AEHEALTH HS-CRP/CRP (High Sensitivity C-Reactive Protein / C-Reactive Protein) Rapid Quantitative Test (Immunofluorescence Assay) adalah reagen diagnostik in-vitro berbasis imunofluoresensi yang dirancang untuk pengukuran kuantitatif kadar hs-CRP dan CRP secara simultan atau terpisah dalam sampel darah utuh, serum, atau plasma manusia. Tes ini digunakan secara eksklusif dengan instrumen penganalisis dari lini AEHEALTH Lamuno (seperti Lamuno X atau Lamuno Pro).
Berikut adalah deskripsi lengkap mengenai spesifikasi, prinsip kerja, dan aplikasi klinis dari produk ini:
1. Prinsip Kerja & Teknologi
Metode Imunofluoresensi Kuantitatif: Menggunakan antibodi berlabel mikrosfer fluoresen yang secara spesifik berikatan dengan protein C-reaktif di dalam sampel.
Dual-Range Detection (hs-CRP & CRP): Mampu mendeteksi rentang konsentrasi yang luas—mulai dari tingkat rendah untuk penilaian risiko kardiovaskular (hs-CRP) hingga tingkat tinggi untuk deteksi inflamasi akut atau infeksi sistemik (CRP).
Pembacaan Optik Otomatis: Setelah kaset uji dimasukkan ke dalam alat Lamuno, instrumen mengukur intensitas sinyal fluoresensi dan mengonversinya secara presisi menjadi nilai konsentrasi (biasanya dalam satuan $\text{mg/L}$).
2. Fungsi & Aplikasi Klinis Utama
Evaluasi Risiko Kardiovaskular (hs-CRP): Kadar High-Sensitivity CRP digunakan untuk menilai tingkat peradangan kronis tingkat rendah pada pembuluh darah, yang berkaitan erat dengan risiko aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan kejadian kardiovaskular di masa depan.
Deteksi Dini & Pemantauan Infeksi Akut (CRP): Standar pengujian untuk mendeteksi adanya peradangan akut, infeksi bakteri, atau pemantauan respons terhadap terapi antibiotik maupun pasca-operasi.
Diferensiasi Infeksi: Membantu klinisi membedakan antara infeksi bakteri (yang biasanya memicu lonjakan CRP secara signifikan) dan infeksi virus pada fase tertentu.
3. Spesifikasi Teknis Umum
Jenis Sampel: Darah utuh (whole blood), serum, atau plasma darah dengan antikoagulan (seperti EDTA atau heparin).
Waktu Pengujian Cepat: Menghasilkan laporan kuantitatif yang akurat dalam waktu singkat, umumnya berkisar antara 10 hingga 15 menit.
Sensitivitas Tinggi: Memiliki rentang ukur yang luas dan presisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan penegakan diagnosis di fasilitas kesehatan primer maupun instalasi gawat darurat.
4. Penyimpanan dan Penanganan
Suhu Penyimpanan: Kit reagen dan kaset uji harus disimpan pada suhu yang direkomendasikan pabrikan (umumnya antara $2^\circ\text{C}$ hingga $30^\circ\text{C}$).
Stabilitas: Pastikan komponen berada pada suhu ruang sebelum pengujian dilakukan, serta simpan di tempat kering yang terlindung dari paparan cahaya matahari langsung.












Ulasan
Belum ada ulasan.