MUELLER HINTON AGAR: MEDIUM STANDAR UNTUK UJI KEPEKAAN ANTIBIOTIK

Mueller Hinton Agar

Mueller Hinton Agar (MHA) adalah medium standar yang berguna dalam uji kepekaan antibiotik terhadap bakteri.


Pengendalian infeksi bakteri memerlukan pemilihan antibiotik yang tepat. Untuk itu, laboratorium mikrobiologi perlu melakukan uji kepekaan terhadap berbagai antibiotik. Salah satu medium yang paling sering digunakan dalam pengujian ini adalah MHA. Medium ini memiliki komposisi khusus yang memungkinkan pertumbuhan optimal bakteri, sehingga hasil uji kepekaan menjadi lebih akurat dan bisa menjadi andalan.

APA ITU MUELLER HINTON AGAR?

Mueller Hinton Agar adalah medium nutrisi padat yang diformulasikan dengan infus daging sapi, kasein hidrolisat, serta pati. Medium ini dikembangkan oleh John Howard Mueller dan Jane Hinton pada tahun 1941. MHA dirancang untuk mendukung pertumbuhan berbagai bakteri non-fastidious serta memberikan difusi antibiotik yang merata. Oleh karena itu, medium ini ditetapkan oleh Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) dan European Committee on Antimicrobial Susceptibility Testing (EUCAST) sebagai standar internasional untuk uji kepekaan antibiotik.

APA SAJA KEGUNAANNYA?

MHA memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi laboratorium, antara lain:

Uji kepekaan antibiotik

Medium ini berguna dalam metode difusi cakram (Kirby-Bauer test) untuk menentukan efektivitas antibiotik terhadap bakteri.

Pemantauan resistensi bakteri

Membantu rumah sakit dan pusat penelitian dalam memantau pola resistensi antimikroba.

Penelitian mikrobiologi

Berguna untuk studi yang memerlukan pertumbuhan bakteri pada medium netral tanpa faktor penghambat.

Pengujian kualitas obat

Berguna dalam mengevaluasi aktivitas antimikroba dari antibiotik baru maupun senyawa uji.

Baca juga: Fitur Turbocycler Lite – Thermal Cycler

BAGAIMANA PENGGUNAANNYA?

Agar hasil pengujian valid, penggunaan MHA harus sesuai dengan prosedur:

Persiapan medium

  1. Timbang bubuk MHA sesuai petunjuk produsen.
  2. Larutkan dalam air suling dengan pemanasan hingga homogen.
  3. Sterilisasi menggunakan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.

Penuangan ke cawan Petri

  1. Dinginkan medium hingga 45–50°C.
  2. Tuangkan ke cawan Petri steril setebal 4 mm (±25 ml per cawan berdiameter 90 mm).
  3. Biarkan memadat pada suhu ruang.

Inokulasi bakteri

  1. Suspensikan bakteri uji dalam saline hingga setara dengan standar McFarland 0,5.
  2. Ratakan suspensi pada permukaan agar dengan kapas steril atau spreader.

Pemasangan cakram antibiotik

  1. Letakkan cakram antibiotik pada permukaan agar menggunakan pinset steril.
  2. Pastikan jarak antar cakram cukup untuk menghindari tumpang tindih zona hambat.

Inkubasi

Inkubasi cawan pada suhu 35–37°C selama 16–18 jam.

Interpretasi hasil

  1. Amati zona hambat di sekitar cakram antibiotik.
  2. Ukur diameter zona dan bandingkan dengan standar CLSI atau EUCAST.

Mueller Hinton Agar adalah medium standar yang mampu mendukung pertumbuhan bakteri non-fastidious dan diakui secara internasional untuk uji kepekaan antibiotik. Oleh karena itu, memahami pengertian, kegunaan, serta cara penggunaan MHA sangat penting untuk mendukung hasil laboratorium yang valid dan akurat.


Sumber:

Mueller Hinton Agar (MHA)- Composition, Principle, Preparation, Results, Uses (microbenotes.com)

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi