Mengenal Tes Antibodi Permukaan Hepatitis B dan Hasilnya

|

Tes antibodi permukaan hepatitis B (HBsAb) mendeteksi protein yang disebut antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan sebagai respons terhadap virus hepatitis B (HBV). Tes ini digunakan untuk menentukan apakah seseorang kebal terhadap virus setelah paparan alami atau vaksinasi.

|

https://nakita.grid.id/

Apa itu Antibodi Permukaan Hepatitis B?

Saat Anda terpapar HBV, tubuh seseorang memasang pertahanan kekebalan untuk secara khusus menargetkan dan menetralisir penyerang.

Tidak seperti kekebalan bawaan yang memasang pertahanan umum terhadap semua penyerang, jenis kekebalan ini adalah spesifik penyakit. Respon imun ini terjadi baik ketika seseorang terpajan HBV melalui darah atau kontak seksual, atau jika ia divaksinasi dengan vaksin hepatitis B.

Virus memiliki protein di permukaannya, yang disebut antigen. Antigen berfungsi sebagai tanda pengenal unik. Ketika HBV masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan “mengkodekan” antibodi spesifik untuk antigen ini sehingga dapat mengenali dan menyerang virus jika muncul lagi.

Ada dua jenis antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap virus:

– Immunoglobulin M (IgM)

Merupakan  antibodi yang meningkatkan serangan awal tetapi akhirnya menghilang.

– Immunoglobulin G (IgG)

Merupakan  antibodi yang memberikan perlindungan kekebalan jangka panjang terhadap HBV. Kekebalan dapat bertahan selama bertahun-tahun, tetapi secara bertahap berkurang seiring waktu.

Tes ini tidak boleh disamakan dengan tes antigen permukaan hepatitis B (HBsAg) atau tes antibodi inti hepatitis B (HBcAb), keduanya digunakan untuk menentukan apakah seseorang telah terinfeksi HBV.

Apa tujuan tes antibodi permukaan hepatitis B?

Tes HBsAb dilakukan untuk menentukan keberadaan dan jumlah antibodi HBV dalam darah seseorang sehingga dapat diketahui seberapa kebal ia terhadap virus.

Ini dapat digunakan untuk mencari paparan HBV sebelumnya (dan untuk mengetahui seberapa baru paparannya). Dengan membandingkan tingkat IgM dan IgG, praktisi kesehatan juga dapat menggunakan tes untuk memantau pemulihan pasien dari infeksi HBV akut.

Selain itu, tes HBsAb dapat mengungkapkan apakah vaksinasi hepatitis B berhasil dan membantu menentukan apakah seseorang memerlukan vaksin penguat (mengingat bahwa antibodi HBV dapat turun di bawah tingkat perlindungan dari waktu ke waktu).

Bagaimana tes antibodi permukaan hepatitis B dilakukan?

Tes HBsAb dilakukan dengan mengambil sampel darah yang dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Penyedia layanan kesehatan akan mengevaluasi hasil sesuai dengan riwayat vaksinasi, gejala, dan risiko paparan seseorang, serta hasil tes hepatitis lainnya.

Menafsirkan hasil tes antibodi permukaan hepatitis B

Hasil tes HBsAb yang diperoleh seseorang mungkin positif atau negatif, tetapi interpretasinya dapat bervariasi berdasarkan hasil tes HBsAg dan HBcAb mereka.

Positif

Apabila hasil HBsAb menunjukkan positif, itu artinya antibodi permukaan ada di dalam tubuh. Biasanya berarti seseorang telah pulih dari infeksi hepatitis B baru-baru ini atau sebelumnya dan kebal terhadap virus.

Apabila HBsAb dan HBcAb keduanya positif, seseorang dikatakan kebal karena infeksi alami. Jika seseorang menerima vaksin hepatitis B, hasil HBsAb positif sendiri juga merupakan indikasi kekebalan

Negatif

Apabila hasil tes HBsAb menunjukkan negatif, itu bisa berarti banyak hal. Secara umum, itu berarti seseorang tidak kebal terhadap virus.

Itulah sedikit informasi mengenai tes antibodi permukaan hepatitis B. Syaf Unica Indonesia menyediakan HEALGEN HBsAb Test Strip dan HEALGEN HBsAb Test Cassette untuk pemeriksaan antibodi permukaan hepatitis B. Keduanya dapat Anda beli melalui website atau platform belanja online milik Syaf Official.

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi