Artikel ini akan membahas tentang komposisi Eosin Methylene Blue Agar, prinsip, dan morfologi koloni. Simak artikel ini sampai selesai.
Dalam dunia mikrobiologi, media pertumbuhan memiliki peran penting untuk identifikasi bakteri. Salah satu media yang banyak digunakan adalah Eosin Methylene Blue Agar (EMB Agar). Media ini dirancang khusus untuk menumbuhkan serta membedakan bakteri Gram negatif enterik, terutama yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Dengan kombinasi pewarna selektif, EMB Agar memungkinkan pengamatan koloni dengan karakteristik morfologi yang khas.
APA ITU EOSIN METHYLENE BLUE AGAR?
EMB Agar adalah media selektif sekaligus diferensial yang digunakan untuk isolasi bakteri Gram negatif. Media ini pertama kali dikembangkan untuk membantu mendeteksi mikroorganisme penyebab infeksi usus. Dengan kemampuan ganda, EMB Agar mampu menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif sambil membedakan jenis fermenter laktosa dan non-fermenter.
KOMPOSISI EOSIN METHYLENE BLUE AGAR
Komposisi dasar EMB Agar terdiri dari:
- Peptone: sumber nitrogen, vitamin, dan mineral.
- Laktosa: sumber karbohidrat utama untuk fermentasi.
- Dipotassium Phosphate: penyeimbang pH.
- Agar: zat pemadat media.
- Eosin Y dan Methylene Blue: pewarna selektif yang menghambat pertumbuhan Gram positif serta membantu diferensiasi koloni.
Baca juga: Kegunaan Alcohol Pads Single Pack
PRINSIP EOSIN METHYLENE BLUE AGAR
Prinsip kerja EMB Agar terletak pada sifat selektif dan diferensialnya.
Sifat selektif
Pewarna eosin dan methylene blue menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif, sehingga hanya Gram negatif yang dapat tumbuh.
Sifat diferensial
Fermentasi laktosa menghasilkan asam, yang kemudian bereaksi dengan pewarna sehingga membentuk koloni dengan warna khas. Bakteri fermenter kuat akan menunjukkan kilau hijau metalik, sementara fermenter lemah menghasilkan koloni merah muda, dan non-fermenter tampak transparan.
MORFOLOGI KOLONI PADA EMB AGAR
Pengamatan koloni pada EMB Agar sangat membantu dalam identifikasi:
- Escherichia coli: koloni berwarna hijau metalik dengan kilau khas.
- Enterobacter aerogenes: koloni merah muda pucat dengan pusat gelap.
- Klebsiella sp.: koloni mukoid dengan warna merah keunguan.
- Non-fermenter (misalnya Salmonella dan Shigella): koloni transparan atau tidak berwarna.
Eosin Methylene Blue Agar merupakan media penting dalam laboratorium mikrobiologi klinis maupun penelitian. Dengan komposisi selektif dan prinsip diferensial, EMB Agar mampu mengidentifikasi bakteri enterik Gram negatif secara cepat. Selain itu, pengamatan morfologi koloni pada media ini memberikan gambaran jelas tentang karakter bakteri, sehingga mempercepat proses diagnosis dan penelitian.
Itulah pembahasan tentang komposisi Eosin Methylene Blue Agar, prinsip, dan morfologi koloni. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Sumber:
Eosin Methylene Blue (EMB) agar – Principle, composition, and results (microbialnotes.com)
EMB Agar: Composition, Principle, and Colony Morphology • Microbe Online
Eosin methylene blue – Wikipedia

