Penggunaan metamfetamin dalam dosis tinggi dapat menimbulkan bahaya bagi penggunanya hingga menimbulkan kematian. Menggunakan metamfetamin dengan Benar harus dalam pengawasan dokter.

https://provincetownindependent.org/
Apa itu metamfetamin?
Metamfetamin merupakan obat stimulan sistem saraf pusat yang biasanya digunakan dalam pengobatan gangguan hiperaktif (ADHD) pada anak-anak. Gangguan tersebut ditandai dengan gejala perilaku hiperaktif dan impulsif, mudah terganggu, dan juga sulit berkonsentrasi.
Metamfetamin dapat juga untuk mengobati narkolepsi. Narkolepsi merupakan suatu jenis gangguan tidur. Pasien narkolepsi akan merasakan kantuk yang berlebihan, serta tertidur pada siang hari. Biasanya rasa kantuk yang dialami pasien narkolepsi ini menyerang secara tiba-tiba, terlepas dari apa pun aktivitas yang sedang dilakukan.
Metamfetamin tergolong dalam obat psikotropika. Obat inibekerja dengan cara meningkatkan jumlah zat kimia otak (neurotransmiter) dopamin, serotonin, dan norepinefrin. Ketiga neurotansmiter yang mengalami peningkatan tersebut dapat menyebabkan aktivitas otak dan sistem peredaran darah juga mengalami peningkatan.
Penggunaan metamfetamin dapat meningkatkan kesadaran pada penggunanya. Selain itu juga dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Metamfetamin juga dapat menimbulkan efek peningkatan energi dan nafsu makan yang menurun akibat adanya peningkatan neurotransmitter.
Menggunakan metamfetamin dengan benar perlu dilakukan karena dalam dosis tinggi, metamfetamin dapat berbahaya bagi penggunanya dan menyebabkan kematian, sehingga penggunaan obat ini harus dalam pengawasan dokter.
Peringatan penggunaan metamfetamin
- Setelah penggunaan amfetamin apabila timbul alergi atau overdosis, segera temui dokter.
- Wanita hamil atau menyusui perlu berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan metamfetamin.
- Bagi pasien aritmia, riwayat serangan jantung, gagal jantung, penyakit jantung koroner, penyakit katup jantung, stroke, hipertensi, atau gangguan lainnya pada pembuluh darah dan jantung perlu berhati-hati sebelum menggunakan metamfetamin.
- Pasien yang mengalami diabetes, sindrom Tourette, hipertiroidisme, glaukoma, riwayat penyalahgunaan NAPZA, serta riwayat kejang perlu berhati-hati menggunakan obat ini.
- Seseorang yang mengalami gangguan cemas, depresi, gangguan bipolar, atau gejala psikosis harus dalam pengawasan dokter.
Seseorang yang sedang berkendara atau mengoperasikan mesin-mesin berat yang berbahaya selama menjalani pengobatan dengan metamfetamin, perlu berhati-hati. Hal itu dikarenakan amfetamin dapat menimbulkan efek samping yaitu pusing dan berkurangnya kewaspadaan.
Konsumsi minuman mengandung zat alkohol saat sedang melakukan pengobatan dengan metamfetamin dilarang karena dapat memperparah efek samping yang muncul.
Menggunakan metamfetamin dengan Benar
Penggunaan metamfetamin untuk pengobatan perlu menyesuaikan instruksi dan resep dokter. Penggunaan obat ini tidak boleh disalahgunakan karena dapat menimbulkan efek berbahaya. Sebelum mengonsumsi metamfetamin, penting untuk membaca informasi yang ada dalam kemasan.
Dalam konsumsi metamfetamin, perlu dipastikan bahwa jarak waktunya cukup antara dosis satu ke dosis berikutnya. Usahakan pula untuk mengonsumsi obat tersebut pada jam yang sama agar memaksimalkan efek obat.
Pasien yang kelupaan mengonsumsi metamfetamin, dapat segera mengonsumsinya. Namun, apabila jarak waktu ke dosis berikutnya sudah terlalu dekat, maka dapat diabaikan dan tidak boleh menggandakan dosis.
Efek samping metamfetamin
Penggunaan metamfetamin dapat menimbulkan berbagai efek samping, diantaranya yaitu pusing, sakit kepala, sembelit, mual, sakit perut, diare, berat badan yang menurun, mulut kering, dan kesulitan tidur. Apabila penggunanya telah mengalami overdosis maka akan timbul gejala seperti sesak napas, tremor, aritmia, hipertensi atau hipotensi, Rhabdomyolysis, dan sebagainya.
Alat pemeriksa kadar metamfetamin

EGENS Drug Abuse Test Multi 7 Soma & K2 (AMP/MOP/THC/MET/BZO/SOMA/K2) merupakan alat uji imunokromatografi yang dapat digunakan untuk mendeteksi secara kualitatif metabolit obat yang terdapat dalam sampel urin manusia dalam konsentrasi batas.
Indikator yang dapat diperiksa dengan alat tersebut yaitu THC, Morfin (MOP), Amfetamin (amp), Metamfetamin (MET), Bezodiazephine (BZO), Kokain (COC), Ganja Sintetis (K2) dan metabolitnya dalam urin manusia di atas batas kadar 1000ng/ml (AMP), 50NG/ML (THC), 300 ng/ml (MOP), 500ng/ml (MET), 300 ng/ml (BZO), (COC) 300 ng/ml dan SOMA.
EGENS Drug Abuse Test Multi 7 Soma & K2 (AMP/MOP/THC/MET/BZO/SOMA/K2) dapat dibeli di Syaf Unica Indonesia.
Semoga informasi menggunakan metamfetamin dengan benar bisa bermanfaat untuk Anda.
