Lampu UV (Ultraviolet) memiliki banyak kegunaan pada berbagai bidang. Simak cara kerja dan penggunaan lampu UV berikut ini.
PENGERTIAN LAMPU UV
UV Lamp atau lampu UV adalah lampu yang menghasilkan sinar Ultraviolet. Radiasi Ultraviolet adalah jenis cahaya yang terdapat gelombang elektromagnetik dengan panjang kurang dari 400 nanometer. Sinar ini dikenal banyak orang memiliki efek tidak baik bagi manusia.
Kita sering mendengar bahwa sinar Ultraviolet berbahaya bagi manusia. Sinar Ultraviolet dikenal beresiko menyebabkan kerusakan pada kulit, mata, meningkatkan resiko penyakit autoimun, dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Seiring berkembangnya pengetahuan dan kemajuan teknologi ternyata sinar Ultraviolet juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Dengan itu sinar Ultraviolet dihadirkan dalam bentuk lampu sehingga dikenal dengan nama Lampu UV atau UV Lamp.
Lampu UV biasanya digunakan di tempat-tempat tertentu. Bahkan Lampu UV ini terbilang sangat penting dimiliki oleh sebuah laboratorium. Beberapa tempat yang mungkin memiliki lampu UV yaitu klinik, laboratorium, pusat perawatan, restoran, depot isi ulang air minum, maupun di rumah. Tentunya beda tempat penggunaan beda juga jenis lampu UV yang digunakan.
FUNGSI LAMPU UV
Lampu UV memiliki fungsi di berbagai tempat dan sektor. Di laboratorium Lampu UV digunakan untuk mengidentifikasi komponen biologis seperti sel, protein, dan partikel, dan proses kromatografi lapis tipis. Pada dunia kedokteran, Lampu UV dapat digunakan untuk mendiagnosis sebuah penyakit dan menentukan konsentrasi dan jumlah bahan yang ada pada sampel. Di restoran, Lampu UV digunakan untuk sterilisasi, dekontaminasi, dan pencahayaan. Pada depot isi ulang air minum, Lampu UV digunakan untuk membunuh bakteri yang terkandung pada air minum, sehingga air minum menjadi bersih dan terhindar dari resiko penyebab penyakit. Pada dunia kecantikan, Lampu UV biasa digunakan untuk tanning. Tanning adalah proses penggelapan warna kulit pada seseorang.
Baca juga: Apakah lampu sterilisasi UV berbahaya?
CARA KERJA LAMPU UV
Lampu UV adalah jenis lampu yang menghasilkan sinar Ultraviolet dengan kemampuan membunuh kuman, jamur, dan bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia. Lampu ini akan memancarkan sinar dengan gelombang yang memiliki panjang berbeda-beda. Biasanya panjang gelombang yang digunakan antara 366 nanometer dan 254 nanometer, disesuaikan dengan tujuannya. Saat menggunakan lampu UV pada laboratorium, usahakan untuk tidak melihat langsung sinarnya karena berdampak pada kesehatan mata dan dapat menimbulkan radiasi.
JENIS-JENIS LAMPU UV
Sebenarnya ada banyak jenis Lampu UV yang berdasarkan pada acuan berbeda-beda. Namun disini akan dijelaskan jenis Lampu UV berdasarkan sinar Ultraviolet yang dihasilkan. Ada lima jenis Lampu UV berdasarkan sinar yang dihasilkan, yaitu :
-
Lampu UV-A
Lampu UV-A adalah jenis Lampu UV yang menghasilkan gelombang Ultraviolet dengan panjang gelombang 315-400 nanometer. Jenis ini merupakan radiasi sinar Ultraviolet yang paling lemah diantara lainnya dan sangat sedikit diserap oleh kulit. Lampu UV-A banyak digunakan untuk sterilisasi, aplikasi tanning (proses mengubah warna kulit menjadi lebih gelap), dan lainnya.
- Lampu UV-B
Lampu UV-B adalah jenis lampu UV yang menghasilkan radiasi Ultraviolet dengan panjang gelombang 280-315 nanometer. Radiasi yang dihasilkan dari Lampu UV-B lebih kuat dari lampu UV-A. Seperti lampu UV-A, lampu UV-B juga digunakan untuk aplikasi tanning, terapi kulit, dan lainnya.
- Lampu UV-C
Lampu UV-C disebut juga dengan sinar germisida. Hal tersebut dikarenakan Lampu UV-C memiliki sifat antimikroba yang efektif. Lampu UV-C menghasilkan sinar Ultraviolet dengan panjang gelombang dibawah 265 nanometer. Biasanya Lampu UV-C digunakan untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi bagi manusia.
- Lampu UV-Visible
Lampu UV-Visible adalah lampu yang menghasilkan cahaya Ultra Violet dan cahayanya bisa dilihat (tampak). Biasanya digunakan untuk sterilisasi, deteksi kontaminasi, dan lainnya. Lampu jenis ini sangat jarang digunakan untuk tujuan pencahayaan.
- Lampu UV-LED
Lampu UV-LED adalah lampu yang menggunakan LED (Light Emitting Diode) untuk menghasilkan sinar Ultraviolet. Lampu UV-LED memiliki tingkat radiasi yang lebih rendah dan panas yang diproduksi lebih sedikit. Lampu UV-LED biasanya digunakan untuk sterilisasi, pengolahan makanan, dan pencahayaan arsitektur.
CARA PENGGUNAAN LAMPU UV
Cara penggunaan Lampu UV ini terbilang cukup mudah, namun harus tetap berhati-hati. Berikut cara penggunaan Lampu UV :
- Gunakan kacamata pelindung yang sesuai dengan mata.
- Gunakan Lampu UV yang sesuai dengan penggunaan yang diinginkan.
- Pasang Lampu UV di tempat yang tepat, pastikan Lampu UV tidak terkena sinar matahari langsung.
- Nyalakan lampu UV.
- Tunggu beberapa saat sesuai yang disarankan pada prosedur penggunaan, biasanya Lampu UV digunakan selama kurang lebih 10-15 menit.
- Setelah selesai, matikan Lampu UV dan cabut dari saluran listrik.
- Lepaskan kacamata pelindung yang digunakan.
- Bersihkan kacamata pelindung secara teratur.

