Beberapa orang mungkin asing mengenai Albert stain. Albert stain merupakan pewarnaan untuk mendeteksi adanya Corynebacterium diphtheriae. Berikut ini informasi mengenai prinsip dan prosedur Albert stain.

https://noteshippo..com
Mengenal tentang Albert stain
Albert stain atau pewarnaan Albert merupakan jenis pewarnaan diferensial yang digunakan untuk pewarnaan polimer polifosfat dengan berat molekul tinggi yang dikenal sebagai butiran metakromatik atau butiran volutin yang ditemukan di Corynebacterium diphtheriae. Butiran metakromatik juga ditemukan pada spesies Yersinia pestis, dan Mycobacterium.
Dinamakan metakromatik karena sifatnya yang berubah warna yaitu ketika diwarnai dengan noda biru mereka tampak berwarna merah. Ketika tumbuh di lereng Loffler, C. diphtheriae menghasilkan butiran dalam jumlah besar.
Prinsip Albert stain
Teknik pewarnaan Albert bertujuan untuk mendeteksi keberadaan badan granulasi metakromatik Corynebacterium diphtheriae. Pewarnaan Albert terdiri dari dua larutan pewarnaan, yaitu larutan Albert 1 dan larutan Albert 2.
Untuk menggunakan larutan pewarnaan Albert, masing-masing dari dua larutan harus disiapkan secara efektif dengan persentase komponen yang tepat untuk menunjukkan butiran dengan warna yang tepat setelah pewarnaan.
Larutan pewarna Albert 1 bertindak sebagai larutan pewarna sedangkan larutan Albert 2 bertindak sebagai mordan, yaitu unsur ion yang mengikat dan menahan zat warna kimia, agar melekat pada mikroorganisme.
Komposisi larutan Albert stain
Prinsip dan prosedur Albert stain perlu untuk diketahui. Albert stain memiliki dua larutan yaitu larutan Albert 1 dan Albert 2 seperti yang disebutkan sebelumnya. Komposisi masing-masing larutan tersebut yaitu:
Larutan Albert A terdiri dari
- Toludin biru 0,15 gram
- Malachite hijau 0.20 gm
- Asam asetat glasial 1 ml
- Alkohol (95% etanol) 2ml
Cara membuat larutan Albert A
- Larutkan pewarna dalam alkohol dan tambahkan ke air suling dan asam asetat.
- Biarkan noda bertahan selama satu hari, lalu saring.
- Tambahkan air suling untuk membuat volume akhir 100ml
Larutan Albert B terdiri dari
- Yodium 2 gram
- Kalium iodida (KI) 3 gram
Cara membuat larutan Albert B
- Larutkan KI dalam air
- Tambahkan yodium
- Larutkan yodium dalam larutan kalium iodida
Prosedur Albert stain
Setelah mengetahui prinsip dan prosedur Albert stain, berikut ini adalah prosedur yang harus dilakukan apabila hendak melakukan pewarnaan Albert:
- Siapkan smear pada slide bebas lemak yang bersih.
- Udara kering dan panas memperbaiki smear.
- Rawat smeardengan pewarna Albert dan biarkan bereaksi selama sekitar 7 menit.
- Tiriskan kelebihan noda jangan air cuci slide dengan air.
- Basahi smeardengan yodium Albert selama 2 menit.
- Cuci slide dengan air, keringkan di udara dan amati di bawah lensa minyak imersi.
Hasil Albert stain
Apabila terdapat Corynebacterium diphtheriae dalam sampel maka akan tampak bakteri berbentuk batang berwarna hijau yang tersusun saling bersudut, menyerupai huruf Inggris ‘L’, ‘V’, atau pola huruf Cina beserta butiran metakromatik hitam kebiruan pada kutubnya.
Albert staim membantu membedakan Corynebacterium diphtheriae dari kebanyakan diphtheroid nonpatogenik pendek yang tidak memiliki butiran.
Aplikasi dari Albert Stain
Albert stain utamanya digunakan untuk mengidentifikasi butiran metakromatik yang ditemukan pada mikroorganisme penyebab penyakit seperti Corynebacterium diphtheriae.
Albert stain menjadi pewarna diferensial untuk membantu membedakan Corneybacterium diphtheriae dari difteri nonpatogenik lain yang tidak memiliki butiran metakromatik.
Membeli Albert stain kit
Untuk memudahkan proses pengujian, Anda bisa menggunakan kit Albert stain. Penggunan kit Albert stain ini, Anda tidak perlu lagi ribet dan membuang waktu untuk membuat larutan Albert A dan B.
Syaf Unica Indonesia menyediakan CDH Albert Metachromatic stains kit. Kit tersebut bisa Anda beli melalui website. Semoga informasi mengenai prinsip dan prosedur Albert stain bisa bermanfaat.
