Telur terdiri dari bagian putih dan kuning telur. Tahukah Anda efek samping putih telur bila dikonsumsi?
Kandungan nutrisi putih telur
Bagian putih telur disebut putih telur. Letaknya di antara kuning telur dan cangkangnya. Putih telur memiliki kandungan nutrisi yang terdiri dari:
- Protein
- Sodium
- Selenium
- Folat
- Kalsium
Putih telur sendiri memiliki sekitar 16 kalori. Walaupun putih telur sangat baik, namun mengonsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping.
Efek samping putih telur
Putih telur mengandung protein tinggi. Tetapi nilai gizinya rendah jika dibandingkan dengan telur utuh. Ada juga efek samping yang terkait dengan putih telur, seperti alergi, infeksi, dan defisiensi. Namun, tidak semua orang mungkin mengalami efek buruk ini.
Reaksi alergi
Beberapa orang alergi terhadap putih telur serta protein albumin. Makan putih telur dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan gejala seperti ruam, bengkak, mual, diare, muntah, mengi, batuk, dan bersin.
Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, makan putih telur juga dapat memicu gejala parah seperti kesulitan bernapas, penurunan tekanan darah, peradangan di tenggorokan atau mulut, dan kehilangan kesadaran. Orang yang alergi terhadap telur cenderung alergi terhadap putih telur.
Keracunan makanan
Putih telur mentah dapat terkontaminasi oleh Salmonella, bakteri yang ditemukan di usus ayam. Itu juga dapat hadir di permukaan dalam dan luar kulit telur.
Untuk menghindari risiko salmonella, dianjurkan untuk menghindari makan putih telur setiap hari. Tetapi memasak telur untuk jangka waktu yang lama dan pada suhu tinggi bisa menjadi solusinya. Yang terbaik adalah makan putih telur rebus atau goreng dengan benar.
Penipisan vitamin B atau biotin yang larut dalam air
Kekurangan Biotin, juga dikenal sebagai Vitamin H atau Vitamin B7, dapat menyebabkan masalah kondisi kulit. Itu seperti cradle cap, dermatitis seboroik, kurangnya otot atau koordinasi, nyeri otot dan kram, kejang dan rambut rontok. Ini menjadi efek samping putih telur bila dikonsumsi berlebih.
Namun, berdasarkan penelitian dalam jurnal NBCI dan Science Direct menunjukkan bahwa masalah kulit tersebut bisa twrjadi hanya jika makan putih telur mentah. Itu juga untuk jangka waktu yang lama, kekurangan biotin dapat terjadi.
Ini karena Avidin, protein yang ada dalam putih telur menghilangkan biotin dari tubuh. Sehingga meningkatkan risiko kekurangan biotin, dan dapat meningkatkan risiko kemungkinan efek samping.
Baca juga: Manfaat konsumsi telur dan efek sampingnya
Kelebihan protein dalam tubuh
Putih telur kaya akan protein. Menurut dokter, mengonsumsi protein dalam jumlah tinggi bisa berbahaya jika Anda menderita masalah ginjal. Telur vegan dari tanaman juga menjadi solusi yang populer.
Orang dengan laju filtrasi glomerulus yang rendah dapat mengalami cedera ginjal akut karena nilai biologis protein telur yang tinggi. Sebanyak 0,6-0,8 gram protein adalah asupan harian yang direkomendasikan untuk orang yang menderita gangguan fungsi ginjal.
Namun, dokter tetap merekomendasikan bahwa sekitar 60% protein berasal dari telur. Jadi, dianjurkan untuk makan tidak lebih dari beberapa butir telur setiap hari. Orang yang memiliki masalah hati akut harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum memulai diet yang mencakup putih telur.
Konsumsi telur dengan porsi yang pas bisa Anda lakukan untuk menghindari efek samping putih telur. Agar tidak bosan, Anda bisa mengolahnya dengan berbagai variasi.

