Regulasi Alat Lab Farmasi di Indonesia: Checklist BPOM Lengkap
Industri farmasi di Indonesia terus berkembang, namun pertumbuhan ini harus diikuti dengan penerapan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM yang ketat dan terukur. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menetapkan regulasi komprehensif untuk memastikan setiap laboratorium farmasi beroperasi dengan standar internasional. Pemahaman mendalam tentang regulasi ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga investasi penting untuk menjaga kualitas produk, keselamatan kerja, dan reputasi perusahaan Anda.
Artikel panduan ini menghadirkan checklist lengkap standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM, mulai dari proses approval, dokumentasi required, audit readiness, hingga mapping sertifikasi ISO 13485 dan ISO 14644. Dengan mengikuti panduan ini, laboratorium farmasi Anda siap menghadapi inspeksi BPOM dan memenuhi semua persyaratan keselamatan yang berlaku.
⚡ Quick Links – Navigasi Cepat
- Apa itu Regulasi BPOM untuk Alat Lab Farmasi
- Proses Approval BPOM: Langkah Demi Langkah
- Dokumentasi yang Diperlukan BPOM
- Pemetaan Sertifikasi ISO 13485 dan ISO 14644
- Persiapan Audit BPOM: Checklist Lengkap
- Sistem Record Keeping Digital
- Persyaratan Training dan Kompetensi Staff
- FAQ Standar Keselamatan Alat Lab Farmasi
Apa itu Regulasi BPOM untuk Alat Lab Farmasi: Fondasi Keselamatan
Standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM merupakan serangkaian peraturan dan pedoman yang ditetapkan oleh BPOM RI untuk mengatur desain, manufaktur, distribusi, dan penggunaan alat kesehatan di laboratorium farmasi. Regulasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari aspek teknis, manajemen mutu, hingga aspek pengetahuan dan kompetensi personel yang mengoperasikan alat tersebut.
Landasan hukum standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM mencakup:
- Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2021 tentang Pengaturan Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan
- Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Good Manufacturing Practice (GMP) Alat Kesehatan
- Standar Internasional ISO 13485:2016 (Medical Devices – Quality Management Systems)
- Standar Internasional ISO 14644 (Cleanrooms – Classification dan Control)
- Panduan WHO tentang persyaratan teknis alat kesehatan
Tujuan utama standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM adalah menjamin alat yang digunakan aman, efektif, dan berkualitas tinggi sehingga tidak membahayakan kesehatan masyarakat dan menghasilkan produk farmasi yang bermutu.
Proses Approval BPOM: Langkah Demi Langkah Menuju Compliance
Sebelum standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM dapat diterapkan di laboratorium Anda, setiap alat harus melalui proses approval yang ketat. Berikut adalah tahapan lengkapnya:
1. Registrasi Alat Kesehatan
Langkah pertama dalam memenuhi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM adalah melakukan registrasi alat kesehatan ke BPOM. Proses ini mencakup:
- Pengajuan permohonan registrasi melalui sistem online BPOM (https://registrasi.pom.go.id/)
- Penyerahan dokumen kelengkapan teknis (technical file)
- Sertifikat dari manufaktur (Certificate of Free Sale)
- Sertifikat ISO 13485 atau sertifikat mutu setara
- Dokumentasi clinical evidence (jika diperlukan)
2. Evaluasi Teknis oleh Tim BPOM
Setelah pengajuan, BPOM melakukan evaluasi mendalam terhadap standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM dengan fokus pada:
- Keamanan (safety) alat dan komponen
- Efektivitas dan performa teknis
- Kesesuaian dengan standar internasional
- Kualitas proses manufaktur
- Label dan pengemasan sesuai persyaratan
3. Inspeksi Fasilitas Manufaktur (jika diperlukan)
Untuk alat tertentu, BPOM mungkin melakukan inspeksi langsung ke fasilitas manufaktur untuk memverifikasi penerapan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM dalam proses produksi.
4. Penerbitan Izin Edar (IE)
Apabila semua evaluasi terpenuhi, BPOM menerbitkan Izin Edar (IE) yang membuktikan alat telah memenuhi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM dan siap digunakan di laboratorium farmasi Indonesia.
Rata-rata waktu proses approval: 30-60 hari kerja tergantung kompleksitas alat dan kelengkapan dokumen.
Dokumentasi yang Diperlukan untuk Memenuhi Standar BPOM
Salah satu elemen kritis dalam standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM adalah dokumentasi lengkap dan terorganisir. Berikut adalah dokumen yang wajib disiapkan:
| Jenis Dokumentasi | Deskripsi & Persyaratan | Frekuensi Update |
|---|---|---|
| Technical File | Spesifikasi teknis, gambar desain, standar yang diaplikasikan, risk analysis, dan clinical data | Setiap ada perubahan desain |
| Sertifikat ISO 13485 | Bukti sistem manajemen mutu sesuai standar ISO untuk alat kesehatan | Setiap 3 tahun (renovasi audit) |
| SOP (Standard Operating Procedures) | Prosedur operasional untuk penggunaan, maintenance, dan kalibrasi alat | Tahunan atau saat ada perubahan |
| Maintenance Log | Catatan lengkap semua aktivitas maintenance dan kalibrasi berkala | Kontinyu (setiap kali ada aktivitas) |
| Sertifikat Kalibrasi | Bukti kalibrasi dari lembaga terakreditasi (sesuai standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM) | Sesuai interval yang ditetapkan (biasanya tahunan) |
| Risk Assessment & FMEA | Analisis risiko dan Failure Mode and Effects Analysis untuk identifikasi potensi hazard | Setiap ada perubahan atau incident |
| Training Records | Dokumentasi pelatihan staff dalam mengoperasikan alat secara aman dan benar | Setiap staff baru atau refresher training |
| Incident & Non-Conformance Report | Laporan setiap kejadian tidak sesuai dengan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM | Kontinyu (event-driven) |
| Quality Agreement dengan Supplier | Perjanjian yang menguraikan komitmen supplier terhadap kualitas dan compliance | Setiap perpanjangan kontrak |
Dokumentasi ini harus disimpan dengan baik dan dapat diakses dengan cepat selama proses audit BPOM. Sistem manajemen dokumen digital sangat direkomendasikan untuk memudahkan pencarian dan pembaruan.
Pemetaan Sertifikasi ISO 13485 dan ISO 14644: Standar Keselamatan Alat Lab Farmasi
Standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM sangat erat kaitannya dengan dua standar internasional utama: ISO 13485 dan ISO 14644. Memahami pemetaan antara keduanya dengan regulasi BPOM adalah kunci compliance yang efektif.
ISO 13485:2016 – Quality Management Systems for Medical Devices
ISO 13485 adalah standar internasional yang mendefinisikan persyaratan sistem manajemen mutu khusus untuk manufaktur alat kesehatan. Standar ini mencakup:
- Management Responsibility: Komitmen manajemen terhadap kualitas dan compliance
- Resource Management: Sumber daya, infrastruktur, dan lingkungan kerja yang memadai
- Product Realization: Perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur
- Measurement, Analysis, and Improvement: Monitoring, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan
Implementasi ISO 13485 secara otomatis membantu laboratorium farmasi Anda mematuhi sebagian besar persyaratan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM dalam hal sistem mutu dan management control.
ISO 14644 – Cleanrooms and Associated Controlled Environments
Untuk laboratorium farmasi, khususnya yang melakukan aktivitas formulasi atau pengujian produk steril, ISO 14644 menjadi sangat penting. Standar ini mendefinisikan:
- Klasifikasi ruangan berdasarkan partikel: Dari Class 1 (paling ketat) hingga Class 9
- Parameter lingkungan: Suhu, kelembaban, tekanan udara, dan aliran udara
- Monitoring dan validasi: Uji berkala untuk memastikan integritas ruangan
Standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM mengacu pada ISO 14644 untuk menentukan kualitas lingkungan di mana alat-alat laboratorium harus beroperasi. Hal ini sangat penting untuk menjamin hasil pengujian yang akurat dan produk yang aman.
