
https://raillynews.com/
Puasa selama bulan suci Ramadhan menjadi kesempatan luar biasa untuk membersihkan tubuh. Namun, banyak orang yang tidak memanfaatkannya, karena mereka memenuhi meja makan mereka dengan makanan tidak sehat yang tinggi gula dan lemak.
Lemak dan racun dari hati dan tubuh dapat dihilangkan melalui berpuasa. Karbohidrat yang terdapat pada makanan akan diubah menjadi energi oleh tubuh kita. Tubuh mulai mencari sumber energi lain setelah enam jam berpuasa, sehingga membakar lemak yang tersimpan.
Ketika Anda makan makanan asin, manis, atau gorengan saat berbuka puasa, Anda menyabotase proses detoks dan kehilangan salah satu manfaat puasa yang paling signifikan.
Cara menjaga pola makan sehat setelah puasa
Setelah Idul Fitri, kita kembali ke pola makan 3-4 kali sehari, setelah menjalankan puasa selama sebulan Ramadhan dapat menjadi tantangan bagi tubuh. Sekarang setelah Anda beralih kembali ke gaya hidup lama, Anda perlu mengikuti beberapa panduan untuk mengembalikan tubuh ke jalur semula.
1) Sarapan
Setelah sebulan tidak sarapan, tubuh akan dituntut melakukan konfigurasi ulang untuk memakannya kembali di pagi hari. Mulailah dengan mengulangi apa yang Anda lakukan selama puasa Ramadhan dengan makan kurma bersama milkshake/smoothie.
Berbagai opsi kategori makanan dapat Anda coba, tetapi jangan melewatkan sarapan. Namun, jika Anda ingin melakukan puasa intermiten (IF) selama 16 jam, Anda dapat menunda sarapan Anda di kemudian hari, dan mendapatkan periode puasa yang lebih lama dari waktu makan terakhir, yaitu makan malam.
Sangat disarankan apabila di bawah bimbingan ahli gizi dan jika telah terjadi kehilangan lemak pada periode Ramadhan, memperpanjang puasa agama seperti melakukan puasa qadha atau puasa Syawal untuk manfaat kesehatan bisa menjadi pilihan.
2) Pilihan makanan
Jangan mengkonsumsi gorengan, fast food, junk food, makanan luar, atau makanan yang terlalu berlemak atau pedas. Ini untuk menjaga pola makan sehat setelah puasa.
Idealnya ini harus diikuti sepanjang tahun, tetapi ini sangat penting setelah puasa, karena tubuh Anda lebih mungkin mengalami kembung, keasaman, dan gangguan pencernaan.
3) Hidrasi
Minum banyak cairan akan membuat Anda terhidrasi dengan baik. Baik itu jus lemon, air putih, air tebu, jus buah, dan air kelapa, semuanya baik untuk dikonsumsi.
Dari sudut pandang hidrasi, Anda juga dapat menambahkan biji chia/sabja ke dalam air biasa. Hal tersebut dapat mencegah rasa lapar dan membuat Anda kenyang.
4) Rencanakan diet Anda
Pastikan untuk mengkonsumsi banyak sayuran, salad mentah, dan biji-bijian agar mendapatkan serat yang cukup. Anda juga dapat mengonsumsi protein tanpa lemak dan non-olahan. Hal itu dilakukan untuk menjaga pola makan sehat setelah puasa.
Susu kental dan buttermilk harus menjadi bagian dari rutinitas harian Anda. Ini tidak hanya akan membantu masalah pencernaan dan perut, tetapi juga akan membantu Anda tetap tenang dalam cuaca panas ini.
5) Kontrol porsi
Memperlakukan makanan/makanan sebagai hadiah dapat membahayakan upaya Anda untuk mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari Anda. “Saya sudah rajin berpuasa selama sebulan, sekarang saya bebas makan apa saja yang ingin saya makan!!”
Puasa selama sebulan tidak memberi Anda izin gratis untuk makan berlebihan sekarang. Dengarkan tubuh Anda. Praktek kontrol porsi. Jika Anda ingin menjaga sistem pencernaan Anda dalam kondisi baik, Anda tidak boleh makan berlebihan meskipun Anda mengonsumsi makanan yang sehat.
Pastikan Anda menerapkan hal tersebut untuk menjaga pola makan sehat setelah puasa. Sekian informasi yang dapat kami sampaikan. Selamat menjalankan ibadah puasa.
Website || Syaf.co.id
