Pembalutan Cedera Engkel dengan Perban Elastis

|

Cedera merupakan salah satu kondisi yang sering dialami oleh orang banyak. Terutama pada mereka yang melakukan pekerjaan fisik berat. Biasanya bagian tubuh yang mengalami cedera atau luka dibalut dengan perban elastis untuk cedera. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

|

https://www.healthline.com/

Mengenal cedera enkel

Cedera engkel atau ankle sprain merupakan keseleo yang terjadi pada pergelangan kaki ketika ligamen yang mendukung tulang-tulang pergelangan kaki teregang atau robek. Ankle sprain merupakan salah satu jenis cedera yang biasanya terjadi pada atlet, non atlet, anak-anak, hingga orang dewasa.

Umumnya cedera engkel terjadi apabila pergelangan kaki bergerak ke posisi yang salah secara tiba-tiba, seperti yang terjadi ketika kecelakaan saat berkendara, terjatuh atau terkilir saat berolahraga, atau ketika salah menapak saat berjalan.

Penyebab terjadinya cedera engkel

Seperti yang disebutkan sebelumnya, cedera engkel dapat dialami oleh siapa pun. Cedera biasanya diatasi dengan membalutnya menggunakan perban elastis untuk cedera. Adapun beberapa faktor penyebab seseorang mengalami cedera engkel yaitu sebagai berikut:

  • Ligamen-ligamen yang berada pada sendi engkel lemah atau longgar, biasanya diakibatkan karena sering diakibatkan karena cedera engkel yang berulang.
  • Otot-otot yang melemah, terutama otot-otot pada otot di sekitar sendi pergelangan kaki(muscle weakness)
  • Fleksibilitas yang buruk.
  • Pemanasan dan peregangan saat sebelum berolahraga yang masih kurang.
  • Penggunaan sepatu atau alas kaki yang tidak tepat.
  • Buruknya keseimbangan.
  • Permukaan lapangan olahraga tidak rata.

Jenis-jenis cedera engkel

Jenis-jenis cedera engkel dibedakan berdasarkan lokasi terjadinya cedera, yaitu sebagai berikut:

Tendonitis

Tendonitis merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya peradangan pada tendon. Peradangan tersebut terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap cedera. Sendi atau bagian otot tubuh mana saja bisa mengalami tendonitis, namun biasanya tendonitis diakibatkan oleh cedera engkel kaki.

Keseleo

Keseleo merupakan cedera yang terjadi pada pergelangan kaki yang terputar atau terpelintir. Keseleo dapat menyebabkan jaringan di engkel atau pergelangan kaki meregang atau robek.

Tendon putus

Kaki tidak akan bisa ditekuk atau dijinjit serta terasa sangat nyeri apabila tendon engkel kaki putus. Seseorang juga akan mengalami kesulitan atau bahkan tidak dapat berjalan apabila tendon putus. Apabila tendon pada engkel kaki putus, itu merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera.

Putusnya tendon juga bisa terjadi akibat tendinitis yang tidak ditangani dengan baik, selain karena cedera berat.

Patah tulang dan sendi kaki

Retakan kecil hingga patah tulang terbuka yang ditandai dengan tulang menonjol keluar hingga menembus kulit merupakan kondisi patah tulang pergelangan kaki atau engkel. Patah tulang biasanya terjadi pada orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas atau saat berolahraga.

Selain itu dapat disebabkan juga oleh kondisi kekurangan nutrisi untuk memperkuat tulang, seperti kalsium dan vitamin D. Patah tulang juga merupakan kondisi yang terbilang parah dan memerlukan penanganan segera.

Apabila seseorang mengalami cedera engkel dalam kondisi yang masih ringan, maka engkel yang cedera tersebut dapat dibalut dengan Perban elastis untuk cedera. Hal tersebut untuk meredakan pembengkakan yang terjadi.

Ketika hendak mengenakan perban elastis, diharapkan untuk berhati-hati dan pastikan pemakaian perban tidak terlalu ketat. Hal itu karena akan menghambat aliran darah pada kaki. Apabila dalam penggunaan perban elastis muncul sensasi kesemutan atau kaki tampak membiru dan terdapat bagian kaki yang mati rasa, maka penggunaan perban harus dicopot segera atau dikendurkan.

Tips penggunaan perban elastis untuk cedera

Dalam menggunakan perban untuk cedera, perlu dipilih jenis perban yang sesuai dengan luka yang dialami. Berikut ini adalah tips dalam menggunakan perban untuk menangani cedera.

  • Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum menggunakan perban.
  • Sesuaikan ukuran perban dengan bagian tubuh atau luka yang akan dibalut.
  • Perban ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami cedera atau luka, namun jangan terlalu ketat untuk menjaga sirkulasi udara dan aliran darah tetap lancar.
  • Ujung balutan terakhir diikat dengan ikat simpul, juga dapat digunakan klip perban atau perekat untuk mengamankan balutan.
  • Jangan lupa untuk mengganti perban secara rutin setiap hari atau ketika sudah basah dan kotor untuk menjaga luka tetap kering dan bersih.

Semoga informasi mengenai perban elastis untuk cedera bisa menambah wawasan Anda. Dapatkan berbagai jenis perban elastis di Syaf Unica Indonesia.

 

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi