Pemantauan status gizi bayi menjadi sangat penting bagi setiap orangtua. Itu agar dapat mengetahui apakah kebutuhan gizi dan nutrisi bayinya tercukupi atau tidak.
orang tua pastinya menginginkan bayinya sehat dan dapat tumbuh berkembang sesuai dengan semestinya. Sehingga pemantauan tersebut sangat berguna untuk membantu orangtua agar dapat menentukan tindakan seperti apa yang harus dilakukan pada buah hatinya.
PENTINGNYA ORANGTUA MENGENAL LILA
Lila merupakan kepanjangan dari lingkar lengan atas. Tenaga medis seperti bidan atau dokter biasanya mengukur lila pada bayi dan balita secara berkala sebagai upaya untuk mengetahui status gizi bayi. Sebenarnya ada banyak indikator lain yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi bayi, seperti berat badan, lingkar kepala, dan tinggi badan. Akan tetapi pengukuran lila menjadi salah satu cara sederhana yang biasa dilakukan oleh tenaga medis.
Menurut UNICEF (2013) disebutkan bahwa “Pengukuran lingkar lengan atas pada bayi sangat penting untuk mendeteksi risiko malnutrisi pada bayi dengan cepat dan akurat. Pengukuran ini merupakan salah satu alat yang paling sederhana, murah, dan cepat untuk mengevaluasi status gizi bayi. Pengukuran lingkar lengan atas pada bayi dilakukan dengan menggunakan pita pengukur. Hasil pengukuran dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan energi dan protein bayi serta untuk mengevaluasi efektivitas intervensi gizi yang diberikan.”
Dari pernyataan tersebut, membuktikan bahwa pengukuran lingkar lengan atas bisa menjadi sangat penting terutama jika indikator pertumbuhan lain tidak dapat memberikan informasi yang akurat.
Selain untuk mengetahui status gizi bayi, tenaga medis juga menggunakan pengukuran lila. Itu berguna untuk mendeteksi resiko kesehatan bayi dan balita dalam keadaan darurat. Biasanya hal tersebut dilakukan apabila tinggi dan berat badan bayi tidak dapat dinilai secara akurat. Sehingga penting bagi orangtua mengetahui pengukuran lila ini.
Fungsi pengukuran lila
Berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi pengukuran lila dan betapa pentingnya orang tua mengetahui tentang pengukuran lila.
-
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi
Pada ilmu kedokteran yang disebut dengan antropometri, tolok ukur yang digunakan untuk pemantauan status gizi bayi dapat dilihat dengan berbagai indikator. Indikator tersebut seperti usia, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, hingga tebal lipatan yang ada pada kulit. Akan tetapi pengukuran lingkar lengan atas sering digunakan untuk mengukur status gizi pada bayi.
Hal tersebut karena dinilai mudah dan lebih efektif untuk dilakukan. Peralatan yang digunakan juga cukup terjangkau dan dapat dengan mudah ditemukan. Pengukuran lingkar lengan pada bayi dapat memberikan informasi mengenai seberapa baik pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam jangka waktu tertentu. Data tersebut dapat digunakan untuk menilai status gizi bayi.
-
Deteksi Resiko Kesehatan
Studi menunjukkan bahwa pengukuran lingkar lengan atas lebih sensitif dalam mendeteksi malnutrisi akut dibandingkan dengan pengukuran berat badan atau tinggi badan. Jika lingkar lengan anak berada di bawah atau di atas standar yang dianjurkan untuk usia dan jenis kelaminnya, itu dapat menunjukkan risiko kondisi kesehatan tertentu, seperti malnutrisi, obesitas, atau gangguan hormonal.
Melakukan pengukuran lingkar lengan pada bayi juga dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi energi dan protein yang dimiliki oleh bayi. Pihak medis dapat mengetahui apakah bayi atau balita mengalami kekurangan protein atau KEP dengan mengukur lingkar lengan bagian atas. Kondisi KEP penting untuk diketahui karena dapat menjadi indikator dari beberapa penyakit gizi buruk seperti gangguan gizi dan busung lapar.
-
Pengukuran Efektivitas Intervensi
Pada kasus bayi yang telah didiagnosis dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti malnutrisi atau obesitas, pengukuran lingkar lengan atas dapat digunakan untuk memantau efektivitas intervensi atau perawatan yang diberikan. Sehingga tenaga medis dapat menentukan langkah seperti apa yang dapat digunakan untuk menangani permasalahan penyakit tersebut.
CARA MENGUKUR LILA DAN MEMBACA PENGUKURAN LILA

Cara mengukur lila terbilang cukup mudah dan sederhana. Alat yang digunakan berupa pita pengukur lila. Pita tersebut terdapat garis-garis yang dilengkapi angka dan biasanya memiliki indikator warna merah, kuning, hijau, dan jingga.
Pengukuran lingkar lengan atas pada bayi biasanya dilakukan pada tangan yang tidak aktif. Apabila bayi lebih aktif menggerakkan tangan kanannya, maka pengukuran dilakukan pada tangan kiri, begitu juga sebaliknya. Titik pengukuran harus ditentukan dulu. Biasanya pita lila diletakkan pada pertengahan antara lengan atas dan ujung siku dengan skala ukuran centimeter (cm).
Berikut ini langkah-langkah mengukur lengan atas menggunakan pita lila :
- Siapkan pita lila yang akan digunakan dan pastikan dalam kondisi baik serta bersih.
- Letakkan pita lila pada lengan atas bayi.
- Tentukan titik tengah antara siku dan bahu.
- Pasang pita lila pada titik tengah yang telah ditentukan. Pastikan pita menempel pada kulit bayi serta tidak terlalu kencang maupun terlalu longgar.
- Baca hasil pengukuran sesuai dengan indikator warna.
- Ulangi pengukuran beberapa kali agar mendapatkan hasil yang akurat.
Berikut ini cara membaca hasil pengukuran dengan pita lila sesuai dengan indikator warna :
-
- Warna hijau menunjukkan bahwa gizi bayi telah tercukupi.
- Warna kuning menunjukkan bahwa bayi berisiko mengalami malnutrisi akut dan harus segera dibawa ke rumah sakit guna mencegah terjadinya malnutrisi.
- Warna jingga menunjukkan bahwa bayi mendapatkan malnutrisi sedang atau kurang gizi. Kondisi ini juga harus segera ditindaklanjuti oleh tenaga medis agar mendapatkan perawatan.
- Warna merah menunjukkan bahwa bayi mengalami gizi buruk atau malnutrisi akut yang parah. Kondisi ini harus segera ditangani oleh tenaga medis di rumah sakit.
sekian informasi mengenai pemantauan status gizi bayi dengan pengukuran lingkar lengan atas. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat.

