
https://www.sehatq.com/
Tes kehamilan dilakukan untuk mengukur hormon yaitu human chorionic gonadotropin (hCG). hCG ditemukan dalam darah dan urin yang juga diproduksi selama kehamilan.
Pengujian hCG dapat digunakan segera 10 hari setelah pembuahan untuk membantu menentukan apakah seseorang hamil. Mengukur hCG juga dapat membantu mengidentifikasi komplikasi selama kehamilan.
Tujuan tes cepat hCG untuk kehamilan
Penggunaan standar untuk tes kehamilan adalah untuk mengevaluasi apakah seseorang hamil. Tes urin dan darah untuk hCG dapat digunakan untuk tujuan ini, dan tes ulang dapat dilakukan untuk memastikan kehamilan.
Pada awal kehamilan, tes yang mengukur jumlah hCG juga dapat membantu menilai usia janin. Tes hcG juga dapat digunakan untuk tujuan berikut ini:
- Identifikasi atau menghilangkan kehamilan ektopik, yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi menempel atau berimplantasi di area yang tidak normal.
- Memeriksa kehamilan sebelum operasi atau perawatan medis lainnya.
- Skrining untuk sindrom Down pada orang hamil sebagai bagian dari skrining prenatal.
- Memantau kehamilan yang mungkin berisiko keguguran.
- Membantu mendiagnosisgestational trophoblastic disease (GTD), yang merupakan istilah untuk tumor terkait kehamilan.
Hal yang diukur oleh tes cepat hCG untuk kehamilan
Hormon dalam tubuh yang diukur dalam tes kehamilan disebut human chorionic gonadotropin (hCG). hCG dibuat pada tingkat yang lebih tinggi selama kehamilan. Terdapat dua cara berbeda untuk melaporkan hasil hCG:
Kualitatif
Tes hCG kualitatif memberikan hasil positif atau negatif tergantung pada ada tidaknya hCG dalam sampel. Tes kualitatif dapat dilakukan dengan menggunakan sampel darah atau urin. Jenis tes ini paling sering dilakukan untuk memastikan kehamilan.
Kuantitatif
Tes hCG kuantitatif mengukur jumlah hCG yang ada dalam darah. Tes ini sering menggunakan sampel darah, tetapi beberapa tes urin dapat memberikan tingkat pengukuran kuantitatif.
Selain memastikan kehamilan, tes hCG kuantitatif juga dapat digunakan sebagai bagian dari proses diagnostik untuk kehamilan abnormal dan kondisi kesehatan lain yang tidak terkait dengan kehamilan yang dapat meningkatkan kadar hCG.
Waktu melakukan tes cepat hCG untuk kehamilan
Tes kehamilan paling sering dilakukan ketika seseorang diyakini hamil. Pengujian dapat mendeteksi kehamilan segera setelah 10 hari setelah pembuahan. Keakuratan tes kehamilan biasanya meningkat jika dilakukan setidaknya 1-2 minggu setelah periode menstruasi yang terlewat.
Ini juga dapat dilakukan ketika ada tanda dan gejala yang menunjukkan kehamilan ektopik atau kehamilan yang gagal. Tanda-tanda kehamilan ektopik mungkin termasuk:
- Pendarahan vagina yang tidak normal
- Nyeri punggung bawah
- Nyeri di daerah panggul atau perut bagian bawah
- Kram di satu sisi panggul
Gejala tambahan dan lebih parah dapat berkembang jika kehamilan ektopik tidak diidentifikasi dan diobati, jadi penting bagi wanita usia subur untuk berbicara dengan dokter jika mereka melihat gejala ini.
Tes kehamilan juga dapat dilakukan sebagai tes rutin sebelum beberapa perawatan medis, seperti operasi atau kemoterapi, yang berpotensi membahayakan janin. Untuk pasien tertentu, dokter berada dalam posisi terbaik untuk menentukan apakah tes kehamilan tepat.
Akurasi hasil tes cepat hCG untuk kehamilan
Meskipun tidak ada tes yang 100% akurat, tes kehamilan dianggap sangat akurat. Hasil positif pada seseorang yang tidak benar-benar hamil dapat terjadi setelah menopause atau saat mengonsumsi suplemen hormon.
Hasil negatif pada seseorang yang benar-benar hamil dapat terjadi ketika tes dilakukan terlalu dini setelah pembuahan, ketika kadar hCG tidak mencukupi. Jika tes negatif terjadi ketika kehamilan dicurigai, tes harus diulang seminggu kemudian.
Itulah informasi mengenai tes cepat hCG untuk kehamilan. Dapatkan kaset tes cepat hCG yaitu FOKUS hCG Cassette.
Website || Syaf.co.id
