Pemantauan yang Dilakukan Selama Prosedur Ablasi Kateter

|

Ablasi kateter merupakan perawatan yang menggunakan energi (frekuensi radio) untuk menghilangkan area kecil jaringan jantung yang menyebabkan detak jantung cepat yang tidak normal, yang disebut takiaritmia. Simak pemantauan yang dilakukan selama prosedur ablasi kateter.

|

https://www.melbourneheartrhythm.com.au/

Cara dokter nemasukkan kateter pada prosedur ablasi kateter

Setelah pasien mengantuk, dokter akan membuat tempat pemasangan kateter menjadi mati rasa dengan menyuntikkan obat bius. Dokter akan memasukkan beberapa kateter melalui sayatan kecil ke dalam pembuluh darah besar (di selangkangan, leher atau lengan). Posisinya tergantung pada jenis prosedur ablasi yang dilakukan.

Terkadang juga diperlukan menggunakan arteri dan vena. Transduser dimasukkan melalui salah satu kateter sehingga ultrasound intrakardiak (di dalam jantung) dapat dilakukan selama prosedur. Ultrasonografi memungkinkan dokter untuk melihat struktur jantung.

Kateter dilewatkan melalui pembuluh darah ke jantung. Setelah kateter terpasang, dokter melihat monitor untuk memeriksa sistem konduksi jantung. Dokter kemudian menggunakan alat seperti alat pacu jantung untuk mengirim impuls listrik ke jantung sehingga meningkatkan detak jantung.

Apabila pasien mengalami aritmia selama prosedur, pasien akan diminta untuk menjelaskan gejala yang dirasakannya.

Biasanya dokter menggunakan kateter untuk menemukan letak atau area di mana aritmia berasal. Setelah area tersebut ditemukan, energi diterapkan melalui kateter untuk menghentikan impuls abnormal.

Setelah ablasi selesai, ahli elektrofisiologi menggunakan perangkat pemantauan untuk mengamati sinyal listrik di jantung untuk memastikan bahwa ritme abnormal telah diperbaiki.

Hal yang dilakukan pasien sebelum prosedur ablasi kateter

Prosedur ablasi kateter dilakukan pada ruangan khusus yaitu laboratorium elektrofisiologi (EP). Pasien akan berbaring di tempat tidur dan perawat akan memulai jalur intravena (IV) di lengan pasien. Jalur intravena digunakan untuk memberikan obat dan cairan selama prosedur.

Obat akan diberikan melalui infus pasien. Hal tersebut  untuk membuat pasien merasa mengantuk, dan mungkin jadi tertidur.

Leher, dada bagian atas, lengan dan selangkangan pasien akan dibersihkan dengan larutan antiseptik. Area yang menjadi tempat pemasangan kateter akan dicukur. Tirai steril akan ditempatkan untuk menutupi pasien dari leher hingga kaki.

Pemantauan yang dilakukan selama prosedur ablasi kateter

Perawat akan menghubungkan pasien ke beberapa monitor yang akan terus-menerus memeriksa irama jantung dan respons tubuh pasien terhadap aritmia apa pun yang mungkin dialami pasien selama prosedur.

Monitor yang digunakan selama prosedur ablasi kateter

– Defibrillator/alat pacu jantung/kardioverter

Alat ini ditempelkan pada satu tempelan lengket yang ditempatkan di tengah punggung dan satu di dada pasien. Defibrilator memungkinkan dokter dan perawat untuk mengatur detak jantung pasien jika terlalu lambat atau mengirimkan energi ke jantung pasien jika detaknya terlalu cepat.

– Elektrokardiogram (EKG)

EKG ditempelkan pada beberapa tempelan elektroda lengket yang ditempatkan di dada dan di dalam hati pasien. EKG memberikan gambar pada monitor impuls listrik yang berjalan melalui jantung.

– Monitor tekanan darah

Monitor ini terhubung ke manset tekanan darah di lengan pasien. Monitor ini berguna untuk memeriksa tekanan darah pasien selama ablasi.

– Sistem pemetaan

Teknologi tercanggih yang membantu dokter untuk menemukan area yang tepat dari aritmia yang dialami pasien.

– Monitor oksimeter

Oksimeter dipasang pada klip kecil yang ditempatkan di jari pasien. Oksimeter digunakan untuk memeriksa tingkat oksigen darah.

– Fluoroskopi

Mesin sinar-X besar akan ditempatkan di atas pasien untuk membantu dokter melihat kateter selama prosedur.

– Ultrasonografi intrakardiak

Dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam jantung dan digunakan selama prosedur untuk melihat struktur jantung dan kateter saat bersentuhan dengan lapisan jantung.

Itulah beberapa monitor pemantauan yang dilakukan selama prosedur ablasi kateter. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

|
Syaf Unica Indonesia menjual ABLATION CARTO*3 System. Alat ini dapat memberikan titik data berkualitas tinggi dengan menawarkan detail listrik dan anatomi kepada dokter dalam kasus yang sederhana dan kompleks.

WEBSITE || SYAF,CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi