Sejarah Cawan Petri, Kegunaan, dan Jenisnya

|

Cawan petri merupakan cawan yang berbentuk silinder, dangkal, dan berpenutup yang digunakan untuk membiakkan mikroorganisme. Simak informasi mengenai sejarah cawan petri, kegunaan, dan jenisnya berikut ini.

|

https://evs-translations.com/

Sejarah singkat cawan petri

Dahulu para ilmuwan menggunakan cawan petri setiap hari dan membuangnya tanpa berpikir panjang. Plat plastik dangkal dan tertutup tersebut digunakan sekali pakai untuk menumbuhkan kultur bakteri sejak bertahun-tahun yang lalu.

Richard Julius Petri lahir di kota Barmen, Jerman, pada tahun 1852. Ia berasal dari keluarga cendekiawan terkemuka dan ia adalah putra sulung Philipp Ulrich Martin Petri (1817-1864) seorang profesor di Berlin dan Louise Petri (sepupu ayahnya).

Dari tahun 1876 sampai 1882 Petri berpraktik sebagai dokter militer, melayani sebagai sukarelawan dengan  2nd Foot Guard Regiment. Ia kemudian ditugaskan ke fasilitas penelitian di Berlin, Kantor Kesehatan Kekaisaran, bekerja dengan Robert Koch. Sehingga selama masa jabatannya di sini, Petri memperoleh minatnya pada bakteriologi. Di tempat ini juga dilakukan perintisan agar-agar.

Penemuan cawan petri ini berawal dari keputusasaan Petri saat menggunakan alat untuk perkembangbiakkan kultur. Dahulu para peneliti menggunakan mangkuk dangkal atau botol untuk mengembangbiakkan mikroorganisme. Namun, hal tersebut menyebabkan sering gagal karena terkontaminasi oleh elemen lain.

Hal tersebut menyebabkan Petri berpikir untuk menemukan solusinya yaitu menggunakan cawan dangkal berbentuk lingkaran yang dilengkapi oleh tutup. Tutup cawan dinilai efektif dalam mencegah terjadinya kontaminasi.

Kegunaan cawan petri di laboratorium

Cawan petri umumnya banyak digunakan dalam penelitian di laboratorium bidang biologi dan kimia. Cawan ini digunakan untuk membiakkan sel dengan menyediakan ruang penyimpanan dan mencegahnya terkontaminasi.

Cawan petri bersifat transparan sehingga mudah untuk mengamati tahap pertumbuhan mikroorganisme dengan jelas. Ukuran cawan petri yang tidak terlalu besar memungkinkan disimpan di bawah mikroskop langsung untuk pengamatan tanpa perlu mentransfernya ke piring mikroskopis.

Cawan petri juga digunakan pada beberapa laboratorium kimia untuk mengeringkan dan menguapkan bahan kimia. Hal ini karena bahan yang dimasukkan dalam cawan petri, permukaannya akan lebih luas sehingga kontak dengan udara bebas lebih banyak. Kondisi tersebut akan memudahkan proses penguapan pelarut dan juga mempercepat prosesnya.

Jenis cawan petri

|

Secara umum, cawan petri dibagi menjadi dua jenis yaitu gelas dan plastik. Berikut ini adalah penjelasan keduanya.

Cawan petri gelas

Peralatan laboratorium yang terbuat dari kaca dapat disterilkan menggunakan autoklaf atau oven laboratorium dan kemudian digunakan kembali.

Beberapa produk dirancang untuk tahan terhadap beberapa kali pencucian dan sterilisasi ulang. Cawan petri gelas terbuat dari borosilikat dan kuarsa yang mampu memberikan ketahanan yang tinggi terhadap kejutan termal.

Cawan petri plastik

Untuk pekerjaan laboratorium di mana kontaminasi silang mungkin menjadi masalah, cawan Petri plastik sekali pakai adalah menjadi pilihan yang baik. Produk fluoroelastomer memiliki ketahanan panas, minyak dan kimia yang baik.

Namun cawan petri plastik memiliki kinerja suhu rendah yang buruk. Nitrile memiliki rentang operasi yang disarankan -30 ° F hingga 275 ° F, menjadikannya pilihan yang cocok untuk beberapa aplikasi suhu rendah.

Cawan neoprene dapat digunakan pada rentang suhu yang luas dan, seperti EPDM, tahan terhadap degradasi dari sinar UV.

Itulah informasi mengenai sejarah cawan petri, kegunaan, dan jenisnya. Anda bisa membeli cawan petri di Syaf Unica Indonesia. Terima kasih telah mengunjungi website kami.

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi