Gastritis merupakan kondisi yang menyerang saluran pencernaan. Ketahui penyebab dan gejala gastritis berikut ini.
Apa Itu Gastritis?
Gastritis merupakan kondisi yang terjadi ketika lapisan perut, yang dikenal sebagai mukosa lambung, mengalami peradangan. Sementara kondisi yang disebut gastroenteritis mempengaruhi usus dan lambung, gastritis hanya mempengaruhi lambung.
Seringkali, pembengkakan dan iritasi yang menyertai gastritis adalah akibat dari infeksi bakteri. Gastritis juga dapat berasal dari penyakit lain atau faktor gaya hidup tertentu, seperti penggunaan obat pereda nyeri yang berlebihan dan penyalahgunaan alkohol.
Semua atau sebagian dari mukosa lambung dapat terlibat dalam gastritis, dan kondisinya dapat berupa akut (gastritis jangka pendek yang sembuh dalam beberapa hari atau minggu) atau kronis (gastritis yang bertahan dalam jangka waktu yang lama).
Gastritis akut
Dengan gastritis akut, rasa sakit biasanya datang tiba-tiba tetapi bersifat sementara, kadang-kadang digambarkan sebagai serangan akut atau “flare”.
Umumnya, gastritis akut berlangsung antara 2-10 hari dan dapat sangat membaik dengan pengobatan simtomatik. Orang biasanya sembuh dari gastritis akut tanpa komplikasi atau membutuhkan intervensi medis lebih lanjut.
Baca juga: Bagaimana Gastritis Didiagnosis dan Diobati?
Gastritis kronis
Tanpa pengobatan, gastritis kronis dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan bertahun-tahun. Gastritis kronis terjadi dalam jangka waktu yang lama, sehingga secara bertahap dapat mengikis lapisan perut seseorang.
Penting untuk mencari evaluasi dan pengobatan untuk gastritis kronis, karena dapat menyebabkan komplikasi seperti bisul dan pendarahan.
Apa saja jenis penyakit gastritis?
Sebelum mengetahui penyebab dan gejala gastritis, terdapat dua jenis utama gastritis, yaitu:
- Erosif (reaktif)
Gastritis erosif menyebabkan peradangan dan erosi (mengikis) lapisan lambung. Kondisi ini juga dikenal sebagai gastritis reaktif. Penyebabnya antara lain alkohol, merokok, NSAID, kortikosteroid, infeksi virus atau bakteri, dan stres akibat penyakit atau cedera.
- Non-erosif
Peradangan pada lapisan perut tanpa erosi atau merusak lapisan perut
Apa penyebab gastritis?
Gastritis dapat disebabkan oleh berbagai hal. Biasanya gastritis disebabkan karen iritasi akibat penggunaan alkohol yang berlebihan.
Selain itu juga muntah kronis, stres, atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin atau obat antiinflamasi lainnya. Gastritis juga bisa disebabkan oleh:
- Helicobacter pylori (H. pylori): Bakteri yang hidup di lapisan mukosa lambung; tanpa pengobatan, infeksi dapat menyebabkan bisul, dan pada beberapa orang, kanker perut.
- Refluks empedu: Aliran balik empedu dari saluran empedu (yang menghubungkan ke hati dan kantong empedu) ke lambung
- Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus
Jika gastritis tidak diobati, dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker perut. Sehingga penyebab dan gejala gastritis perlu diwaspadai.
Apa saja gejala gastritis?
Banyak orang dengan gastritis tidak memiliki gejala. Kondisi ini didiagnosis hanya ketika sampel mukosa lambung diperiksa untuk penyakit lain yang dicurigai. Namun, ketika gejala gastritis terjadi, gejala yang paling umum meliputi:
- Sakit perut (terbakar intermiten atau konstan, nyeri mencengkeram atau menggerogoti),
- Mual dan muntah,
- Diare,
- Kehilangan selera makan,
- Kembung,
- Bersendawa
Gejala gastritis datang dan pergi dari waktu ke waktu, terutama dengan gastritis kronis. Gangguan pencernaan (dispepsia) adalah istilah lain yang mencakup kumpulan gejala ini. Gejala gastritis parah mungkin termasuk:
- Muntah darah,
- Darah dalam tinja, dan
- Anemia
Itulah sedikit informasi mengenai penyebab dan gejala gastritis yang perlu Anda ketahui.
Referensi:
https://khealth.com/learn/gastritis/what-is/
https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-gastritis
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10349-gastritis

