Tidak hanya kebersihan tubuh, kebersihan gigi dan mulut juga perlu dijaga. Berikut ini adalah efek jika tidak membersihkan gigi secara teratur.
Bagaimana efek tidak membersihkan gigi secara teratur?
Kita menggunakan gigi kita setiap hari. Sehingga dari waktu ke waktu bisa mengalami masalah, terutama jika kita tidak merawatnya dengan benar. Membersihkan gigi secara teratur penting untuk menghindari setidaknya satu dari masalah gigi berikut selama hidup:
Penumpukan plak
Menurut University of Illinois di Chicago College of Dentistry, ada lebih dari 300 jenis bakteri tertentu yang hidup di mulut. Bila seseorang tidak menyikat gigi secara teratur, bakteri ini akan memakan partikel makanan dan sisa-sisa gula. Itu menyebabkan kerusakan gigi dan penumpukan plak.
Plak dapat berkembang dalam waktu kurang dari 24 jam. Jika tidak segera dibersihkan, bakteri dalam plak akan memakan gula di dalam mulut dan berkembang biak. Seiring waktu, itu akan menjadi lebih tebal dan lebih berat.
Jika tidak dihilangkan dengan menyikat gigi, mineral dalam air liur akan mengeraskan zat yang lembut dan lengket menjadi karang gigi.
Plak bisa menyebar ke seluruh mulut. Ini terbentuk pada permukaan datar gigi, di mana ia bersentuhan secara teratur dengan lidah. Itu juga bisa mencapai celah gingiva, yang merupakan ruang kecil antara gigi dan gusi.
Baca juga: Kebisaan buruk ini dapat merusak gigi
Gingivitis atau penyakit gusi
Seiring waktu, jika plak tidak dihilangkan melalui pembersihan, bakteri dalam plak juga menghasilkan produk limbahnya sendiri. Ini adalah asam yang dapat mengiritasi gusi, menyebabkan kemerahan, peradangan, dan pendarahan.
Hanya perlu beberapa hari untuk gejala-gejala ini berkembang jika tidak membersihkan gigi. Ini bisa dianggap sebagai tahap awal penyakit gusi atau gingivitis.
Hidup dengan gingivitis seperti itu bisa menjengkelkan dan tidak nyaman. Itu memengaruhi kepercayaan diri, suasana hati, dan kesehatan secara umum.
Untuk mengobati gingivitis dan mencegah gusi berdarah, seseorang perlu menghilangkan plak dan bakteri yang mengiritasi gusi. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kebersihan di rumah atau mengunjungi dokter gigi.
Bau mulut
Dengan semua bakteri jahat yang tidak dibersihkan dan memakan gula di mulut, napas kemungkinan akan memiliki bau yang tidak sedap.
Selain asam, bakteri di mulut juga melepaskan sulfit. Zat tersebut yang berkontribusi terhadap bau mulut. Gagal menyikat dapat menyebabkan akumulasi sel-sel mati di lidah dan menarik lebih banyak bakteri juga.
Kehilangan gigi
Kehilangan gigi yang sebenarnya kemungkinan akan terjadi karena gagal membersihkan dan merawat gigi dalam jangka panjang.
Jika seseorang mengabaikan rasa sakit dan implikasi kesehatan lainnya karena tidak membersihkan gigi, belum lagi masalah kepercayaan diri karena kesehatan mulut yang buruk, maka gigi akan lepas atau rontok cepat atau lambat.
Gigi menjadi longgar karena bakteri di gusi akan menghasilkan enzim yang dapat mulai memakan tulang. Dengan lebih banyak tulang yang dimakan, ada lebih banyak ruang bagi bakteri untuk tumbuh. Itu menyebabkan siklus dimulai lagi untuk kehilangan tulang dan gigi lebih lanjut.
Pada titik ini, seseorang lebih mungkin menemui dokter gigi karena rasa sakit, ketidaknyamanan, dan kemungkinan infeksi mungkin terlalu berlebihan.
Itulah efek yang terjadi jika tidak membersihkan gigi secara teratur. Pastikan Anda menjaga kebersihan gigi dan mulut Anda dengan baik. Dapatkan berbagai peralatan kedokteran gigi di Syaf Unica Indonesia.

