Artikel ini akan membahas tentang kegunaan dan cara menggunakan Anaerobic Workstation. Simak artikel ini sampai selesai.
Dalam penelitian mikrobiologi, khususnya yang berhubungan dengan bakteri anaerob, dibutuhkan lingkungan kerja yang sepenuhnya bebas dari oksigen. Untuk memenuhi kebutuhan ini, digunakan perangkat khusus bernama Anaerobic Workstation. Alat ini memungkinkan peneliti untuk menumbuhkan dan memanipulasi mikroorganisme anaerob secara aman dan efisien.
APA ITU ANAEROBIC WORKSTATION?
Anaerobic Workstation adalah alat laboratorium yang dirancang untuk menciptakan dan mempertahankan atmosfer tanpa oksigen (anaerob) dalam keadaan tertutup. Alat ini dilengkapi dengan sistem glove ports (sarung tangan terintegrasi) dan kontrol gas otomatis, yang memungkinkan pengguna bekerja langsung dalam lingkungan anoksik tanpa membuka ruang kerja dan tanpa resiko masuknya udara luar.
Biasanya, atmosfer dalam workstation ini terdiri dari campuran gas nitrogen, karbon dioksida, dan hidrogen, serta dilengkapi dengan sistem katalisator untuk menghilangkan sisa oksigen.
KEGUNAAN ANAEROBIC WORKSTATION
Anaerobic Workstation memiliki banyak kegunaan dalam laboratorium mikrobiologi, di antaranya:
Kultivasi Mikroorganisme Anaerob:
Alat ini memungkinkan pertumbuhan bakteri anaerob seperti Clostridium spp., Bacteroides spp., dan Peptostreptococcus spp. yang tidak dapat bertahan di lingkungan oksigen.
Penelitian Klinis dan Diagnostik:
Digunakan untuk mengidentifikasi patogen anaerob dari sampel klinis.
Riset Makanan dan Industri Fermentasi:
Berguna dalam studi fermentasi makanan dan produksi bahan kimia berbasis mikroorganisme.
Pengujian Obat dan Antibiotik:
Digunakan untuk menguji sensitivitas bakteri anaerob terhadap berbagai jenis antibiotik.
Studi Lingkungan dan Bioteknologi:
Mendukung penelitian mikroorganisme dari lingkungan ekstrem atau limbah industri.
CARA MENGGUNAKAN ANAEROBIC WORKSTATION
Penggunaan Anaerobic Workstation perlu dilakukan sesuai prosedur agar lingkungan anaerobik tetap terjaga. Berikut langkah-langkah umumnya:
Persiapan Awal:
- Nyalakan alat dan sistem gas.
- Pastikan katalisator dalam kondisi aktif (biasanya menggunakan palladium).
- Atur suhu inkubator jika workstation dilengkapi fitur ini.
Pemasukan Sampel atau Media:
- Masukkan semua bahan dan alat yang diperlukan melalui airlock chamber.
- Jalankan siklus evakuasi dan penggantian gas untuk menghilangkan oksigen dalam chamber.
Bekerja di Dalam Workstation:
- Gunakan sarung tangan (glove ports) untuk bekerja di dalam ruang kerja.
- Lakukan semua prosedur seperti inokulasi, inkubasi, dan pengamatan tanpa membuka ruang kerja.
Pemeliharaan Atmosfer Anaerobik:
- Periksa sensor oksigen secara berkala.
- Gantilah gas jika tekanan berkurang atau jika kadar oksigen meningkat.
Pembersihan dan Pemeliharaan:
- Bersihkan permukaan dalam secara rutin dengan desinfektan yang aman.
- Lakukan kalibrasi dan servis berkala sesuai petunjuk pabrikan.
Anaerobic Workstation adalah alat krusial dalam dunia mikrobiologi yang membutuhkan lingkungan bebas oksigen untuk menumbuhkan mikroorganisme anaerob. Dengan memahami kegunaan dan cara menggunakan Anaerobic Workstation, laboratorium dapat menjalankan penelitian atau diagnosis dengan lebih akurat dan efisien. Perangkat ini tidak hanya menjamin hasil eksperimen yang andal, tetapi juga mendukung keamanan dan produktivitas kerja di lingkungan laboratorium modern.
Sumber:
Anaerobic Workstations – Scintica
Whitley A35 Anaerobic Chamber | Don Whitley Scientific (dwscientific.com)

