Fungsi dan Jenis Timbangan Analitik

Jenis Timbangan Analitik

Timbangan analitik memiliki keberadaan yang penting di laboratorium. Berikut ini adalah fungsi dan jenis timbangan analitik yang perlu Anda ketahui.


Apa itu timbangan analitik?

Timbangan memiliki nama lain timbangan analitik, timbangan gram halus, dan timbangan laboratorium termasuk dalam kategori alat laboratorium umum. 

Berbeda dengan timbangan pada umumnya, fungsi timbangan analitik digunakan secara khusus untuk menimbang benda dengan bobot yang sangat ringan.

Alat yang biasa digunakan di laboratorium sebagai alat ukur dalam kegiatan penelitian ini, dapat mengukur massa suatu zat yang kecil. Bahkan dalam satuan sub miligram. Selain itu, sejumlah timbangan analitik yang dijual di pasaran memiliki tingkat akurasi 0,0003 gram. 

Jadi, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa neraca analitik adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur massa suatu zat kecil, bahkan dalam satuan sub-miligram.

Jenis timbangan analitik berdasarkan cara penggunaan

Ada dua jenis neraca analitik berdasarkan cara penggunaannya. Neraca analitik terdiri dari dua jenis yaitu analog dan digital. Berikut penjelasannya:

Neraca analitik analog

Proses pengoperasian timbangan ini masih manual yaitu dengan menggerakkan penggeser (disebut juga anting). Jadi, penggunanya perlu menggerakkan penggeser untuk melihat massa suatu zat. 

Untuk menganalisis suatu zat, pengguna perlu menggerakkan 3 lengan penggeser (ratusan, puluhan, dan satuan) hingga timbangan seimbang. Hanya dengan begitu pengguna akan dapat melihat berat zat tersebut.

Neraca analitik digital

Sesuai dengan namanya, timbangan jenis ini tidak seperti timbangan analitik analog yang proses pengoperasiannya dilakukan secara manual. 

Timbangan ini memberikan kemudahan dalam pengoperasiannya. Itu karena pengguna hanya perlu meletakkan zat yang ingin diukur pada wadah yang telah disediakan (timbangan panci) untuk mengetahui massanya. 

Jenis timbangan ini banyak digunakan oleh para asisten laboratorium dan peneliti untuk bekerja dengan cepat dan praktis.

Baca juga: Apa yang membuat timbangan analitik berbeda dengan timbangan lain?

Jenis timbangan analitik berdasarkan proses kalibrasi

Nah, selain dari cara penggunaannya, jenis neraca analitik juga terbagi berdasarkan proses kalibrasinya. Kalibrasi sendiri merupakan proses penyetelan ulang alat ke nilai standar dan presisi. Itu dilakukan jika akurasi neraca analitik menurun akibat penggunaan terus menerus. 

Kedua jenis timbangan berdasar proses kalibrasinya adalah sebagai berikut:

Kalibrasi eksternal

Timbangan ini membutuhkan komponen lain yaitu pendulum kalibrasi untuk melakukan proses kalibrasi. Tidak bisa dilakukan oleh semua orang, proses kalibrasi ini perlu dilakukan oleh seseorang yang berkompeten dalam hal kalibrasi timbangan analitik.

Kalibrasi internal

Pada jenis ini, proses kalibrasi tidak memerlukan komponen tambahan. Pengguna dapat mengatur ulang timbangan sendiri sesuai dengan manual saat menggunakan timbangan analitik kalibrasi internal.

Apa fungsi timbangan analitik?

Timbangan analitik memiliki fungsi yang beragam. Beberapa fungsi neraca analitik yang perlu Anda ketahui antara lain:

  • Alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu zat, baik padat maupun cair. Ini digunakan oleh sebagian besar peneliti untuk mengukur massa suatu zat dengan ketelitian yang sangat tinggi.
  • Neraca analitik memiliki tingkat ketelitian yang dapat mencapai 0,0001 gram. Padahal, sejumlah neraca analitik memiliki fungsi yang sangat lengkap.
  • Selain untuk menghitung massa suatu zat, terdapat beberapa neraca analitik yang juga berfungsi untuk membuat persentase massa suatu zat terhadap zat lain.

Itulah informasi mengenai jenis timbangan analitik dan fungsinya. Anda bisa membeli timbangan analitik di Syaf Unica Indonesia.

Nesco Timbangan Analitic 100gr – 0,001gr

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi