Sejarah Awal Mula Spektrometer

|

Spektrometer merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendispersikan spektrum cahaya dari suatu zat. Tahukah Anda bagaimana sejarah awal mula spektrometer? Mari simak jawabannya dalam artikel yang kami sajikan berikut ini.

|

https://www.atascientific.com.au/

Mengenal alat optik spektrometer

Spektrometer merupakan salah satu alat optik yang bekerja menggunakan sifat-sifat cahaya. Spektrometer merupakan alat yang dapt digunakan untuk melihat spektrum cahaya dari suatu zat.

Apabila dipanaskan dalah suhu tinggi hingga membentuk gas, spektrum cahaya dari sebuah zat akan terpancar. Gas yang dihasilkan tersebut selanjutnya disorot menggunakan sinar putih hingga muncul spektrum cahaya.

Sejarah spektrometer

Sejarah awal mula spektrometer dimulai pada abad ke-19. Saat itu, pada tahun 1802, William Hyde Wollaston menemukan adanya beberapa garis-garis hitam dalam spektrum optik matahari. Hal tersebut mematahkan penemuan sebelumnya yang mengatakan bahwa spektrum matahari tidak tersusun atas gradasi warna yang saling menyambung tanpa sekat.

Pada tahun 1814, Josef von Fraunhofer juga memperkuat hasil temuan dari Wollaston. Fraunhofer dalma studinya juga menemukan adanya garis-garis hitam dalma spektrum optik matahari. Panjang gelombang dari garis-garis tersebut diukur oleh Fraunhofer.

Apabila ditotal, Fraunhover telah berhasil memetakan sekitar 570 garis dengan panjang gelombang masing-masing. Hasil temuannya tersebut kemudian dikenal dengan garis Fraunhofer.

Selanjutnya, Gustav Kirchoff dan Robert Bunsen menyimpulkan dari hasil temuan Wollaston dan Fraunhofer. Mereka menyimpulkan bahwa garis-garis dalam spektrum optik matahari memiliki hubungan dengan elemen kimia.

Adanya penyerapan elemen kimia yang ada di lapisan paling atas matahari menjadi penyebab adanya garis-garis tersebut. Hasil dari penemuan-penemuan tersebut menjadi dasar dalam proses penemuan spektrometer.

Sebuah alat untuk melihat spektrum akhirnya ditemukan pada tahun 1905. Alat tersebut memiliki wujud yang menyerupai tabung. Alat tersebut memecah cahaya menjadi spektrum optik dengan gesekan difraksi. Akhirnya alat tersebut dikenal dengan spektrometer sederhana.

Prinsip kerja spektrometer

Setelah mengetahui sejarah awal mula spektrometer, Anda perlu mengetahui prinsip kerja dari spektrometer.

Pada dasarnya spektrometer bekerja dengan prinsip dispersi cahaya. Dispersi cahaya merupakan kondisi ketika sebuah cahaya putih terurai menjadi spektrum warna. Cermin prisma biasanya digunakan untuk memunculkan dispersi cahaya.

Cermin prisma juga digunakan untuk memunculkan dispersi cahaya dalam spektrometer. Biasanya pada spektrometer dengan model terbaru menggunakan grating. Grating merupakan cermin dengan ribuan alur sejajar pada permukaannya. Grating digunakan sebagai pengganti prisma.

Biasanya terdapat wadah khusus yang melingkupi cermin prisma untuk mencegah cahaya bocor keluar. cahaya putih tersebut ditembakkan menuju lensa kolimator dari sumber cahaya. Cahaya menjadi sejajar dengan adanya lensa kolimator.

Cahaya lalu diteruskan ke cermin prisma. Cahata akan terurai menjadi spektrum optik melalui cermin prisma. Hanya aka nada satu warna cahaya yang muncuk pada celah keluar alat dalam satu waktu. Untuk dapat memunculkan warna lain, prisma harus diputar terlebih dahulu.

Dari situlah dapat diukur panjang gelombang dan juga kecepatan gelombang cahayanya. Kecepatan gelombang cahaya yang dihasilkan dari dispersi cahaya pada prisma berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena panjang gelombang setiap warna dalam spektrum juga berbeda.

|

Itulah informasi mengenai sejarah awal mula spektrometer. Syaf Unica Indonesia menyediakan salah satu jenis spektrometer yaitu spektrofotometer. Kami menyediakan Spectronic 200 Spectrophotometer. Alat ini memiliki konstruksi polimer tahan korosi dari larutan asam atau pengoksidasi.

Desain alat ini ringan dan menghemat ruang di laboratorium. Alat ini memiliki kompartmen sampel standar yang dapat menampung kuvet persegi 10mm dan tabung reaksi hingga diameter 25mm (1 inci). Anda bisa membeli Spectronic 200 Spectrophotometer melalui website kami.

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi