
https://theconversation.com/
Antibiotik merupakan salah satu obat yang paling sering diresepkan dalam pengobatan modern. Antibiotik menyembuhkan penyakit dengan membunuh atau melukai bakteri.
Antibiotik pertama adalah penisilin, ditemukan secara tidak sengaja dari kultur jamur. Saat ini, lebih dari 100 antibiotik berbeda tersedia untuk menyembuhkan infeksi ringan dan mengancam jiwa.
Antibiotik hanya mengobati infeksi bakteri walaupun ini berguna untuk berbagai macam infeksi. Antibiotik tidak berguna untuk melawan infeksi virus (misalnya, flu biasa) dan infeksi jamur (seperti kurap). Dokter dapat menentukan apakah antibiotik tepat untuk kondisi pasien.
Efek samping antibiotik
Antibiotik mungkin memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang lebih umum yaitu:
- Kotoran lunak atau diare
- Sakit perut ringan
Pasien harus memberi tahu dokter jika memiliki salah satu dari efek samping berikut:
- Muntah
- Kram perut dan diare berair yang parah
- Reaksi alergi (sesak napas, gatal-gatal, pembengkakan bibir, wajah, atau lidah, pingsan)
- Ruam
- Vagina gatal atau keputihan
- Bercak putih di lidah
Gejala reaksi alergi terhadap antibiotik
Beberapa orang alergi terhadap jenis antibiotik tertentu, paling sering penisilin. Jika pasien memiliki pertanyaan tentang kemungkinan alergi, tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum minum obat. Reaksi alergi umumnya memiliki gejala berikut:
- Sesak napas
- Ruam
- Gatal-gatal
- Pembengkakan pada bibir, wajah, atau lidah
- Pingsan
Efek Samping dan gejala alergi antibiotik perlu diketahui dan diwaspadai Sebelum pemberian antibiotik.
Jenis-jenis antibiotik
Meskipun ada lebih dari 100 antibiotik, sebagian besar hanya berasal dari beberapa jenis obat. Ini adalah kelas utama antibiotik. Berikut ini adalah jenis utama antibiotik:
- Penisilin, seperti penisilin dan amoksisilin
- Sefalosporin, seperti sefaleksin (Keflex)
- Makrolida, seperti eritromisin (E-Mycin), klaritromisin (Biaxin), dan azitromisin (Zithromax)
- Fluoroquinolones, seperti ciprofolxacin (Cipro), levofloxacin (Levaquin), dan ofloxacin (Floxin)
- Sulfonamida, seperti kotrimoksazol (Bactrim) dan trimetoprim (Proloprim)
- Tetrasiklin, seperti tetrasiklin (Sumycin, Panmycin) dan doksisiklin (Vibramycin)
- Aminoglikosida, seperti gentamisin (Garamycin) dan tobramycin (Tobrex)
Sebagian besar antibiotik memiliki dua nama, nama dagang atau merek, yang dibuat oleh perusahaan obat yang memproduksi obat tersebut, dan nama generik, berdasarkan struktur kimia atau kelas kimia antibiotik.
Nama dagang seperti Keflex dan Zithromax ditulis dengan huruf kapital. Obat generik seperti sefaleksin dan azitromisin tidak ditulis dengan huruf kapital.
Setiap antibiotik hanya efektif untuk jenis infeksi tertentu, dan dokter paling mampu membandingkan kebutuhan pasien dengan obat-obatan yang tersedia.
Dalam kebanyakan kasus penggunaan antibiotik, dokter harus memilih antibiotik berdasarkan kemungkinan penyebab infeksi. Misalnya, jika pasien sakit telinga, dokter mengetahui jenis bakteri apa yang paling banyak menyebabkan infeksi telinga.
Dokter juga akan mencari tahu efek Samping dan gejala alergi antibiotik. Dokter akan memilih antibiotik yang paling baik memerangi jenis bakteri tersebut. Dalam contoh lain, beberapa bakteri menyebabkan sebagian besar pneumonia pada orang yang sebelumnya sehat.
Jika pasien didiagnosis menderita pneumonia, dokter akan memilih antibiotik yang akan membunuh bakteri tersebut.
Faktor-faktor lain dapat dipertimbangkan ketika memilih antibiotik. Biaya pengobatan, jadwal pemberian dosis, dan efek samping yang umum sering diperhitungkan. Pola infeksi di lingkungan pasien juga dapat dipertimbangkan.
Hanya dokter yang dapat memilih kelas terbaik dan antibiotik terbaik dari kelas itu untuk kebutuhan pribadi pasien.
Semoga informasi mengenai efek Samping dan gejala alergi antibiotik bisa bermanfaat. Dapatkan berbagai peralatan kesehatan dan lab di Syaf Unica Indonesia.
