Mengenal Tes Western Blot dan Reagen yang Digunakan

|

Tes Western blot merupakan prosedur yang dilakukan untuk mencari antibody terhadap infeksi. Pelajari lebih lanjut mengenai tes Western blot dan reagen yang digunakan pada artikel berikut ini.

|

https://www.enzolifesciences.com/

Apa itu tes Western blot?

Tes Western blot dikenal juga sebagai tes imunoblot protein atau imunoblotting. Tes ini ditemukan pada tahun 1979 untuk mengidentifikasi protein pengikat RNA ribosom.

Apabila seseorang mendapatkan hasil positif untuk penyakit Lyme atau HIV setelah melakukan tes enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), biasanya dokter mungkin merekomendasikan tes Western blot kepada pasien.

Tes Western blot dilakukan untuk mencari antibodi terhadap infeksi, bukan infeksi itu sendiri. Apabila seseorang mengalami infeksi virus, jamur, atau bakteri, tubuh mereka akan menghasilkan protein yang disebut antigen sebagai respons. Antigen merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mendorong keluar antibodi dalam upaya melawan penyakit.

Western blot menggunakan prosedur yang disebut elektroforesis gel untuk mengidentifikasi dan memisahkan protein berdasarkan berat dan panjang molekul. Protein ditempatkan pada kertas isap yang terbuat dari bahan seperti nitroselulosa.

Sebuah enzim ditambahkan ke kertas. Jika terjadi perubahan warna, maka antibodi terhadap infeksi tertentu telah terdeteksi. Tes ini dapat memakan waktu beberapa minggu atau bulan sebelum antibodi ditemukan dalam darah, tes Western blot mungkin tidak selalu dapat diandalkan.

Kegunaan tes Western blot

Tes Western blot dan reagen yang digunakan untuk mengkonfirmasi atau menentang diagnosis penyakit HIV atau Lyme setelah tes antibodi ELISA kembali positif atau negatif. Karena tes ELISA terkadang menghasilkan positif palsu, maka tes kedua diperlukan untuk menentukan diagnosis lebih lanjut.

Jika seseorang mengalami penyakit Lyme, tes Western blot dapat mendeteksi antibodi terhadap B. burgdorferi, bakteri yang menyebabkan kondisi ini.

Jika seseorang memiliki HIV, tes Western blot dapat mendeteksi protein dari selubung atau inti virus dan enzim yang dihasilkan oleh infeksi HIV.

Prosedur tes Western blot

Tes Western blot merupakan tes darah sederhana. Untuk melakukan tes ini tidak perlu puasa atau persiapan dengan cara apa pun. Seperti semua tes darah, pasien mungkin perlu mengisi formulir persetujuan terlebih dahulu.

Pasien biasanya akan diambil sampel darah oleh dokter lalu dikirim ke laboratorium, atau pasien dapat langsung pergi ke laboratorium untuk pengujian setelah tes diperintahkan. Berdasarkan protokol dokter dan lab yang digunakan, biasanya pasien akan mendapatkan hasil tes dalam 4 atau 5 hari kerja.

Sama seperti semua tes darah, tidak ada efek samping serius yang ditimbulkan dari prosedur ini. Pasien kadang mengalami sedikit memar di tempat pengambilan darah. Apabila pasien merasa gugup atau tidak nyaman saat melakukan pengambilan darah, pasien dapat membawa seseorang bersama.

Tes Western blot dan reagen yang digunakan

|

Syaf Unica Indonesia menyediakan reagen tes Western blot dari Expedeon. Reagen ini merupakan portofolio produk berkualitas tinggi Expedeon yang mencakup unit blotting, larutan dan noda pendeteksi protein, buffer blot, membran, dan peralatan untuk mendukung transfer protein elektroforesis yang cepat dan andal untuk berbagai aplikasi hilir.

Kelebihan Western Blot Reagents

  • Gel protein tear-freeberkualitas tinggi
  • Terdapat 2 view antibodi sekunder mode ganda
  • Larutan penyangga dan pewarnaan
  • Membran nitroselulosa dan PVDF
  • Larutan LumiBlue ECL

Western Blot Reagents bisa Anda beli melalui website Syaf Unica Indonesia. Semoga informasi yang kami sajikan mengenai tes Western blot dan reagen yang digunakan bisa bermanfaat untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi