Bekerja di laboratorium kimia banyak terdapat larutan bersifat asam dan basa. Di sinilah indikator pH universal berguna, yang dapat mendeteksi seberapa asam atau basa suatu larutan dengan sangat andal. Artikel kali ini akan membahas tentang indikator pH universal dan cara menggunakannya.

https://www.chemguide.uk/
Apa itu pH?
Sederhananya, nilai pH larutan berair adalah angka yang menunjukkan jumlah ion hidrogen yang ada dalam larutan itu. Pengukuran pH dilakukan untuk mengetahui seberapa asam dan basa suatu larutan.
Ini dapat dilakukan dengan pengaturan laboratorium yang tepat, menguji muatan listrik larutan di kutub positif dalam sel elektrolitik. Tetapi hal-hal semacam itu tidak hanya mahal, tetapi juga sangat rumit. Anda juga mungkin tidak selalu memiliki pengaturan. Inilah sebabnya mengapa indikator pH digunakan.
Asam dan basa mengorbit hidrogen dengan cara yang khusus. Semua asam melepaskan ion hidrogen dalam larutan. Oleh karena itu, semakin banyak ion hidrogen dalam larutan, semakin asam itu.
Di sisi lain, basa melepaskan kation lain seperti natrium atau amonium dalam larutan air, menekan ion hidrogen alami dalam air. Jadi, semakin sedikit daya hidrogen dalam suatu larutan, semakin basa larutannya.
Dan skala pH mengukur persis seperti itu. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14, setiap angka menunjukkan potensi ion hidrogen spesifik dalam larutan tertentu.
pH 7 dihipotesiskan sebagai nilai pH medium sempurna, artinya larutan pH 7 benar-benar seimbang antara asam dan basa. Apa pun di bawah 7 bersifat asam dalam meningkatkan kekuatan, dan sebaliknya untuk basa.
Apa itu indikator asam/basa?
Indikator asam-basa adalah bahan kimia yang berubah warna tergantung pada jumlah ion hidrogen yang ada dalam larutan. Sebenarnya ada banyak indikator seperti itu di luar sana, mulai dari fenolftalein hingga kertas lakmus hingga metil biru.
Mereka bertindak dalam kisaran nilai pH tertentu. Umumnya, digunakan salah satu larutan indikator yang diteteskan dalam larutan atau kertas pH tempat meneteskan larutan.
Bahan kimia ini disebut senyawa halokromik, artinya mereka menukar elektron dengan ion H+ atau H3O+. Ketika elektron-elektron itu melompat-lompat di orbitnya, mereka menyerap warna-warna tertentu dari spektrum cahaya dan memantulkan/membiarkan sisanya, jadi kita melihat perubahan warna.
Ketika warna berubah dalam arah tertentu, berdasarkan sifat indikator akan diketahui keasaman atau kebasaan larutan. Setidaknya, Anda akan tahu apakah itu asam atau basa. Namun, tidak mengetahui nilai pH larutan tersebut. Untuk itu, diperlukan Indikator pH universal dan cara menggunakannya.
Apa itu indikator universal?
Masalah dengan indikator normal adalah bahwa indikator tersebut hanya bekerja dalam kisaran nilai pH yang sangat spesifik. Dengan menggunakannya, Anda dapat menentukan apakah larutan Anda bersifat asam atau basa, tapi tidak mengetahui berapa nilai pH-nya.
Ambil Metil Merah misalnya. Itu berubah menjadi merah di bawah pH 4,4 dan kuning di atas pH 6,2, tetapi apa pun di luar nilai-nilai itu tetap kurang lebih sama. Jika, misalkan, Anda bekerja dengan asam kuat dan Anda berharap untuk mengurangi keasamannya sedikit, maka metil merah tidak akan dapat membantu Anda mengetahuinya sama sekali.
Artinya, kertas lakmus dapat memberi tahu kita bahwa cuka dan asam sulfat bersifat asam, tetapi kertas lakmus tidak dapat memberi tahu kita asam mana yang lebih kuat.
Inilah sebabnya mengapa para ilmuwan menyiapkan Indikator Universal. Indikator pH universal dipatenkan oleh Yamada pada tahun 1933.
Indikator pH universal adalah campuran dari berbagai indikator berbeda dalam kekuatan berbeda yang, bekerja sama, memberikan warna yang terdefinisi dengan baik pada nilai pH yang berbeda mulai dari hampir seluruh skala.
Dengan menggunakan indikator universal, Anda dapat dengan mudah menentukan perubahan keasaman atau kebasaan dalam larutan Anda secara bertahap. Paling baik digunakan dalam larutan tidak berwarna.
Cara Menggunakan Indikator pH Universal
Ada dua bentuk fisik di mana Anda dapat menggunakan indikator universal strip kertas atau larutan cair. Indikator pH universal dan cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
Bentuk kertas
ini adalah kertas pH umum yang dapat kita temukan di sebagian besar toko, ini juga tersedia di Syaf yaitu pH Indicator Paper 0-14 Onemed.
Pada dasarnya selembar kertas berwarna, itu akan berubah warna saat bersentuhan dengan larutan asam atau basa. Ini berguna bila larutan itu sendiri berwarna gelap, atau jika benda uji cukup kental.
Indikator pH universal dan cara menggunakannya adalah meletakkan kertas di atas permukaan larutan, dan hanya kertas yang berubah warna. Selain itu, ini tidak mengganggu subjek tes itu sendiri. Namun jangan terlalu yakin dengan warna untuk menentukan nilai pH larutan yang tepat.
Bentuk larutan
Bila Anda memiliki larutan yang tidak berwarna dan tidak terganggu dengan gangguannya, maka gunakan larutan indikator universal untuk menentukan nilai pH larutan sedekat mungkin.
Umumnya, Anda dapat menambahkan 3-4 tetes indikator ke dalam 5 ml larutan sampel. Ini menyajikan hasil yang sangat akurat.
Itulah informasi mengenai indikator pH universal dan cara menggunakannya. Anda bisa mendapatkan pH Indicator Paper 0-14 Onemed di Syaf.
Website || Syaf.co.id
