Artikel ini akan membahas tentang perawatan Hospital Laboratory Pure Water Machine dan cara kalibrasinya. Simak artikel ini sampai selesai.
Hospital Laboratory Pure Water Machine memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hasil analisis di laboratorium medis. Selain itu, sistem ini dirancang untuk menghasilkan air ultrapure dengan resistivitas tinggi sehingga berbagai instrumen laboratorium dapat bekerja secara konsisten. Karena itu, perawatan dan kalibrasi yang tepat sangat diperlukan agar performanya tetap stabil dalam jangka panjang.
PERAWATAN HOSPITAL LABORATORY PURE WATER MACHINE
Agar sistem tetap berfungsi optimal, perawatan rutin perlu dilakukan secara terstruktur. Selain itu, perawatan yang benar akan memperpanjang umur komponen internal sehingga kualitas air tetap terjaga.
Pemeriksaan Pra-filtrasi
- Periksa kondisi PP filter dan activated carbon secara berkala.
- Gantilah elemen filtrasi saat tekanan diferensial mulai meningkat.
- Pastikan tidak ada kebocoran pada housing filter.
Perawatan Sistem Reverse Osmosis
- Monitor tekanan pada pompa RO dan pastikan berada dalam batas aman.
- Bersihkan membran menggunakan prosedur flushing sesuai rekomendasi pabrik.
- Selain itu, catat setiap perubahan pada nilai konduktivitas air keluaran.
Perawatan EDI (Electrodeionization)
- Pastikan sistem bekerja tanpa gangguan tegangan.
- Monitor nilai resistivitas secara berkala dan pastikan stabil di ≥15 MΩ·cm.
- Bersihkan saluran air secara teratur agar aliran tetap lancar.
Sanitasi dan Sterilisasi
- Gunakan UV sterilization untuk menjaga jumlah bakteri tetap minimal.
- Selain itu, lakukan penggantian 0.22 μm microfilter sesuai jadwal.
- Bersihkan tangki penyimpanan air secara berkala untuk mencegah kontaminasi.
Pemeriksaan Sensor dan Komponen Elektrik
- Pastikan sensor konduktivitas dan tekanan berfungsi dengan stabil.
- Periksa panel kontrol otomatis untuk memastikan semua parameter terbaca akurat.
Baca juga: Kegunaan Microfluidic Optical Reader Opr
KALIBRASI HOSPITAL LABORATORY PURE WATER MACHINE
Kalibrasi sangat penting untuk menjaga akurasi kualitas air yang diproduksi. Selain itu, proses ini membantu memastikan nilai resistivitas, tekanan, serta aliran tetap sesuai standar laboratorium.
Kalibrasi Sensor Konduktivitas dan Resistivitas
- Gunakan larutan standar konduktivitas yang sesuai.
- Lakukan penyesuaian pada panel kontrol hingga pembacaan sensor stabil.
- Catat hasil kalibrasi dalam logbook peralatan.
Perbaikan Tekanan Pompa
- Pastikan tekanan inlet dan outlet berada pada nilai yang direkomendasikan.
- Sesuaikan setelan pompa RO bila terdapat penyimpangan aliran.
- Selain itu, lakukan verifikasi ulang setelah sistem berjalan selama beberapa menit.
Kalibrasi Aliran Air (Flow Rate)
- Gunakan flowmeter kalibrasi untuk memastikan kapasitas output sesuai model (10–2000 L/H).
- Pastikan tidak ada hambatan pada jalur pipa maupun filter.
Pengujian Kualitas Air
- Lakukan pengujian TOC, bakteri, dan logam berat secara rutin.
- Verifikasi bahwa nilai resistivitas mencapai ≥18 MΩ·cm untuk air ultrapure.
Hospital Laboratory Pure Water Machine merupakan solusi penting bagi laboratorium rumah sakit yang membutuhkan air ultrapure dengan kualitas tinggi. Selain itu, sistem ini menghadirkan teknologi double RO dan EDI untuk memastikan setiap proses analisis berjalan akurat. Dengan perawatan serta kalibrasi yang tepat, mesin ini akan menghasilkan performa yang konsisten dan andal dalam jangka panjang. Karena itu, penerapan prosedur perawatan yang teratur sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas air tetap optimal.
Itulah pembahasan tentang perawatan Hospital Laboratory Pure Water Machine dan cara kalibrasinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Sumber:
Hospital Laboratory Pure Water Machine Manufacturer – Molewater

