Prosedur Masker Anestesi pada Anak-anak

|

Pemberian anestesi pada anak-anak biasanya dilakukan dengan masker anestesi. Masker anestesi ini umumnya dilakukan saat hendak melakukan pencabutan gigi. Pembahasan artikel kali ini yaitu mengenai prosedur masker anestesi pada anak, mari simak selengkapnya.

|

https://coastalpediatricdental..com

Apa itu masker anestesi?

Masker anestesi biasanya diberikan pada anak-anak saat melakukan pencabutan gigi atau melakukan prosedur frenuloplasti. Prosesnya dibutuhkan waktu 10-15 menit. Setelah itu anak-anak cepat bangun dan bisa pulang.

Untuk tidur, anak-anak harus menghirup anestesi melalui masker (untuk “meniup balon”) 6-8 kali. Kateter tidak dimasukkan ke dalam vena. Pada awal prosedur, sebelum anak tertidur, salah satu orang tua menemani anak tersebut.

Saat anak sedang tidur, orang tua diminta menunggu di ruang tunggu. Setelah prosedur, ketika anak mulai bangun, orang tua diundang kembali.

Apa yang harus diketahui sebelum pemberian masker anestesi?

Tidak diperbolehkan makan 6 jam sebelum prosedur dan minum 2 jam sebelum prosedur. Jika pasien minum obat apa pun, maka harus memberi tahu ahli anestesi. Pakaian yang dikenakan pasien harus nyaman.

Jika pasien masuk angin, sakit tenggorokan, batuk, demam, sakit perut atau memiliki penyakit akut lainnya, juga perlu memberi tahu pada dokter. Biasanya disarankan untuk tidak menyikat gigi sebelum prosedur agar tidak menelan air.

Apa yang harus diketahui setelah pemberian masker anestesi?

Setelah bangun saat prosedur masker anestesi pada anak selesai, anak mungkin bingung dan menangis untuk beberapa saat. Terkadang (terutama setelah pencabutan gigi) mungkin ada rasa darah di mulut, yang mungkin tidak menyenangkan bagi anak.

Jika anestesi lokal dilakukan, anak mungkin tidak menyukai mati rasa di mulut. Juga anak mungkin akan merasa kesakitan. Dalam hal ini, beberapa obat penghilang rasa sakit tambahan diberikan.

Semua hal ini dapat mempengaruhi suasana hati anak, mereka mungkin mudah tersinggung dan kesal. Anak mungkin juga pusing, bahkan mengantuk untuk beberapa saat. Kadang-kadang anak ada mengalami mual/muntah, terutama darah yang tertelan.

Anak diperbolehkan untuk minum sebelum prosedur. Lebih baik minum lebih sering dalam jumlah kecil dan mencari mual. Makan diperbolehkan setelah kira-kira satu sampai dua jam, setelah efek anestesi hilang.

Lebih baik memulai dengan makanan yang lembut dan mudah dicerna, misalnya bubur, yoghurt, pisang. Anak juga diperbolehkan minum obat yang diresepkan dokter. Jika anak mengalami kesakitan, minumlah suspensi ibuprofen atau parasetamol.

Jika anak mengalami masalah yang tidak biasa, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan. Bersepeda, memanjat, berlari tidak diperbolehkan 24 jam setelah prosedur masker anestesi pada anak. Jangan bawa anak pergi ke taman kanak-kanak atau sekolah pada hari itu.

Biarkan mereka beristirahat di rumah. Anak tidak akan mengingat prosedurnya, oleh karena itu beri tahu mereka hal-hal positif saja, jangan beri tahu mereka ada yang salah (mereka menangis, kesakitan, dan lainnya).

Siapa yang boleh dan tidak boleh menjalani prosedur masker anestesi?

Mereka yang boleh menjalani prosedur anestesi masker yaitu anak-anak yang takut ke dokter gigi, tidak menoleransi pengobatan, atau tidak kooperatif selama perawatan.

Sementara itu, mereka yang tidak dapat menjalani anestesi masker yaitu mereka yang sensitif (alergi) terhadap benzodiazepin atau pasien dengan penyakit sistem saraf pusat tertentu. Pasien dengan infeksi akut (pilek), demam juga tidak diperbolehkan.

Semoga informasi mengenai prosedur masker anestesi pada anak bisa bermanfaat. Anda bisa mendapatkan BESMED Anesthesia Mask di Syaf.

Website || Syaf.co.id

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi