Kertas saring merupakan suatu jenis kertas yang biasanya digunakan di laboratorium untuk menyairng suatu zat. Berikut ini adalah informasi mengenai kertas saring dan cara penggunaannya.

https://www.sartorius.hr/
Mengenal kertas saring
Kertas saring merupakan lembaran kertas yang memiliki kegunaan untuk keperluan filtrasi atau menyaring zat cair. Kertas saring yang digunakan dalam keperluan penelitian di laboratorium berbeda dengan kertas saring yang digunakan sehari hari.
Kertas saring yang digunakan untuk penelitian di laboratorium memiliki ukurna pori tertentu. Adanya pori tersebut dapat memungkinkan partikel dengan ukuran lebih kecil dari pori untuk melewatinya. Sementara partikel dengan ukuran lebih besar dari pori akan tertinggal dan terpisah.
Dari hal tersebut, ditarik kesimpulan bahwa kertas saring memiliki fungsi dalam memisahkan zat berdasarkan perbedaan ukuran partikelnya. Ketika hendak membeli kertas saring, akan terdapat banyak jenis kertas saring yang dibedakan berdasarkan nomor. Letak perbedaan masing-masing kertas saring tersebut yaitu pada ukuran pori dari kertas.
Kertas saring dan cara penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Begitu pula dengan ukurannya, misalnya apabila membutuhkan filtrasi dengan ukuran pori yang sangat kecil, maka perlu memilih kertas saring dengan nomor yang kecil. Umumnya ukuran kertas saring yang digunakan di laboratorium yaitu 0.45 mikrometer.
Kertas saring terbuat dari bahan yang berbeda dari kertas biasa, itu menggunakan kertas dengan bahan tertentu. Bahan yang digunakan untuk membuat kertas saring memiliki persyaratan tertentu. Umunya, bahan yang digunakan untuk membuat kertas saring yaitu selulosa. Bahan tersebut tidak larut ketika digunakan untuk menyaring berbagai jenis larutan.
Penggunaan bahan selulosa dikenal karena merupakan material dengan kelarutan yang sangat rendah dan kekuatan yang tinggi. Oleh karena itu, material ini sangat cocok dan umum digunakan sebagai bahan kertas saring. Alasan lainnya yaitu selulosa dapat terdekomposisi termal secara sempurna saat pemanasan.
Hal itu berarti apabila sedang melakukan pemanasan dengan melibatkan kertas saring hingga mencapai suhu yang tinggi, kertas saring akan hilang dengan sempurna karena terdekomposisi pada suhu tinggi. Sehingga kertas saring tidak akan mempengaruhi hasil perhitungan pada uji kuantitatif.
Fungsi Kertas Saring
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kertas saring sangat berperan untuk memisahkan fasa cair dari fasa padat. Karakteristik tersebut digunakan untuk pemisahan fasa padat dan cair yang tidak homogen. Hal tersebut menyebabkan banyak proses kimia yang menggunakan kertas saring.
Contohnya yaitu apanila sedang melakukan rekristalisasi pemurnian garam. Kertas saring digunakan untuk menyaring larutan garam sehingga memisahkannya dari pengotor padat yang biasanya terdapat pada garam. Itu membuat pengotor akan tertinggal di kertas saring.
Contoh lainnya yaitu dalam pengujian kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Gravimetri memanfaatkan kelarutan suatu zat. Pada proses ini, sampel akan dilarutkan dan kemudian ditambahkan suatu reagen yang dapat mengendapkan salah satu zat. Endapan tersebut dipisahkan dengan cara filtrasi atau penyaringan menggunakan kertas saring.
Cara menggunakan kertas saring
Kertas saring, fungsi, dan cara penggunaannya sangat penting di laboratorium. Penggunaan kertas saring dibagi menjadi dua cara, yaitu dalam penyaringan biasa dan dalam penyaringan bertekanan.
Penyaringan biasa
Untuk melakukan penyaringan biasa, peralatan yang harus disiapkan selain kertas saring yaitu corong kaca, gelas beaker, serta klem dan statif. Setelah berbagai alat tersebut dirangkai, kertas saring perlu dilipat menjadi setengah lalu seperempat lingkaran.
Kertas saring tersebut dibuka hingga berbentuk kerucut lalu ditempatkan pada bagian corong kaca. Pelarut yang sesuai dengan bahan yang akan disaring atau akuades diteteskan untuk melekatkan kertas saring pada corong kaca. Kemudian bahan yang akan dipisahkan dapat dituang secara perlahan.
Penyaringan bertekanan
Peralatan yang dibuuthkan untuk melakukan penyaringan bertekanan meliputi alat pompa vakum, labu penyaring, dan juga corong buchner. Rangkai semua alat tersebut dan pastikan semua bagian telah terpasang dengan baik dan tidak ada lubang sama sekali.
Kertas saring ditempatkan di corong Buchner tanpa perlu dilipat. Akuades atau pelarut yang sesuai diteteskan pada corong lalu pompa vakum dihidupkan. Sampel dapat dituang secara perlahan. Proses vakum dapat dihentikan sudah tidak ada cairan yang menetes di corong Buchner.
Itulah informasi mengenai kertas saring dan cara penggunaannya. Pembelian kertas saring dapat dilakukan di Syaf Unica Indonesia, baik itu melalui website atau platform belanja online.

