi telinga tengah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter nantinya akan menentukan langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi gangguan telinga yang dialami oleh pasien.

Itulah sedikit informasi mengenai arti hasil tes timpanometri. Semoga informasi yang kami sajikan bisa menambah wawasan Anda mengenai salah satu jenis pemeriksaan telinga ini. Segera kunjungi dokter THT apabila Anda memiliki keluhan terhadap telinga.

Dapatkan berbagai alat bantu dengar dan alat pemeriksaan telinga di Syaf Unica Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi