Metode Penggunaan Ambu Bag

|

|

https://skrooll.com.ph/

Ambu bag juga biasanya disebu dengan bag valve mask (BVM), adalah alat genggam yang digunakan untuk memberikan ventilasi tekanan positif ke subjek apa pun dengan napas yang tidak mencukupi atau tidak efektif.

Ambu bag terdiri dari tas yang mengembang sendiri, katup satu arah, masker, dan reservoir oksigen. Simak informasi mengenai metode penggunaan Ambu bag pada artikel berikut ini.

Apa itu Ambu bag?

Bag-valve-mask (BVM) atau Ambu bag merupakan kantong yang dapat mengembang sendiri dan digunakan untuk memberikan ventilasi kepada orang yang tidak bernapas secara normal.

BVM terdiri dari katup non-rebreathing dan masker wajah. Ujung tas yang berlawanan terpasang ke sumber oksigen. Masker dipegang secara manual di wajah. Kantong ditekan untuk memberikan ventilasi kepada pasien melalui hidung dan mulut sampai intubasi dapat dilakukan.

Kapan Ambu bag perlu digunakan?

Bag Valve mask atau Ambu bag diindikasikan dalam berbagai kondisi, antara lain sebagai berikut:

  • Kegagalan pernapasan (paru-paru)
  • Intubasi yang gagal (memasukkan tabung ventilasi buatan ke dalam trakea)
  • Pasien yang menjalani anestesi untuk operasi elektif
  • Apnea (perlambatan atau berhenti bernapas)

Namun, BVM harus dihindari dalam situasi berikut:

  • Penyumbatan saluran napas atas (saluran di mana udara mencapai paru-paru)

Apa komplikasi dari penggunaan Ambu bag?

Penggunaan Ambu bag dapat menimbulkan beberapa komplikasi yaitu sebagai berikut:

  • Ventilasi berlebihan atau hiperventilasi: Memberi terlalu banyak volume udara atau memberikannya terlalu cepat dapat mengakibatkan dorongan udara ke dalam perut, yang mengarah ke kondisi yang dikenal sebagai insuflasi lambung.
  • Muntah
  • Aspirasi (masuknya benda asing ke saluran napas)
  • Hipoventilasi
  • Memperburuk obstruksi jalan napas
  • Mempercepat hipoksia (kadar oksigen rendah dalam darah)

Bagaimana metode penggunaan Ambu bag?

Langkah-langkah berikut harus diikuti untuk memastikan penggunaan Ambu bag yang benar:

  • Sebuah jalan napas orofaringeal dapat dimasukkan untuk mencegah oklusi jalan napas saat pasien terlentang.
  • Penolong harus berada di atas kepala pasien. Segel yang baik harus dicapai dengan masker dan wajah. Ujung runcing masker harus di atas hidung dan ujung melengkung tepat di bawah bibir bawah.
  • Teknik satu orang memerlukan metode “E-C seal” di mana digit pertama dan kedua membentuk “C” di atas masker dengan ibu jari ditekan oleh jembatan hidung.
  • Digit kedua di atas bagian bawah masker dengan mulut, dan sisa tiga digit Anda membentuk “E” di atas mandibula untuk menahan masker dengan erat. Seharusnya tidak ada celah antara masker dan wajah. Anda juga dapat melakukan manuver “head-tilt chin lift” atau “jaw-thurst” jika diindikasikan untuk mempertahankan patensi jalan napas.
  • Dalam teknik dua orang, penolong kedua meremas tas sedangkan penolong pertama menggunakan teknik E-C yang sama dengan kedua tangan. Ini lebih efektif dalam memberikan volume tidal yang dibutuhkan dan juga menciptakan sealyang lebih baik.
  • Pastikan bahwa jaringan lunak di sekitar leher tidak terjepit oleh jari penolong.

Membeli Ambu bag di Syaf

Syaf menyediakan Resuscitator Ambubag Silicone Anak. Ambu bag ini terbuat dari 100% bahan silikon kelas medis dan komponen bebas lateks. Ini dapat diautoklaf dan dapat digunakan kembali sehingga penggunaannya lebih ekonomis.

Resuscitator Ambubag Silicone Anak bisa Anda beli melalui website Syaf. Itulah sedikit informasi mengenai metode penggunaan Ambu bag.

Website || Syaf.co.id

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi