Dalam artikel ini, kita akan membahas panduan praktis untuk melakukan kalibrasi dan perawatan alat bioreactor dengan efektif.
Bioreactor merupakan alat yang sangat penting dalam berbagai industri, memungkinkan pengguna untuk mengendalikan lingkungan kultur dengan presisi untuk mendukung pertumbuhan dan produksi organisme hidup. Namun, pengguna perlu melakukan kalibrasi dan perawatan yang teratur agar kinerjanya tetap optimal.
KALIBRASI ALAT BIOREACTOR: MENGUKUR DAN MENYESUAIKAN DENGAN AKURAT
Sensor dan Pengukur
Langkah pertama adalah memeriksa sensor dan pengukur yang digunakan untuk memantau parameter lingkungan seperti suhu, pH, dan aerasi. Pastikan bahwa semua sensor berfungsi dengan benar dan memberikan pembacaan yang akurat.
Kalibrasi Sensor
Setelah memeriksa sensor, lakukan kalibrasi agar perbandingan pembacaan sensor diketahui secara akurat.
Verifikasi Kontrol
Selain sensor, pastikan juga untuk memverifikasi kontrol pengatur yang digunakan untuk mengatur parameter lingkungan. Periksa apakah kontrol dapat menyesuaikan kondisi lingkungan secara efektif sesuai dengan nilai yang diinginkan.
Pengukuran Periodik
Lakukan pengukuran dan kalibrasi secara periodik, biasanya setiap beberapa bulan atau sesuai dengan jadwal perawatan yang direkomendasikan oleh produsen. Ini membantu memastikan bahwa bioreactor tetap memberikan hasil yang akurat dan konsisten.
Baca juga: Prinsip Kerja Bioreactor yang Mendorong Produksi Biologis
PERAWATAN ALAT BIOREACTOR: MENJAGA KINERJA OPTIMAL DALAM JANGKA PANJANG
Pembersihan Rutin
Lakukan pembersihan rutin pada semua bagian bioreactor, termasuk tangki kultur, sensor, impeller, dan pipa-pipa. Hindari penumpukan material yang dapat mengganggu kinerja atau menyebabkan kontaminasi.
Ganti Suku Cadang
Periksa dan ganti suku cadang yang aus atau rusak, seperti seal, katup, atau impeller, sesuai dengan jadwal perawatan yang direkomendasikan. Ini membantu mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan kinerja yang optimal.
Periksa Koneksi
Pastikan semua koneksi, termasuk selang dan katup, terpasang dengan rapat dan tidak bocor. Periksa juga sistem pipa untuk memastikan tidak ada penyumbatan atau kebocoran yang dapat mengganggu aliran nutrisi atau aerasi.
Pelumasan
Jika bioreactor menggunakan bagian yang bergerak, seperti impeller atau bearing, pastikan untuk melumasi secara teratur sesuai dengan instruksi produsen. Pelumasan yang tepat membantu menjaga gerakan yang lancar dan mengurangi gesekan yang tidak perlu.
Dengan melakukan kalibrasi dan perawatan alat bioreactor secara teratur, Anda dapat memastikan bahwa alat tersebut tetap beroperasi dengan kinerja yang optimal dalam jangka panjang. Ini tidak hanya membantu dalam memastikan kualitas produk yang konsisten, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan dan downtime yang tidak terduga.
Sumber:
Minifors 2: el paquete completo de biorreactores para principiantes | INFORS HT (infors-ht.com)
What Is A Bioreactor And What Is It Used For? | Atlas Scientific (atlas-scientific.com)

