Sirkumsisi merupakan salah satu prosedur yang dilakukan oleh pria, biasanya di usia bayi atau anak-anak. Simak informasi mengenai sirkumsisi dalam dunia medis berikut ini.

https://www.independent.co.uk/
Apa itu sirkumsisi?
Sirkumsisi (sunat atau khitan) merupakan operasi pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis. Sirkumsisi cukup umum untuk anak laki-laki yang baru lahir di beberapa bagian dunia. Sunat setelah periode bayi baru lahir adalah mungkin, tetapi ini adalah prosedur yang lebih kompleks.
Bagi sebagian keluarga, sirkumsisi adalah ritual keagamaan. Prosedurnya juga bisa menjadi bagian dari tradisi keluarga, kebersihan pribadi, atau perawatan kesehatan preventif. Bagi orang lain, sirkumsisi tampaknya tidak perlu atau menodai.
Mengapa dilakukan sirkumsisi?
Sirkumsisi atau sunat merupakan ritual agama atau budaya bagi banyak keluarga Yahudi dan Islam, serta suku-suku asli tertentu di beberapa bagian negara. Sirkumsisi juga bisa menjadi masalah tradisi keluarga, kebersihan pribadi atau perawatan kesehatan preventif.
Sirkumsisi dalam dunia medis juga diperlukan, seperti saat kulup terlalu kencang untuk ditarik ke belakang melewati kelenjar. Dalam kasus lain, misalnya di beberapa bagian Afrika, sirkumsisi dianjurkan untuk anak laki-laki atau laki-laki yang lebih tua untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual tertentu.
Sirkumsisi memiliki berbagai manfaat kesehatan, diantaranya yaitu:
– Lebih mudah menjaga kebersihan
Sirkumsisi membuatnya lebih mudah untuk mencuci penis. Anak laki-laki dengan penis yang tidak disunat maka perlu diajarkan untuk mencuci secara teratur di bawah kulup.
– Penurunan risiko infeksi saluran kemih
Infeksi ini lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat, namun secara umum risiko infeksi saluran kemih pada pria rendah. Infeksi parah di awal kehidupan dapat menyebabkan masalah ginjal di kemudian hari.
– Penurunan risiko infeksi menular seksual
Pria yang disunat mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi menular seksual tertentu, termasuk HIV.
– Mencegah masalah penis
Kulup pada penis yang tidak disunat terkadang bisa sulit atau tidak mungkin untuk ditarik kembali (phimosis). Itu dapat menjadi penyebab peradangan pada kulup atau kepala penis.
– Penurunan risiko kanker penis
Meskipun kanker penis jarang terjadi, ini lebih jarang terjadi pada pria yang disunat. Selain itu, pada pasangan seksual wanita dari pria yang disunat juga lebih jarang mengalami kanker serviks.
Risiko tidak disunat, bagaimanapun, tidak hanya jarang, tetapi dapat dihindari dengan perawatan penis yang tepat.
Sunat mungkin bukan pilihan jika ada gangguan pembekuan darah tertentu. Selain itu, sunat mungkin tidak sesuai untuk bayi prematur yang masih memerlukan perawatan medis di kamar bayi rumah sakit atau untuk bayi yang lahir dengan kelainan penis.
Sunat tidak mempengaruhi kesuburan, sunat juga tidak secara umum dianggap meningkatkan atau mengurangi kenikmatan seksual bagi pria atau pasangannya.
Resiko prosedur sirkumsisi dalam dunia medis
Komplikasi yang paling umum terkait dengan sunat adalah pendarahan dan infeksi. Sirkumsisi jarang dapat menyebabkan masalah kulup. Sebagai contoh:
- Kulit khatan mungkin dipotong terlalu pendek atau terlalu panjang.
- Kulit khatan mungkin gagal sembuh dengan benar.
- Kulit khatan yang tersisa mungkin menempel kembali ke ujung penis, membutuhkan perbaikan bedah kecil.
Set alat sirkumsisi

Dalam melakukan prosedur sirkumsisi, petugas medis menggunakan berbagai alat khusus. Syaf Unica Indonesia menyediakan alat tersebut, yaitu FOKUS Circumsisi Set. Dalam satu paket FOKUS Circumsisi Set, terdiri dari:
- 1 Bowl round. Ø 61 mm x 30 mm.0.07
- 1 Standard Forcep Dress. 14cm
- 1 Standard Forcep Tiss. 14cm. 1:2 Teeth
- 2 Littauer Ligature Scissor14cm
- 2 Mayo-Hegar Needle Holder
- 1 Kidney Bowl. 170×1 00×35 mm
- 1 Halsted-Mosquito Artery Forcepcurv
- 1 Halsted-Mosquito Artery Forcepstr.
- 1 Standard Scalpel-Handle3/12.5cm.soli
Semoga informasi mengenai sirkumsisi dalam dunia medis bisa menambah wawasan Anda.
Website || Syaf.co.id
