CARA MENGGUNAKAN SS AGAR

SS Agar

Artikel ini akan membahas tentang berbagai kegunaan dan cara menggunakan SS Agar. Simak artikel ini sampai selesai.


Dalam bidang mikrobiologi klinis maupun laboratorium lingkungan, deteksi bakteri patogen usus menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan pangan serta kesehatan masyarakat. Dua bakteri yang sering menjadi fokus penelitian adalah Salmonella dan Shigella. Untuk mengidentifikasi keduanya, dapat menggunakan SS Agar , (Salmonella-Shigella Agar). Medium ini sangat berguna karena mampu menekan pertumbuhan bakteri non-target sekaligus menampilkan karakteristik diferensial yang jelas.

APA ITU SS AGAR?

SS Agar atau Salmonella-Shigella Agar merupakan medium selektif dan diferensial yang dirancang untuk mengisolasi serta mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan, khususnya Salmonella dan Shigella.

Medium ini mengandung beberapa komponen penting:

  1. Bile salts dan sodium citrate: menghambat pertumbuhan bakteri gram positif.
  2. Lactose: sebagai sumber karbohidrat untuk diferensiasi fermentasi.
  3. Neutral red: indikator pH yang menunjukkan fermentasi laktosa.
  4. Sodium thiosulfate dan ferric citrate: untuk mendeteksi produksi hidrogen sulfida (H₂S).

APA SAJA KEGUNAANNYA?

SS Agar banyak digunakan dalam laboratorium karena memiliki fungsi sebagai berikut:

Isolasi Salmonella dan Shigella

Medium ini dirancang khusus untuk menyeleksi kedua bakteri tersebut dari sampel klinis maupun pangan.

Diferensiasi bakteri fermentatif dan non-fermentatif

Koloni fermentasi laktosa tampak merah muda, sementara non-fermentatif tetap pucat.

Deteksi produksi H₂S

Koloni Salmonella biasanya menampilkan inti berwarna hitam akibat produksi hidrogen sulfida.

Pengujian kualitas pangan dan air

Berguna dalam memastikan produk bebas dari bakteri enterik patogen.

Baca juga: Kalibrasi Vectra 3 Automated Quantitative Pathology Imaging System

CARA MENGGUNAKAN SS AGAR

Agar hasil pemeriksaan lebih akurat, berikut langkah-langkah penggunaan SS Agar:

Persiapan medium

  1. Timbang bubuk SS Agar sesuai instruksi produsen.
  2. Larutkan dalam air suling sambil dipanaskan hingga mendidih.
  3. Jangan autoklaf karena komponen medium dapat rusak.

Penuangan medium

  1. Tuangkan larutan panas ke dalam cawan petri steril.
  2. Biarkan mengeras pada suhu ruang.

Inokulasi sampel

  1. Ambil sampel menggunakan loop steril.
  2. Goreskan secara streaking pada permukaan agar.

Inkubasi

Simpan cawan pada suhu 35–37°C selama 18–24 jam.

Interpretasi hasil

  1. Koloni merah muda: bakteri fermentasi laktosa (misalnya E. coli).
  2. Koloni pucat transparan: kemungkinan Shigella.
  3. Koloni pucat dengan inti hitam: indikasi Salmonella.

SS Agar adalah medium selektif yang sangat efektif dalam mendeteksi Salmonella dan Shigella. Dengan kombinasi sifat selektif dan diferensial, medium ini memungkinkan identifikasi yang cepat serta akurat. Penggunaan SS Agar tidak hanya penting dalam diagnosis klinis, tetapi juga krusial dalam menjaga kualitas pangan dan air agar tetap aman dikonsumsi. Dengan prosedur penggunaan yang tepat, laboratorium dapat memperoleh hasil yang andal dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.


Sumber:

Salmonella Shigella (SS) Agar- Composition, Principle, Uses, Preparation and Result Interpretation (microbiologyinfo.com)

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi