Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh orang berusia lanjut. Osteoporosis terjadi karena kepadatan tulang yang berkurang dan menjadi rapuh. Berikut ini adalah informasi mengenai osteoporosis.

https://www.medi.de/
Penyakit Osteoporosis
Osteoporosis atau penyakit keropos tulang merupakan kondisi yang ditandai dengan rusaknya mikroarsitektur tulang dan berkurangnya massa tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh sehingga berisiko patah tulang.
Pada tulang yang sehat, normalnya tulang tampak memiliki ruang kecil seperti sarang lebah. Ruangan-ruangan tersebut akan menjadi lebih besar apabila seseorang mengalami pengeroposan tulang. Apabila dibiarkan terus menerus, kondisi tersebut menyebabkan tulang kehilangan kekuatannya dan menjadi rapuh.
Gejala penyakit osteoporosis
Osteoporosis merupakan penyakit yang tidak memunculkan gejala sehingga kadang disebut sebagai “silent disease”. Osteoporosis biasanya baru dapat diketahui ketika seseorang mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang.
Patah tulang yang dimaksud di sini merupakan patah tulang yang tidak seharusnya terjadi pada keadaan tulang yang normal. Contohnya yaitu patah pada tulang yang terjadi pada panggul akibat terpeleset pada posisi berdiri.
Bagian tulang yang sering mengalami patah tulang yaitu tulang belakang dan lengan bawah, selain tulang panggul.
Seiring bertambahnya usia dan berkurangnya kepadatan tulang, penderita osteoporosis dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:
- Tinggi badan berkurang
- Pasien tampak bungkuk
- Nyeri pada tulang belakang dengan rasa nyeri yang menjalar hingga ke tungkai bawah
- Nyeri di perut yang diakibatkan penekanan ke arah perut
- Sering mengalami patah tulang
Jenis osteoporosis
Penyakit keropos tulang atau osteoporosis terdiri dari osteoporosis primer dan sekunder. Tipe dari osteoporosis primer, yaitu
– Tipe 1
Merupakan osteoporosis yang terjadi pasca menopause. Osteoporosis ini terjadi pada wanita setelah berhenti mengalami menstruasi.
– Tipe 2
Osteoporosis ini disebut juga osteoporosis senilis. Biasanya osteoporosis ini terjadi pada orang tua yang berusia di atas 75 tahun.
Sementara itu, osteoporosis sekunder merupakan penyakit keropos tulang yang diakibatkan oleh penyakit lain atau obat-obatan. Misalnya pada seseorang yang mengkonsumsi obat kortikosteroid, anti kejang, atau antasida untuk penggunaan jangka panjang.
Selain itu, dapat juga terjadi pada orang yang menderita penyakit artritis reumatoid atau penyakit autoimun lainnya, gangguan tiroid, atau pasien yang berbaring lama seperti pasien yang mengalami stroke.
Pengobatan osteoporosis, penyakit keropos tulang
Proses pengobatan pada pasien osteoporosis tergantung dnegan tingkat keparahanya. Penderita osteoporosis yang sangat berisiko mengalami patah tulang, akan diberikan obat-obatan oleh dokter untuk meningkatkan kepadatan tulang, misalnya:
- Bifosfonat
- Antibodi monoklonal
- Terapi hormone
- Suplemen penambah kalsium dan vitamin D
Penderita osteoporosis juga dapat diberikan obat yang dapat meningkatkan pembentukan tulang apabila diperlukan, seperti teriparatide dan abaloparatide.
Agar kondisinya tidak semakin parah, pasien dianjurkan untuk mengurangi aktivitias yang dapat menyebabkannya terjatuh atau cedera. Pasien lansia yang mengalami osteoporosis juga sebaiknya tinggal di rumah yang aman bagi lansia.
Risiko terkena osteoporosis dapat Anda cegah segak dini dengan menjalani pola hidup yang sehat. Caranya yaitu dengan berolahraga yang teratur, konsumsi makanan yang mengandung zat gizi yang baik untuk tulang seperti vitamin D dan kalsium, tidak merokok dan minum alkohol, serta bagi orang yang berusia lanjut atau wanita yang sudah menopause perlu untuk melakukan pemeriksaan berkala.
Itulah informasi mengenai osteoporosis, penyakit keropos tulang. Semoga informasi ini bermanfaat.
Apabila Anda membutuhkan berbagai peralatan kesehatan, Anda bisa mendapatkannya di Syaf Unica Indonesia. Dapatkan kemudahan dalam proses pembelian dan pembayaran hanya di Syaf Unica Indonesia.
WEBSITE : SYAF.CO.ID
