Spirometri merupakan pengujian yang dilakukan terhadap pernapasan. Ketahui hasil pemeriksaan spirometri dalam artikel berikut ini.

https://aluna.blog/
Mengenal spirometri
Spirometri merupakan jenis tes pernapasan atau fungsi paru yang paling umum dilakukan. Tes ini mengukur seberapa banyak udara yang dapat dihirup masuk dan keluar dari paru-paru. Selain itu juga mengukur seberapa mudah dan cepat pasien dapat menghembuskan udara keluar dari paru-paru.
Dokter biasanya akan melakukan tes spirometri apabila pasien mengalami mengi, sesak napas, atau batuk. Ini dapat membantu mendiagnosis masalah seperti asma dan COPD, atau dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi paru-paru sebelum operasi.
Pasien mungkin juga melakukan spirometri jika sedang dirawat karena penyakit paru-paru kronis, seperti COPD, asma, atau fibrosis paru. Hal itu untuk menentukan apakah penyakit membaik atau memburuk dan apakah obat atau inhaler bekerja dengan benar. Spirometri dapat dilakukan di kantor dokter atau di laboratorium pengujian fungsi paru khusus.
Pentingnya melakukan tes spirometeri
Spirometri membantu dokter untuk mengetahui penyebab gejala seperti batuk jangka panjang atau sesak napas. Hasil pemeriksaan spirometri diiringi dengan tes lain membantu mendiagnosis kondisi seperti:
- Asma
- PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), termasuk emfisema, bronkitis kronis, dan beberapa jenis asma, di mana sesak napas meningkat dari waktu ke waktu
- Penyakit paru interstisial (ILD) termasuk fibrosis paru, di mana penumpukan jaringan parut di paru-paru membuat sulit bernapas
Jika pasien memiliki penyakit paru-paru, dokter dapat menggunakan spirometri untuk menguji perubahan fungsi paru-paru pasien dari waktu ke waktu. Ini menunjukkan apakah kondisi pasien membaik dengan pengobatan.
Dokter biasanya juga menggunakan spirometri untuk:
- Membantu memilih perawatan untuk kondisi paru-paru.
- Memeriksa seberapa baik obat-obatan yang dihirup dapat bekerja untuk pasien.
- Mencari tanda-tanda awal penyempitan saluran udara atau jaringan parut paru-paru.
- Melihat apakah pasien menghirup zat berbahaya.
- Memeriksa apakah paru-paru cukup kuat untuk menangani operasi yang mungkin diperlukan.
Tingkat normal untuk tes spirometri
Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan bagaimana fungsi paru-paru dibandingkan dengan seseorang yang seusia, tinggi, dan jenis kelamin dengan paru-paru yang normal dan sehat. Hasil dari tes spirometri meluputi:
FEV
FEV yaitu forced expiratory volume atau volume ekspirasi paksa, merupakan persentase udara yang dapat dihembuskan dari paru-paru dalam napas paksa. Pasien mendapatkan hasil untuk masing-masing dari tiga napas yang diambil pada tes, yaitu FEV1, FEV2, dan FEV3. Orang dengan paru-paru normal dan sehat dapat menghembuskan 80% atau lebih udara dari paru-paru mereka. Nilai FEV lebih rendah dari normal berarti ada sesuatu yang menghalangi saluran udara.
FVC
FVC (Forced vital capacity) atau kapasitas vital paksa merupakan jumlah total udara yang dihembuskan selama tes FEV. Nilai FVC yang lebih rendah dari normal berarti ada sesuatu yang membatasi pernapasan.
Untuk FVC dan FEV, hasil pemeriksaan spirometri inilah yang mungkin disarankan oleh skor yang lebih rendah dari biasanya:
- Kondisi paru-paru ringan: 70% hingga 79%
- Kondisi paru-paru sedang: 60% hingga 69%
- Penyakit paru-paru parah: Kurang dari 60%
FVC/FEV-1
Spirometri juga mengambil kedua skor ini dan menghitung rasio FVC/FEV-1. Ini memberi tahu pasien persentase ruang udara paru-paru yang dapat dihembuskan dalam satu detik. Hasil normal adalah 70% atau lebih untuk orang dewasa di bawah 65 tahun.
Rasio FVC/FEV-1 di bawah normal membantu dokter menilai tingkat keparahan kondisi paru-paru pasien:
- Kondisi paru-paru ringan: 60% hingga 69%
- Kondisi paru-paru sedang: 50% hingga 59%
- Kondisi paru-paru parah: Kurang dari 50%
Semoga informasi mengenai hasil pemeriksaan spirometri bisa bermanfaat untuk Anda. Anda dapat membeli alat spirometer yaitu NESCO SPIROMETER TYPE SQ-01 di Syaf Unica Indonesia.

