Nutrient agar dan nutrient broth memiliki komposisi media yang hampir sama. Perbedaan utama di antara keduanya adalah bahwa nutrient agar mengandung zat pemadatan. Bubuk agar-agar yang menyebabkan media memadat pada suhu kamar, sedangkan nutrient broth tetap dalam bentuk cair.

https://pediaa.com/
Perbedaan nutrient agar dan nutrient broth
Nutrient agar
Nutrient agar mengandung nutrisi yang cocok untuk subkultur berbagai mikroorganisme dan menjadikannya media agar yang sangat baik untuk memeriksa kemurnian sebelum uji biokimia atau serologis.
Selain itu, penambahan agar memperkuat nutrisi agar, yang membuatnya cocok untuk budidaya mikroorganisme. Anda juga dapat menambahkan hingga 10% darah atau cairan biologis lain yang memenuhi tujuan percobaan Anda.
Nutrient broth
Pada dasarnya, nutrient broth adalah agar-agar nutrisi yang kekurangan zat pemadatan atau bubuk agar-agar.
Mereka tetap dalam bentuk cair pada suhu kamar dan biasanya digunakan untuk menjaga stok mikroorganisme. Secara umum, mereka digunakan untuk menumbuhkan organisme yang rewel. Selain itu, Anda juga dapat memperkaya nutrient broth dengan darah, serum, gula, lainnya untuk tujuan khusus.
Persiapan penggunaan
Perbedaan nutrient agar dan nutrient broth juga dapat terlihat dari persiapan keduanya sebelum digunakan sebagai media pertumbuhan mikroorganisme.
Nutrient agar
- Suspensikan 28g bubuk nutrient agar dalam 1L air suling.
- Campur dan larutkan agar tersebut sepenuhnya.
- Sterilkan dengan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.
- Tuang cairan ke dalam cawan petri dan tunggu hingga media memadat. Pastikan Anda menyiapkan agar-agar di lingkungan yang bersih untuk mencegah kontaminasi.
- Setelah agar-agar mengeras, agar-agar siap digunakan.
Ada sedikit tips untuk Anda dalam memastikan agar-agar yang Anda siapkan steril. Anda dapat menginkubasi agar yang baru disiapkan dalam inkubator selama beberapa hari.
Jika tidak ada mikroorganisme yang tumbuh di agar-agar, Anda aman menggunakannya, jika tidak, Anda perlu menyiapkan lagi.
Nutrient broth
- Tambahkan 13g bubuk nutrient broth ke dalam 1L air suling.
- Campur dan larutkan nutrient broth sepenuhnya.
- Tuang ke dalam wadah terakhir (misalnya labu erlenmeyer)
- Sterilkan dengan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.
Kondisi penyimpanan dan umur simpan
Kondisi penyimpanan dan umur simpan dari nutrient agar dan nutrient broth memiliki perbedaan. Perbedaan nutrient agar dan nutrient broth pada kondisi penyimpanan dan umur simpannya yaitu:
Nutrient agar
Anda harus menyimpan media dehidrasi pada suhu 10-30 oC dan digunakan sebelum tanggal kedaluwarsa yang tertera pada label kemasan. Setelah Anda menyiapkan nutrient agar dalam cawan petri, simpan pada suhu 2-8°C.
Nutrient broth
Anda harus menyimpan media dehidrasi pada 10-30 °C dan digunakan sebelum tanggal kedaluwarsa yang tertera pada label kemasan. Setelah Anda menyiapkan media nutrient broth, simpan pada suhu di bawah 25°C.
Perbedaan nutrient agar dan nutrient broth secara umum
Berikut ini adalah beberapa perbedaan secara umum dari nutrient agar dan nutrient broth:
| Perbedaan | Nutrient agar | Nutrient broth |
| Komposisi agar | 15g/L | – |
| Jenis media | Padat | Cair |
| Wadah yang digunakan | Biasanya cawan petri | Biasanya botol kultur |
| Kegunaan | Pembentukan koloni mikroorganisme | Mempertahankan stok mikroorganisme |
Itulah informasi mengenai perbedaan nutrient agar dan nutrient broth. Anda bisa membeli berbagai media pertumbuhan mikroorganisme di Syaf Unica Indonesia. Kami menyediakan berbagai jenis media pertumbuhan mikroorganisme termasuk media selektif.
Website || Syaf.co.id