Tabel Pemetaan ISO 13485, ISO 14644, dan BPOM Regulasi
| Area Compliance | ISO 13485 | ISO 14644 | BPOM Regulasi |
|---|---|---|---|
| Sistem Manajemen Mutu | Persyaratan lengkap (Clause 4-8) | Tidak mencakup | Wajib diterapkan per PP 109/2021 |
| Lingkungan Kerja & Kontaminasi | Sebagian (Clause 6.4) | Standar lengkap | Mereferensikan ISO 14644 |
| Validasi & Verifikasi | Persyaratan lengkap | Validation test procedures | Wajib sebelum operasional |
| Training & Kompetensi | Persyaratan lengkap (Clause 6.2) | Tidak mencakup | Wajib per Peraturan BPOM 17/2022 |
| Monitoring & Record Keeping | Persyaratan lengkap | Monitoring parameter lingkungan | Wajib untuk semua aktivitas |
Persiapan Audit BPOM: Checklist Lengkap untuk Standar Keselamatan Alat Lab Farmasi
Audit BPOM adalah momen kritis yang menguji implementasi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM di lapangan. Persiapan yang matang akan memastikan audit berjalan lancar dan hasil yang memuaskan.
Checklist Pra-Audit (4-6 Minggu Sebelumnya)
- Melakukan internal audit mandiri untuk mengidentifikasi gap compliance terhadap standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM
- Meninjau kembali semua SOP dan memastikan terbaru dan ditandatangani oleh pihak berwenang
- Verifikasi bahwa semua alat memiliki sertifikat kalibrasi terbaru dari lembaga terakreditasi
- Mengumpulkan dan mengorganisir semua training records untuk staf yang terlibat
- Melakukan self-assessment terhadap compliance dengan ISO 13485 dan ISO 14644
- Mempersiapkan daftar alat yang digunakan lengkap dengan Izin Edar (IE) dari BPOM
- Meninjau incident reports dan non-conformance records, pastikan semua sudah ditindaklanjuti
Checklist Area Operasional Saat Audit
- Laboratorium & Fasilitas: Ruangan bersih, terorganisir, dan sesuai dengan ISO 14644 (jika applicable)
- Alat & Instrumentasi: Semua alat berfungsi normal, ada label identifier, dan SOP operasional terpasang jelas
- Dokumentasi: Semua dokumen mudah diakses, terdokumentasi dengan baik, dan dapat dilacak (traceability)
- Staff & Kompetensi: Semua operator dapat menjelaskan cara kerja alat dan protocol keselamatan
- Maintenance Schedule: Jadwal maintenance tercatat, dilaksanakan tepat waktu, dan tercatat dengan baik
- Kalibrasi & Validasi: Sertifikat kalibrasi lengkap dan valid, serta bukti validasi alat setelah service
Checklist Dokumentasi Penting yang Harus Tersedia
- Daftar inventaris alat lengkap dengan nomor seri, tanggal pengadaan, dan status sertifikasi
- Master copy ISO 13485 certificate dan audit surveillance reports
- Manual dan datasheet alat-alat farmasi laboratorium
- Training records untuk setiap staff (nama, tanggal, topik, instruktur)
- Log maintenance & kalibrasi 2-3 tahun terakhir
- Quality agreement dengan semua supplier peralatan
- Risk assessment dan FMEA untuk proses-proses kritis
- Complaint dan incident handling records (jika ada)
Dengan persiapan yang komprehensif ini, laboratorium farmasi Anda akan menunjukkan komitmen serius terhadap standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM, sehingga meningkatkan kepercayaan auditor BPOM terhadap kontrol kualitas Anda.
Sistem Record Keeping Digital untuk Standar BPOM
Era digital telah mengubah cara laboratorium farmasi mengelola dokumentasi terkait standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM. Sistem record keeping digital yang efektif menawarkan beberapa keuntungan signifikan.
Manfaat Record Keeping Digital
- Aksesibilitas: Data dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan authorized access
- Keamanan: Backup otomatis dan enkripsi melindungi data dari kehilangan atau kerusakan
- Audit Trail: Sistem mencatat setiap perubahan, siapa yang melakukan, dan kapan dilakukan (tampering detection)
- Efisiensi: Pencarian dokumen menjadi lebih cepat dan efisien, menghemat waktu selama audit
- Compliance: Sistem digital yang tervalidasi membantu memenuhi persyaratan FDA 21 CFR Part 11 dan BPOM Regulasi
Komponen Sistem Record Keeping Digital yang Ideal
- Electronic Laboratory Notebook (ELN): Untuk mencatat hasil pengujian dan aktivitas harian dengan timestamp otomatis
- Laboratory Information Management System (LIMS): Untuk mengelola sample, hasil testing, dan quality control data
- Document Management System (DMS): Untuk menyimpan SOP, manual, sertifikat, dan dokumen penting lainnya
- Maintenance Management System: Untuk menjadwalkan dan mencatat semua aktivitas maintenance dan kalibrasi
- Training Management System: Untuk mengelola training records, certificates, dan compliance tracking
Persyaratan Validasi Sistem Digital
Penting untuk dicatat bahwa sistem digital yang digunakan untuk mengelola standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM harus divalidasi sesuai dengan standar industri. Validasi harus mencakup:
- User Requirements Specification (URS)
- Functional Requirements Specification (FRS)
- Installation Qualification (IQ)
- Operational Qualification (OQ)
- Performance Qualification (PQ)
- Security testing dan disaster recovery testing
Sistem yang tervalidasi akan memberikan confidence kepada BPOM bahwa data yang digunakan untuk compliance dapat dipercaya dan akurat.
Persyaratan Training dan Kompetensi Staff: Elemen Kritis Standar BPOM
Salah satu aspek paling penting dari standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM adalah kompetensi dan pelatihan staf. Alat laboratorium yang paling canggih sekalipun tidak akan berfungsi optimal jika dioperasikan oleh staf yang tidak terlatih.
Jenis-Jenis Training Wajib
| Jenis Training | Target Peserta | Durasi | Frekuensi Refresher |
|---|---|---|---|
| Induction Training | Semua staf baru | 2-3 hari | Saat orientasi |
| Equipment Operation Training | Operator alat lab farmasi | 1-2 hari per alat | Tahunan atau saat ada update |
| GMP Training | Semua staf di area produksi & QA | 1-2 hari | Tahunan |
| Safety & Health Training | Semua staf | 0.5-1 hari | Tahunan |
| Maintenance & Calibration Training | Teknisi maintenance | 2-3 hari per alat | Saat ada perubahan prosedur |
| Quality & Data Integrity Training | QA, lab analysts, system admin | 1-2 hari | Tahunan |
Dokumentasi Training yang Diperlukan
Setiap sesi training harus terdokumentasi dengan baik untuk membuktikan compliance terhadap standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM. Dokumentasi harus mencakup:
- Daftar peserta dengan tanda tangan
- Tanggal dan durasi training
- Topik dan outline materi yang disampaikan
- Nama dan sertifikasi instruktur
- Assessment atau kuis untuk mengevaluasi pemahaman peserta
- Kompetensi yang dicapai setelah training
Monitoring Kompetensi Berkelanjutan
Training tidak hanya dilakukan sekali, tetapi harus dimonitor secara berkelanjutan. Aspek-aspek yang perlu dimonitor meliputi:
- Observasi Kerja: Supervisor melakukan observasi langsung untuk memastikan staf menerapkan SOP dengan benar
- Competency Assessment: Evaluasi berkala untuk mengidentifikasi gap dalam kompetensi
- Incident Analysis: Setiap incident atau error dijadikan learning opportunity untuk improvement training
- Feedback & Coaching: Pemberian feedback konstruktif untuk mendorong improvement berkelanjutan
FAQ – Pertanyaan Umum tentang Standar Keselamatan Alat Lab Farmasi Indonesia BPOM
1. Apakah semua alat lab farmasi harus memiliki Izin Edar (IE) dari BPOM?
Ya, semua alat kesehatan yang digunakan di laboratorium farmasi harus memiliki Izin Edar (IE) dari BPOM sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2021. Alat tanpa IE tidak diperbolehkan digunakan dan dapat menjadi dasar pengenaan sanksi administratif atau pidana. Pastikan bahwa setiap alat yang Anda gunakan telah terdaftar dalam daftar resmi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM.
2. Berapa lama masa berlaku sertifikat ISO 13485 yang diperlukan untuk memenuhi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM?
Sertifikat ISO 13485 berlaku selama 3 tahun sejak tanggal penerbitan. Selama periode 3 tahun tersebut, organisasi harus menjalani surveillance audit (minimal 2 kali), biasanya pada tahun ke-1 dan ke-2. Pada tahun ketiga, dilakukan audit recertification lengkap. Untuk memastikan compliance berkelanjutan dengan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM, pastikan sertifikat selalu dalam status valid dan surveillance audit terpenuhi.
3. Apakah laboratorium farmasi skala kecil juga harus menerapkan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM secara penuh?
Ya, semua laboratorium farmasi, regardless of size, harus menerapkan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM secara penuh. Regulasi tidak membedakan antara skala kecil dan besar dalam hal persyaratan compliance. Namun, implementasi dapat disesuaikan dengan kompleksitas operasional. Lebih lanjut tentang ini, baca artikel kami: Setup Lab Farmasi Skala Kecil: 8 Tahap + Alat Essential 2025.
4. Apa yang dimaksud dengan “validation” dalam konteks standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM?
Validasi adalah bukti dokumenter yang menunjukkan bahwa alat atau proses dapat secara konsisten menghasilkan hasil yang diinginkan. Dalam konteks standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM, validasi harus dilakukan untuk:
- Installation Qualification (IQ): Memastikan alat diinstall sesuai spesifikasi manufaktur
- Operational Qualification (OQ): Memastikan alat beroperasi sesuai parameter yang ditetapkan
- Performance Qualification (PQ): Memastikan alat menghasilkan hasil yang akurat dan presisi sesuai kebutuhan laboratorium
Dokumen validasi harus disimpan dan dapat ditunjukkan selama audit BPOM.
5. Bagaimana cara mengelola perubahan (change management) dalam sistem yang telah memenuhi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM?
Change management yang baik adalah bagian integral dari standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM. Setiap perubahan, baik itu perubahan alat, SOP, maupun sistem, harus mengikuti prosedur terstruktur:
- Initiation: Identifikasi kebutuhan perubahan dan kaji dampaknya
- Impact Assessment: Analisis risiko dan dampak terhadap kualitas produk
- Implementation: Lakukan perubahan dengan controlled manner
- Validation/Verification: Pastikan perubahan berjalan sesuai harapan
- Documentation: Catat semua tahapan dalam change control form
6. Apa yang akan terjadi jika laboratorium farmasi tidak memenuhi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM?
Ketidaksesuaian dengan standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM dapat mengakibatkan:
- Peringatan tertulis dari BPOM
- Penangguhan atau pencabutan Izin Edar alat yang tidak sesuai
- Penghentian operasional laboratorium sementara atau permanen
- Denda administratif sesuai regulasi yang berlaku
- Proses pidana jika terbukti merugikan kesehatan masyarakat
- Reputasi dan kepercayaan klien yang menurun drastis
Oleh karena itu, compliance terhadap standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM adalah investasi penting untuk sustainability bisnis.
7. Apakah ada software atau tools khusus yang direkomendasikan BPOM untuk record keeping sesuai standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM?
BPOM tidak merekomendasikan software atau tools spesifik, tetapi lebih fokus pada persyaratan fungsional yang harus dipenuhi oleh sistem yang digunakan. Sistem apapun yang dipilih harus:
- Terintegrasi dan tidak mudah untuk dimanipulasi (audit trail lengkap)
- Memiliki kontrol akses berbasis role (role-based access control)
- Dapat menghasilkan report yang komprehensif dan mudah dipahami
- Dilengkapi dengan backup dan disaster recovery mechanism
- Tervalidasi sesuai standar industri (FDA 21 CFR Part 11)
Banyak laboratorium farmasi menggunakan kombinasi dari berbagai software, seperti ELN (Electronic Lab Notebook), LIMS (Lab Information Management System), dan DMS (Document Management System), untuk mencakup semua aspek dokumentasi terkait standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM.
Kesimpulan: Implementasi Standar Keselamatan Alat Lab Farmasi Indonesia BPOM
Standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM bukanlah sekadar persyaratan administratif, tetapi fondasi penting untuk menjamin keamanan, efektivitas, dan kualitas dalam setiap aspek operasional laboratorium farmasi. Dari proses approval BPOM hingga sistem record keeping digital, setiap elemen memiliki peran signifikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan hasil pengujian yang reliable.
Implementasi yang efektif memerlukan komitmen dari seluruh organisasi, mulai dari manajemen puncak hingga staf operasional. Investasi dalam pelatihan, infrastruktur, dan sistem manajemen akan memberikan return yang signifikan dalam bentuk efisiensi operasional, kepercayaan klien, dan kepatuhanterhadap regulasi.
Untuk memastikan alat-alat laboratorium farmasi Anda memenuhi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM, pilihlah supplier yang terpercaya dan memahami regulasi setempat. Jika Anda memerlukan konsultasi lebih lanjut tentang alat lab farmasi dan compliance BPOM, hubungi kami di PT. Syaf Unica Indonesia.
Referensi & Sumber Terpercaya
- Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2021 tentang Pengaturan Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan – Kementerian Kesehatan RI
- Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Good Manufacturing Practice (GMP) Alat Kesehatan – BPOM RI
- ISO 13485:2016 – Medical Devices – Quality Management Systems – International Organization for Standardization
- ISO 14644-1:2015 – Cleanrooms and Associated Controlled Environments – Part 1: Classification of Air Cleanliness – ISO
- WHO Guidelines on Good Manufacturing Practice (GMP) for Pharmaceutical Products – World Health Organization, Technical Report Series No. 961
- FDA 21 CFR Part 11 – Electronic Records; Electronic Signatures – U.S. Food and Drug Administration
📞 Butuh Konsultasi Alat Lab Farmasi yang Comply dengan Standar BPOM?
PT. Syaf Unica Indonesia adalah mitra terpercaya dalam menyediakan alat laboratorium farmasi yang telah memenuhi standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM. Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan dukungan penuh dalam dokumentasi, sertifikasi, dan audit readiness.
Layanan Kami:
- ✓ Konsultasi & Assessment compliance BPOM
- ✓ Pengadaan alat lab farmasi dengan IE BPOM
- ✓ Dokumentasi teknis & technical file preparation
- ✓ Training & competency development untuk staff
- ✓ Dukungan audit BPOM & post-audit follow-up
- ✓ Maintenance & kalibrasi berkala dengan sertifikat terakreditasi
Hubungi Kami Sekarang:
- 📧 Email: info@syaf.co.id
- 📱 WhatsApp: +62 857-2959-0219
- ☎️ Telepon: (0281) 651-2066
- 📍 Alamat: Griya Mandalatama Cluster 4D No. 6, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah 53161
Dengan pengalaman bertahun-tahun di industri alat kesehatan, kami siap membantu laboratorium Anda mencapai dan mempertahankan compliance terhadap standar keselamatan alat lab farmasi Indonesia BPOM.
Artikel Terkait yang Mungkin Anda Butuhkan
- Fume Hood Farmasi: 7 Kriteria Pilihan Aman 2025 – Panduan memilih fume hood yang memenuhi standar keselamatan
- Memperluas Kerja Sama Amerika Serikat: 7 Strategi Alat Kesehatan 2025 – Strategi ekspor alat kesehatan ke pasar internasional
- BPOM RI Pastikan Skin Booster: 7 Fakta Keamanan & Panduan 2025 – Compliance untuk alat estetika dan dermatologi
- Microfluidics Farmasi: 7 FAQ Aplikasi & Benefit Otomasi Lab – Teknologi lab automation yang sesuai regulasi
- Setup Lab Farmasi Skala Kecil: 8 Tahap + Alat Essential 2025 – Panduan setup laboratorium baru yang comply dengan BPOM
📷 Photo by Pilan Filmes from Pexels (Pexels License)





